Rambe Kamaruzaman Ngaku Kecewa Terlibat Amandemen UUD
Jumat, 21 Juni 2019 - 15:59:58 WIB
Jakarta (DetakRiau.com) Salah satu aktor amandeman UUD 1945 yang menjadi anggota MPR sejak tahun 1987 mulai dari sejak era orde baru Rambe Kamaruzaman, menyatakan kecewa atas hasil amandemen UUD pada tahun 2002 yang telah melahirkan praktet tata negara MPR sebagai bukan lembaga tertinggi.

"Saya tidak tau kalau hasilnya begini", ujar Rambe anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar dengan lirih di Jakarta jumat (21/6.2019)

Walaupun sudah tampak dari nada bicaranya agak menyesali dengan ikut serta menjadi arsitek amandemen UUD 1945.

Namun raut wajah anak tentara yang dibesarkan oleh orde baru, yang terpilih sebagai anggota MPR yang terlama ini, mimik wajahnya masih saja tetap tidak berubah banyak.

"Saya heran bahwa MPR yang membuat dan menetapkan UUD tetapi MPR sekarang tidak bisa untuk menafsirkan UUD yang telah dibuatnya", jelasnya.

Dahulu MPR menetapkan Presiden terpilih, katanya lagi, dengan menerbitkan TAP MPR Presiden terpiliih. Sedang sekarang MPR hanya menonton saja pada saat presiden dilantik didepan Sidang MPR oleh Mahkamah Agung.

"Saya sebagai Ketua PAH II yang ditugaskan menyiapkan amandeman UUD 1945 ke V. Telah membuat konsep rekomendasi untuk MPR yang akan datang. Kami akan mengusulkan agar MPR diperkuat kembali dengan memberikan kewenangan membuat keputusan dan mengatur", tegasnya.

Sementara yang terkait dengan pelantikan presiden terpilih nantinya akan tetap dilakukan oleh Mahkamah Agung. Sedangkan MPR yang menerbitkan keputusannya melalui TAP MPR tentang presiden terpilih yang baru, jelasnya. Erwin Kurai.


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -