Pekanbaru (DetakRiau.Com) - Para penyair dua negara serumpun, Indonesia-Malaysia menggelar acara Ziarah Karyawan/Kesenian.">
 
 
Penyair Indonesia-Malaysia Gelar Ziarah Karyawan/Kesenian
"Riau Bukan Texas"
Rabu, 08 November 2017 - 00:56:33 WIB
Pekanbaru (DetakRiau.Com) - Para penyair dua negara serumpun, Indonesia-Malaysia menggelar acara Ziarah Karyawan/Kesenian.

 Acara yang bertajuk “Riau bukan Texas” ini berlangsung di Panggung Seni Datok Jantan atau Toktan yang berada di Jalan Harmonis, Kulim, Pekanbaru, Selasa (07/11/2017) malam.

Meski diguyur hujan, namun pementasan monolog dan baca puisi hingga larut mampu menghentak panggung toktan. 

Panggung seni Toktan tempat lokasi itu diadakan, merupakan sebuah perkampungan para seniman di Riau yang diresmikan pada Tahun 2016 lalu.

Kegiatan ini diikuti ratusan penyair dari luar Riau.  25 diantaranya penyair dari Negeri Jiran Malaysia.

Imam Panggung Toktan, Aris Abeba menerangkan, kegiatan ini merupakan rangkaian kunjungan balasan yang dilakukan penyair Malaysia atas kunjungan yang mereka lakukan sebulan lalu.

 Kegiatan yang digelar dalam Ziarah Karyawan/Kesenian Indonesia-Malaysia ini, sambung Aris, antara lain symposium sastra dan teater, pembukaan ziarah, peluncuran 3 buku antologi puisi, antologi puisi 25 penyair Malaysia-Riau, pementasan monolog dan baca puisi hingga larut. 

“Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari yakni mulai Selasa (07/11/2017) hingga Kamis (09/11/2016),’’ sebut Aris.

Untuk Simposium Sastra dan Teater, ulas Aris, diselenggarakan di Universitas Lancang Kuning pada Selasa (07/11/2017) pukul 09.00WIB. Sedangkan pada malamnya acara pembukaan ziarah karyawan/kesenian Indonesia-Malaysia Riau Bukan Texas di Panggung Toktan Pekanbaru. Sementara acara peluncuran 3 buku Antologi Puisi “Dara dan Azab”, Antologi puisi 25 penyair Malaysia-Riau “Roh Pekasih”, Antologi Puisi Dheni Kurnia “Benang Bekas Sungai”, Antologi puisi Ramon Damora di Panggung Toktan, Selasa (07/11/2017) pukul 21.15 WIB. Buku-buku yang diluncurkan tersebut layak menjadi referensi dalam dunia puisi, karena ditulis oleh para penyair ternama dari tanah Melayu.

Pementasan Monolog juga dilaksanakan di Panggung Toktan, antara lain “Orang Saja” merupakan karya Ronald Tarakindo dengan  Sutradara Soekisno, Produksi Teater Siklus Medan, Rabu (08/11/2016) pukul 20.00 WIB. Monolog Sang Maestro karya Sutradara Dr Sulaiman Juned, Produksi Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang.     

Pada malam terakhir, acara dilengkapi pula dengan baca puisi hingga larut Panggung Toktan, Kamis (09/11/2017), pukul 20.15 WIB.

"Kami mengajak masyarakat untuk menyaksikan iven menarik ini,’ ’ajak Aris sembari memaparkan, selesai symposium, dilanjutkan dengan pembacaan puisi di YM Café di Jalan Pembangunan Rumbai. Selepas itu, malam harinya dilanjutkan dengan kegiatan pembukaan oleh Gubernur Riau sekaligus pembacaan puisi di Panggung Toktan. Tiada hari tanpa membaca puisi, keesokan harinya, dilanjutkan dengan pembacaan puisi di Konsul Malaysia pada Rabu (08/11/2017).

Tak cukup sampai disitu, kegiatan membaca puisi juga dilanjutkan di Kantor Dinas Kebudayaan Kamis (09/11/2017). Kemudian, dilanjutkan dengan peninjauan ke Kantor Dinas Pariwisata, Lembaga Adat, Gubernuran, Rumah Walikota yang juga diisi dengan pembacaan sajak. 

“Terakhir, setelah di gubernuran dilanjutkan ke Panggung Toktan sampai larut malam. Tiada kunjungan tanpa membaca puisi,’’ pungkasnya.(ron)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -