Aziz Syamsudin : Kata Siapa DPP Partai Golkar Kembar
Kamis, 23 November 2017 - 14:51:44 WIB
JAKARTA(DetakRiau.com) Dua hari setelah berlangsung rapat pleno harian DPP Partai Golkar yang memutuskan dan menetapkan Idrus Marham sebagai Plt Ketua Umum Partai Golkar.

Aziz Syamsudin salah satu anggota tim perumus keputusan rapat pleno harian DPP Partai Golkar, tengah kepergok sedang menyendiri berada di halaman belakang poliklinik DPR RI, didampingi oleh tenaga staf DPR.

Tak biasanya, auranya tampak kurang inosen, tegang  sambil menghirup asap dari tangannya, sebelum meninggalkan Gedung DPR RI dengan mobil pribadi berwarna hitam.

Aziz membantah dengan adanya pertanyaan yang mengatakan keputusan rapat pleno harian DPP Partai Golkar telah melahirkan kepengurusan kembar dengan ditetapkannya Plt yang dipimpin oleh Idrus Marham. "Itu kata siapa", ujar Aziz pada pers saat ditemui di Jakarta Kamis (23/11/2017).

Posisi Plt, terangnya, bersifat sementara. Jadi tidak perlu putusan hasil rapat pleno harian DPP Golkar ,lalu dibawa dan didaftarkan ke Depertemen Hukum dan Ham untuk mendapatkan legalitas susunan pengurus DPP Partai Golkar yang baru,katanya. 

Sebab, posisi Plt tidak sama dengan membentuk pengurus baru. Sebaliknya, berfungsi selaku pengurus harian yang mengurus tata kelola partai sehari hari selama Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sedang berada dalam tahanan di Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK.

Konsekuensinya, maka, semua surat surat partai dalam praktiknya nanti tetap harus ditanda tangani semuanya oleh Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. "Tidak benar, surat surat partai  akan ditanda tangani oleh satu orang yang sama yakni Plt Idrus Marham dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham juga",kata Aziz.

Nama Aziz Syamsudin sempat disebut sebut sebagai bakal calon Plt Sekjen Partai Golkar bersaing dengan Yahya Zaini staf kusus Ketua DPR Setya Novanto, untuk menggantikan Idrus Marham.

Tapi saat berlangsung pengumuman hasil rapat pleno.  Aziz Syamsudin yang terlibat dalam tim perumus. Namanya justru  malah  tidak masuk yang  dibacakan oleh Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid. Dengan demikian Azis Syamsudin telah ditolak dan gagal menjadi Plt Sekjen.

Menanggapi tidak diterimanya usulan dirinya untuk  menjadi Plt Sekjen dalam rapat pleno harian DPP Partai Golkar.

Aziz Syamsudin  mengatakan singkat, tidak masalah tidak menjadi Plt Sekjen DPP Partai Golkar, ujarnya sambil buru buru menuju mobil dinasnya yang berada di pelataran parkir di gedung DPR RI.

Saat ditemui terpisah, Masnur pengurus Golkar dari Propinsi Riau mengatakan penetapan Idrus Marham sebagai Plt Ketua Umum adalah  putusan yang moderat.

Usulan Munaslub tidak bisa dilaksanakan karena terbentur jadwal pilkada, penetapan caleg dan persiapan pemilu dan verifikasi partai yang makin mepet.

Jikalau terbitnya legalitas oleh Depkumham seandainya lancar, tentu tidak masalah. Tetapi jikalau yang terjadi sebaliknya bahwa terbitnya legalitas pengurus yang baru nanti di ambangkan dalam tempo waktu yang lama oleh Depkumham.

Maka agenda pilkada dan pemilu yang kita ikuti akan bisa terhenti ditengah jalan, tegas Masnur.

Penetapan Plt Ketua Umum Partai Golkar dibacakan oleh pimpinan rapat pleno harian dan Ketua harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid pada pukul 22.00 WiB  di Gedung DPP Partai Golkar Slipi, Jakarta Barat tanggal 21 November 2017 lalu, yang dihadari pengurus harian  dan sejumlah pengurus daerah antara lain Masnur dari Golkar Propinsi Riau. Erwin Kurai.
 


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -