Rahmad Handoyo : Negara Dikalahkan Importir Daging Pemburu Rente Keuntungan
Kamis, 30 November 2017 - 18:18:55 WIB
JAKARTA (DetakRiau.com) Rahmad Handoyo anggota Komisi IV yang membidangi
peternakan yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan,
kedaulatan negara dalam pengadaan daging di dalam negeri telah diambil
alih oleh pengusaha rente yang mecari keuntungan dari berdagang sebagai
importir dibandingan dengan  berternak membuka lapangan kerja di
pedesaan.

"Pengusaha melakukan impor dengan motif untuk mencari untung semata", tegas Rahmad Handoyo saat rapat dengar pendapat dengan Dirjen Peternakan di Komisi IV DPR RI Jakarta Rabu (29/11/2017).

Dia mengingatkan kasus matinya peternakan sapi perah yang diusahakan oleh masarakat di pedesaan karena susunya di tolak oleh pabrik besar, sehingga peternak gulung tikar akibat kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sendiri.

Sekarang ini diperlukan kebijakan baru untuk pengadaan daging dengan cara memberi peluang usaha bagi petani peternak, BUMN dan swasta, mulai dari pembenihan, penggemukan dan menjual daging dengan harga yang layak, paparnya.

Selain itu importir harus diwajibkan untuk memasok benih serta membangun penggemukan sapi. Karena, selama ini importir hanya cuma  memasok daging impor untuk pasar tanpa kewajiban membangun industri ternak. Dengan demikian ketergantungan impor daging bisa dikurangi, kata Rahmad.

Viva Yoga Mauladi wakil Ketua Komisi IV senada supaya PT Berdikari agar diperkuat dengan bantuan Penyertaan Modal Negara, PMN.

Dengan demikian diharapkan PT Berdikari bisa menjadi entitas usaha yang bisa menyanggah kebutuhan daging di dalam negeri apabila terjadi kekurangan pasokan. Dengan demikian ketergantungan atas daging impor bisa berkurang, katanya.

PT Berdikari sekarang ini dalam posisi Call 5 atau kesulitan keuangan untuk mengembangkan bisnis peternakan yang diharapkan menjadi pemasok daging didalam negeri dengan cuma memiliki 70 ekor sapi saja. Erwin Kurai.


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -