TELUK KUANTAN (DetakRiau.com) - Keberadaan "Patung Budha" yang terletak di PT Dulta Palma Nusantara (DPN) tepatnya di Sektor Kukok yang mana patung tersebut dibawa langsung dari Bali oleh pemilik">
 
 
Berdiri Tanpa Izin
Masyarakat dan Mahasiswa Kuansing Minta Patung Budha di PT DPN Sektor Kukok Dipindahkan
Kamis, 07 Desember 2017 - 02:11:31 WIB
TELUK KUANTAN (DetakRiau.com) - Keberadaan "Patung Budha" yang terletak di PT Dulta Palma Nusantara (DPN) tepatnya di Sektor Kukok yang mana patung tersebut dibawa langsung dari Bali oleh pemilik perusahaan menjadi polemik di kalangan masyarakat dan para mahasiswa, baik mahasiswa di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) maupun Pekanbaru asal Kuansing.

Menurut informasi yang di lapangan mengatakan, bahwa keberadaan patung tersebut sudah ada semenjak 2 bulan yang lalu.

Menanggapi hal tersebut, Masyarakat, KNPI dan Mahasiswa Kuansing mengadakan rapat untuk membahas masalah vila yang dibangun tanpa izin dari pihak terkait dan masyarakat sekitar.

Seiring berlangsungnya rapat, Polres Kuansing yang diwakili oleh Kasat Intel AKP Deni Afrisal MH sedang berada dilokasi tempat patung itu berada dan berjanji akan memindahkan "Patung Budha" tersebut karena desakan dari masyarakat dan ormas yang ada di Kuansing. Pemindahan dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif," ungkap Kasat Intel. 

Sedangkan ormas-ormas memberikan izin kepada aparat yang akan memindahkan patung tersebut. 

Hal yang berbeda di sampaikan oleh Jeki Efri Yunas, Sekjend Forkomakusi Se Indonesia kepada media di Teluk Kuantan, Rabu malam (6/12/2017) dimana dikatakan Jeki bahwa dirinya bersama rekan rekan yang lain melakukan pertemuan membahas terkait keberadaan "Patung Budha", dan ini menurut Jeki menjadi tanda tanya di kalangan masyarakat Kuansing. 

Jeki Efri Yunas mengharapkan, dari informasi yang kami dapat bahwa pembangunan vila yang telah direncanakan belum memiliki izin dari pemerintah atau pihak yang berwenang.

"Kami mahasiswa dan masyarakat Kuansing sangat menghormati kebebasan beragama tapi pendirian patung tanpa adanya izin dan kesepakatan dengan pihak berwenang dan masyarakat tempatan itu yang tidak kami sukai, " tegas Jeki.***(dra)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -