Truk Berukuran Jumbo Terperosok di Jalan Pekanbaru-Tanjung Buton
Penumpang: Foto Pak, Masukkan Koran
Kamis, 11 Januari 2018 - 21:56:59 WIB
Siak (DetakRiau.Com) - Sebuah truk ukuran jumbo terperosok di Jalan Pekanbaru menuju Tanjung Buton, Kamis (11/01/2018) sore.

Akibat peristiwa itu, bus yang mengantarkan penumpang kapal Meranti Express, Naga Lines jurusan Pekanbaru-Selat Panjang terhalang masuk ke pelabuhan.

Sehingga, para penumpang terpaksa berjalan kaki sekitar 1 kilometer keluar pelabuhan Tanjung Buton.

"Foto pak, masukkan koran," kata salah seorang penumpang, Cik Wan sambil berlalu.

Pemprov Riau tak Peduli

Kondisi ruas  jalan provinsi menuju Tanjung Buton, Siak kini makin rusak parah. Karena sejak lima tahun terakhir tak pernah direhabilitasi. Akibatnya, lalu-lintas penumpang dan barang menuju Selatpanjang, Dumai dan Batam sangat terganggu. Selain tidak nyaman juga memerlukan waktu lebih lama satu  sampai satu setengah jam dibanding waktu semestinya.

Pengamatan langsung menunjukan sekurang-kurangnya ada lima ruas jalan menuju Buton yang rusak parah. Kondisinya berlubang sangat dalam yang sangat berdebu di waktu musim panas dan berlumpur waktu musim hujan.

Semua kendaraan roda empat roda dua tampak berjalan sangat lambat agar tidak terperosok ke dalam lubang. Ironisnya tidak ada tanda atau rambu-rambu yang memberi informasi bagi pemgguna jalan . Kondisi ruas jalan paling parah antara kawasan Sungai Apit sampai ke Buton.

Bahkan, sebuah truk angkutan barang terperosok ke dalam lubang di pinggir jalan yang dapat mengganggu kebdaraan lain yang lewat.

S. Munthe, pedagang makanan tak jauh dari ruas jalan yang rusak membenarkan bila ruas jalan rusak tersebut sudah lima tahun ini tak pernah diperbaiki. ''Seingat kami, jalan ini dulunya dibangun pada masa Gubernur Riau, Rusli Zainal. Namun sejak masa tugas gubernur lama berakhir hingga gubernur sekarang, ruas jalan rusak ini seolah-olah dibiarkan,'' kata Munthe.

Mulyadi (bukan nama sebenarnya) pengemudi bus trayek Perawang-Buton kepada Tirastimes.com mengeluhkan kerusakan jalan yang selain memperlambat waktu perjalanan juga mengakibatkan cepat rusaknya  suku cadang mobil.

''Penumpang kami juga banyak mengeluh karena merasa tak nyaman di dalam mobil,'' kata Mulyadi lagi.

Sementara Hanif, pebisnis yang sekali sepekan harus ke Selatpanjang melewati ruas jalan Buton ini, mengeluhkan kenyamanannya saat melewati ruas jalan yang rusak.  Apalagi  dia menggunakan mobil pribadi.

''Persoalannya banyak relasi saya dari kalangan investor dan banker menjadi enggan ke Selatpanjang. Padahal kita sangat mengharapkan nilai investasi besar dapat mengalir ke Kepulauan Meranti,'' kata Hanif.

Ruas jalan provinsi yang  rusak menuju Buton ini terletak di Kabupaten Siak ini semestinya menjadi tanggungjawab Gubernur Riau sekarang. Namun sering masyarakat umum yang tidak mengerti persoalan tanggungjawab urusan jalan ini menumpahkan kekesalannya pada pemerintah Siak yang kini dipimpin Bupati Syamsuar. 

Kasihan rakyat ..Pejabat pada sibuk berpolitik Pilgubri...Tanggung jawab siapakah jalan yang sudah lima tahunan lebih terbiarkan ini?(*/ron)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -