Terdesak Kebun Sawit, Suku Anak Dalam Menolak Pindah ke Dusun Populasi Buaya Rawa
Senin, 12 Februari 2018 - 19:39:07 WIB
JAKARTA (DetakRiau.com) Pemukiman Suku Anak Dalam yang berada di Propinsi Sumatera Selatan kembali diusik menjadi sasaran ekspansi perusahaan kebun sawit.

Dusun Tebing Tinggi  satu satunya kampung yang tersisa untuk pemukiman Suku Anak Dalam yang ada di Sumsel. Kembali  akan  dipindah ke desa Jadi Mulya yang masih berupa rawa rawa tempat populasi buaya rawa binatang buas khas Sumatera.

"Kami ini hidup di hutan. Suku Anak Dalam ingin hutan. Kami  orang hutan tak minta kebun. Biarkan kami hidup dihutan. Jangan pindahkan kami  dari hutan," kata  Siti  70 tahun mewakili kalangan perempuan Suku Anak Dalam yang  hadir di Gedung Parlemen saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI dengan Dirjen Perkebunan, Dirjen Planologi, Bupati Musi Rawas,  yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV Edhy Prabowo dari Fraksi Partai Gerindra yang berasal dari Dapil Sumsel I, di Jakarta Senin (12/2/2018).

Persoalan Suku Anak Dalam muncul tak kunjung selesai di daerah. Karena pemilik Izin tidak pernah muncul saat dipanggil oleh Bupati.

Komisi IV sudah dua kali menerima pengaduan. Agar mereka bersepakat untuk mencari solusinya, kata Edhy.

Semestinya, pemilik izin yang menghadapi langsung warga Suku Anak Dalam, sehingga persoalannya tidak perlu sampai ke Komisi IV DPR, jelasnya.

"Diharapkan setelah pertemuan hari ini akan selesai dengan baik baik. Apalagi ini wilayah tempat daerah pemilihan saya. Yang belum tentu pada tahun 2019, saya dicalonkan  oleh Partai Gerindra menjadi calon anggota DPR RI kembali", kilahnya.

PT London Sumatera Plantation adalah perusahaan besar. Tuntutan masarakat kepada perusahaan, tidak luar biasa dan masih dalam batas kemanusian. Yang tidak akan bikin London Sumatera Plantation akan gulung tikar, urainya.

Dusun Suku Anak Dalam awalnya  dilindungi oleh  pemerintah dengan lokasi di Tebing Tinggi pada tahun 1995. Tapi sejak tahun 2001 muncul konflik yang dipicu oleh penjarahan hutan Suku Anak Dalam  oleh pengusaha.

Sampai puncaknya terbit izin perkebunan sawit pada tahun 2014. Awalnya luas wilayah dusun Suku Anak Dalam seluas 3.371 hektar. Sekarang tersisa hanya cuma 60 hektar dikalahkan oleh pembukaan kebun sawit swasta. Erwin Kurai (foto;MI)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -