Mengintip Pertemuan Tertutup Jokowi - OSO Jelang Pilpres
Jumat, 11 Mei 2018 - 17:36:31 WIB
JAKARTA (DetakRiau.com) Rakernas Partai Hanura yang berlangsung tanggal 8 - 9 Mei 2018 yang lalu di Kota Pakanbaru, Propinsi Riau.  Telah menjadi sejarah baru sebagai Rakernas partai politik terbesar pada tahun ini di Riau. 

Paling tidak Rakernas Partai Hanura berhasil memecahkaan rekor dengan dihadiri sekitar 20 ribu kader dan massa, dibawah pengawasan Ketat KPUD dan Panwas yang sedang menghadapi jadwal kampanye pemilihan Gubenur Riau. 

Hanya  cuma Partai Golkar yang bisa mengimbangi Hanura dalam forum lebih tinggi saat digelar Munas di propinsi penghasil minyak terbesar, pada tahun 2009 yang lalu. 

Artinya  dalam pengorganisasian   proses konsolidasi untuk penguatan partai, Partai Hanura telah  berada di jalan trek yang tepat.

Apabila ukuran pemilu adalah ukuran dukungan massa pada partai. Masifnya  massa yang hadir dan berkumpul didalam tempat acara di  Gedung GOR Pakanbaru, dan mbludak sampai ke Plaza Purna MTQ.  Hingga sampai  membikin macet Jalan Sudirman yang jadi jalan utama di Kota Bertuah ini. 
                                             
Susun Kriteria 
Rencana awal  Rakernas yang akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo terpaksa dibatalkan karena pesawat kepresidenan terlambat mendarat di bumi Riau. 

Namun berkat sikap moderat kepemimpian Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang yang biasa disapa OSO. Rakernas kemudian diputuskan tetap digelar sesuai jadwal pada pukul 17.00 Wib. Walau pesawat Presiden Joko Widodo baru mendarat di Bandara Sultan Syarief Kasim, Pakanbaru, pada pukul 18.00 Wib. 

Diluar dugaan sebelum acara pembukaan Rekernas di akhiri oleh OSO. Tiba tiba datang  dering telepon dari Protokol Presiden Joko Widodo  kepada Ketua Umum Partai Hanura OSO. Yang isinya Presiden Jokowi akan mengundang Ketua Umum Partai Hanura OSO untuk bertemu di Hotel Novotel di Jalan Riau, Pakanbaru 

Suasana pembukaan Rekernas yang tadinya sangat formal dan dingin menjadi semangat kembali. Maklum, Hanura adalah partai yang mencalonkan Jokowi bersama PDI P dan Nasdem pada pemilihan Presiden tahun 2014  lalu. 

Sedangkan   OSO waktu itu sedang menjabat Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, HKTI, yang juga mendukung calon Presiden Joko Widodo ketika itu.

Selama pertemuan yang berlangsung tertutup Jokowi - OSO  di Hotel Novotel yang dihadiri oleh pengurus DPP Hanura dan Ketua Mahkamah Partai Komjen (pur-pol) Marwan Paris karena Ketua Dewan Pembina dan Ketua Dewan Penasehat Partai Hanura yakni Wiranto dan Subagyo HS sedang dalam menjalankan tugas di tempat lain.

Pertemuan empat mata plus tersebut tetap bernilai strategis dan penting buat parpol peserta pemilu serentak pada  tahun 2019 mendatang.

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang sempat bertukar pikiran dengan  Presiden Joko Widodo. OSO mengatakan Hanura tetap konsisten mencalonkan  Presiden Joko Widodo untuk periode yang kedua pada masa jabatan 2019 - 2024.  Sementara untuk posisi cawapres, Hanura akan menyerahkan sepenuhnya kepada Joko Widodo. 

"Rakernas hari ini  cuma hanya merumuskan kriterianya", ujar  OSO. Dengan kata lain perihal  siapa cawapres yang akan dicalonkan oleh Hanura. Sampai sekarang nama namanya masih  belum ada. Nama Wiranto memang sempat muncul. Yang memutuskan nanti Rakernas. Rakernas hari ini baru menyusun kriteriai, tambahnya. 

Lebih lanjut dikatakan, secara umum Hanura punya pemahaman yang sama dengan Presiden Jokowi. Agar pada pilpres tahun 2019 tetap berlangsung didalam kerangka membangun Indonesia Beradab. 

"Pilpres  agar dilangsungkan dengan tenang. Kita nggak mau suasana menjadi tegang menjelang pilpres", ungkapnya.

Ditempat terpisah saat berlangsung jumpa pers jelang penutupan Rakernas. Benny Pasaribu fungsionaris DPP Partai Hanura mengatakan lebih detil, bahwa cawapres Hanura kriterianya adalah  kapabel, bisa kerjasama dengan calon presiden, dan saling melengkapi dalam menjalankan tugas tugas kepresidenan, serta bisa memperkuat Jokowi untuk meningkatkan elektabilitas pada saat pilpres nanti.

Nama nama yang sempat beredar dari internal adalah Wiranto, Subagyo HS dan OSO. Juga ada nama Jusuf Kalla, jelasnya.

Partai Modern
Pada saat  menyampaikan orasi kepada jajaran kader Hanura pada  pembukaan Rakernas. OSO mengingatkan kepada jajaran  partai agar jangan percaya begitu saja dengan hasil survei.

"Hanura paling sering dizalimi, pernah dinyatakan tidak lolos verifikasi, sekarang muncul survey tidak lolos parlemen treshold".
"Buktinya adalah Rekernas hari ini. Semua pengurus DPP, DPD dan anggota DPR dan DPRD hadir, jumlahnya 1040 orang se Indonesia", tandasnya.

Artinya, jalannya konsolidasi partai sudah benar. Yang perlu diperkuat adalah speed kecepatan partai bergerak dan penguatan program partai guna untuk memperbesar basis pemilih yang menjadi basis partai, tegas OSO. 

Pada pemilu 2019, makanya Hanura optimis maksimal akan masuk 3 besar, minimal jadi 5 besar. Di pemilu  2014  Hanura telah memperoleh suara 6,6 juta suara, setara dengan 5,6 persen suara. 

Keputusan Rakernas lainnya adaah  OSO mendapat mandat baru agar merevitalisasi DPP Partai Hanura. Dan membentuk sayap partai yang bergerak  dibidang sosial religius ke agamaan sebagai ciri Hanura sebagai partai Nasionalis Religius.

Buat untuk langkah awal OSO telah menyumbangkan bantuan kepada 13 mantan atlit berprestasi di Asian Games  antara lain mantan pebulutangkis Icuk Soegiarto dan mantan petinju Elyas Pical. Serta memberikan bea siswa sampai jadi sarjana kepada Cinta Bulan tuna daksa yang diputuskan jadi anak 
angkat Partai Hanura. 

Polarisasi pilpres sudah semakin mengerucut. Pendaftaran capres dibuka Agustus 2018. Kita tunggu hasilnya !. Erwin Kurai   


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -