Lipat Kain (DetakRiau.com) – Warga adat kenagarian Kampar Kiri yang masih bertahan ditanah Ulayat Sei Segati Desa Lipat Kain Kec.Kampar Kiri Kab.Kampar Selasa 15/5/18 kondisinya semakin memprihatinkan terlebih pe">
 
 
Warga Adat Kampar Kiri Masih Bertahan Dilahannya, Kondisinya Memprihatinkan
Selasa, 15 Mei 2018 - 15:13:00 WIB
Lipat Kain (DetakRiau.com) – Warga adat kenagarian Kampar Kiri yang masih bertahan ditanah Ulayat Sei Segati Desa Lipat Kain Kec.Kampar Kiri Kab.Kampar Selasa 15/5/18 kondisinya semakin memprihatinkan terlebih persediaan bahan makanan juga sudah semakin menipis.

Warga adat kenagarian Kampar Kiri yang masih bertahan ditanah Ulayat Sei Segati Desa Lipat Kain Kec.Kampar Kiri Kab.Kampar  Selasa 15/5/18 kondisinya semakin memprihatinkan terlebih persediaan bahan makanan juga sudah semakin minipis dan anak anak mulai terjangkit penyakit ispa  karena debu dan tempat tidur di camp tenda hanya beralaskan terpal tipis alakadarnya, Hal ini seperti disampaiakan Hendri selaku koordinator aksi damai Forum Aliansi Masyarakat Kampar Kiri Bersatu (FORMAKI_Bersatu) kepada DetakRiau.com di Lokasi digelarnya Aksi Damai,

“ Benar memang Kondisinya agak memprihatinkan, Soalnya persediaan bahan makan sudah menipis tetapi tadi malam masyarakat atas inisiatif masing masing membawa bahan makan dan segala kebutuhan disini dan alhamdulilah saat ini untuk persediaan bahan makan cukup untuk seminggu kedepan, dan baru saja dapat informasi ada salah seorang dokter yang berkenan memeriksa kesehatan warga peserta aksi damai ini dan gratis jadi syukur alhamdulilah banyak masyarakat yang simpati dan peduli dengan aksi damai ini namun yang saya tidak habis pikir justru pemerintah sampai hari ini belum ada respon yang berarti buat warga ulayat ini mungkin karena kami rakyat kecil sehingga bagi para pejabat yang terhormat nggak penting hanya akan di ingat saat pemilukada saja.” Ucapnya

Senada dengan yang disampaiakan Hendri (red) seorang ibu peserta aksi damai warga adat kampar kiri Yusminar (40) juga menyampaiakan keluhan dan harapanya kepada pejabat pemerintah seperti dikatakannya,

“ Saya benar benar heran dan tidak habis fikir setelah dua belas hari bersama warga yang lain melakukan demo ini, Ternyata benar bahwa rakyat kecil seperti kami ini tidaklah penting dimata pejabat pemerintah buktinya sampai hari ini tak satupun dari mereka mau datang dan melihat atau mendengar keluhan dan harapan kami, sekarang ini sudah dua minggu berlalu semua fihak tak ada memperlihatkan  niat baiknya contohnya seperti pengurus yayasan yang jelas jelas merampas hak kami selama bertahun tahun satupun tak ada yang peduli lalu Pak Kades, Pak Camat apalagi Bupati dan DPRD Kabupaten Kampar benar benar mereka tidak terbuka hatinya untuk nasib kami, Hanya Pak Kapolsek yang peduli dengan kami dan mau melihat dan kondisi kami disini, Dimana negara ini saat nasib kami terzholimi seperti ini, Kami warga yang taat aturan dan hukum selalu menggunakan hak pilih dalam pemilu tapi ketika saat seperti ini kami dilupakan.” Ungkapnya

Semakin  miris memang ketika kita lihat dilokasi aksi damai karena terlihat anak anak usia sekolah dan ada Yang masih balita harus di lahan perkebunan Kelapa sawit ini karena ibunya ikut bersama ibu ibu yang lain melakukan aksi damai, Terlihat juga Nenek nenek yang usianya sudah lebih diatas  70 tahun juga ikut dan berada di lokasi aksi damai apalagi kalau waktu  malam hanya berpenerangan lampu minyak dan batang kayu sebagai api unggun terlihat semakin miris, Dan kondisi ini bukan menyurutkan tekad dan semangat para warga tetapi justru kebersamaan ini semakin memnatapkan tekad dan semakin kuat kebersamaan warga adat kampar kiri seperti yang di sampiakan Dirhamzah Datok Marajo yang mantan datok Ninik Mamak Kenagarian Kampar Kiri

“ Saya sebagai orang tua dan orang yang menjadi saksi sejarah akan status tanah ulayat ini sangat prihatin dan terharu melihat semangat dan kebersamaan anak kemenakan punya tekad menuntut hak dan keadilan sampai seperti ini, Saya merasa bersalah sebagai Orang yang pernah duduk dan dipercaya sebagai Datok Adat Ninik Mamak di kenagarian Kampar Kiri, Hal itulah yang mendorong saya berada disini saat ini dan bersama anak kemenakan bersama menyatukan niat dan tekadnya di atas lahan kelapa sawit yang berada diatas tanah Ulayat ini, Sedikit banyak saya tau proses dan status tanah ini bahkan saya juga memegang dokumen tanah ulayat ini bersama datok yang lain, Sekarang ini saya telah dicap oleh pengurus yayasan sebagai provokator dan penghasut warga untuk melakukan aksi damai ini dan saya menganggap tuduhan itu sebagai bukti bahwa mereka sudah mulai kebingungan untuk membuat alasan alasan seperti yang sudah sudah mereka sudah terlihat gusar karena saat ini warga masyarakat adat ini sudah tau semua bahwa selama ini mereka telah menipu dan membodohi kami jadi dengantuduhan itu saya anggap angin lalu saja.” Katanya

Ditambahkanya bahwa aksi ini terus akan berlanjut sampai ditemukan solusi dan dipastikanya hak warga masyarakat terpenuhi walaupun sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan itu tidaklah menyurutkan semangat perjuangan masyarakat melakukan aksi damai bahkan dalam minggu ini kalau pemerintah masih diam saja maka sebagian warga masyarakat akan melakukan aksi damai ke Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Kampar Tegasnya.**(widiarta)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -