Mewujudkan RSUD Bengkalis Sebagai Rumah Sakit Rujukan Yang Paripurna
Senin, 04 Juni 2018 - 16:57:24 WIB
BENGKALIS (DetakRiau.com) - Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 17 tahun 2004 maka RSUD Bengkalis berubah menjadi Rumah Sakit Daerah yang dikelola sebagai BUMD Kabupaten Bengkalis.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1217/Menkes/SK/XI/2007 tentang Peningkatan Kelas RSUD Bengkalis milik Pemerintah Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau, RSUD Bengkalis  telah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah type B.

Peningkatan mutu dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan hingga pada tahun 2012 RSUD Bengkalis telah memiliki 13 kegiatan pelayanan kesehatan yang meliputi; K3RS, Pencegahan Infeksi Nosokomial, Pelayanan Instalasi Bedah Umum, Pelayanan Radiologi,  Pelayanan  Laboratorium dan Pelayanan Farmasi, Rawat Jalan, Rawat Inap, Pelayanan Haemodialisa, serta Medical Check Up. Izin Operasional yang berlaku saat ini adalah Keputusan Gubernur Riau Nomor KPTS.677/IX/2014 tanggal 25 September 2014 tentang Pemberian perpanjangan Izin Penyelenggaraan Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis. RSUD Bengkalis sudah menjadi Rumah Sakit BLUD sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Bengkalis Nomor 530/KPTS/XII/2014 tentang penetapan RSUD Bengkalis sebagai Badan Layanan Umum Daerah terhitung sejak tanggal 29 Desember 2014.


Ditahun 2018 ini Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis memiliki Visi yakni “Mewujudkan RSUD Bengkalis Sebagai Rumah Sakit Rujukan yang Paripurna” dan Misinya adalah Meningkatkan Propesionalisme Sumberdaya Manusia, Menyelenggarakan Pelayanan yang Prima dan Mengembangkan Sarana Prasarana yang Berkualitas. Adapun beberapa pelayanan prima 24 jam yang dimiliki RSUD Bengkalis saat ini diantaranya, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Farmasi (IF), Instalasi Laboratorium (IL), Instalasi Radiologi (IR), Instalasi Kamar Bedah (IKB), Ambulance, Dokter Jaga. Dan Ruang Rawat Inap terdiri dari, Ruang Asoka yang berada di lantai 4, Ruang Jasmin berada dilantai 3, Ruang Cempaka berada dilantai 3, Ruang ICU berada dilantai 3, Ruang Anggrek berada dilantai 2, Ruang Mawar dilantai 2 dan kemudian Sistim Proses Pelayanan Rawat Jalan diantaranya : Pengambilan nomor antrian, Pendaftaran (Umum, BPJS, Asuransi Lain) Ruang tunggu Poliklinik menunggu pemanggilan di poliklinik yang dituju, Pemeriksaan di Poliklinik, Pemeriksaan Penunjang bila diperlukan (Laboratorium, Radiologi, Patologi Anatomi), Pemeriksaan kembali di poliklinik bila diperlukan, Pengambilan Obat, Pembayaran dikasir untuk pasien umum serta dilengkapi beberapa fasilitas penunjang pasien yakni, Radiologi terdiri dari : Rontgen, USG 3 Dimensi, CT-SCAN, Kemudian Laboratorium, Patologi Anatomi dan Unit Pelayanan Transfusi Darah.


Didukung dengan unit penunjang antara lain unit laboratorium central dan laboratorium gawat darurat, radiologi, patologi klinik, anestesi, dan rehabilitasi medik lengkap dengan dokter spesialisnya, fisioteraphy dan juga farmasi rawat jalan, farmasi rawat inap serta instalasi rawat darurat yang melayani tujuh hari dalam seminggu selama 24 jam”ucap Plt RSUD Bengkalis, dr.Ersan Saputra TH. Ia juga menambahkan bahwasannya ICU Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis berhasil melakukan  Operasi Percutaneous dilational tracheostomy atau dapat disingkat dengan PDT. RSUD Bengkalis juga memiliki Dokter Anastesi yaitu Dr. Ferdinan Andreas Chandra, Sp.An. M.Kes. An juga selaku Kepala ICU RSUD Bengkalis dan Dr. Mufti, Sp.An, M.Ked. An. Trakeostomi adalah prosedur bedah yang dilakukan dengan membuat lubang di saluran udara atau trakea untuk memasukkan tabung yang dapat membantu pasien yang kesulitan bernapas dan mengalami penurunan kadar oksigen yang signifikan atau kegagalan sistem pernapasan.Lanjut dr.Ersan


“ Pada PDT, sayatan kecil akan dibuat di tenggorokan dan jarum kecil akan digunakan untuk membuat lubang. Lubang tersebut akan digunakan untuk memasukkan tabung ke saluran udara. Ukuran sayatan yang kecil dapat mengurangi risiko pasien terkena infeksi atau cedera akibat operasi. Waktu pemulihan juga akan menjadi lebih singkat” Ujar Dr. Ferdinan Andreas Chandra, Sp.An. M.Kes. An. Prosedur ini terbilang dapat dilakukan di unit perawatan intensif atau di tempat tidur pasien dan tidak perlu menggunakan ruangan operasi lagi.  sejauh ini untuk Kabupaten Bengkalis,  Operasi PDT hanya baru dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Kecamatan Mandau saja.


Keunggulan PDT ini adalah berfungsi membantu pernapasan pasien yang akan di operasi pada bagian tenggorokan sehingga tidak merusak pita suara, karena PDT menggunakan saluran nafas langsung pada tenggorokan dan tidak memerlukan mesin ventilator lama. Selain itu Ukuran sayatan yang kecil dapat mengurangi risiko pasien terkena infeksi atau cedera akibat operasi. Waktu pemulihan juga akan menjadi lebih singkat.Imbuhnya sambImage may contain: one or more people and indooril menunjukan beberapa contoh dalam gambar.

Image may contain: one or more people and indoorImage may contain: one or more people and indoorImage may contain: one or more people and indoor
Image may contain: one or more people and indoorImage may contain: one or more people and indoor
Fasilitas penunjang Rumah Sakit

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis resmi menyandang predikat sebagai rumah sakit (RS) bintang lima atau predikat Paripurna. Predikat ini setelah dinyatakan lulus akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).“Alhamdulillah, RSUD Bengkalis telah menyandang RS bintang lima. Predikat Paripurna merupakan predikat tertinggi dari lima tingkatan yaitu perdana (bintang satu), dasar (bintang dua), madya (bintang tiga), utama (bintang empat) dan paripurna (bintang lima),” ungkap Plt Direktur RSUD Bengkalis dr. Ersan Saputra TH lagi.Berdasarkan informasi yang dihimpun dari KARS, di Propinsi Riau terdapat delapan RSUD yang sudah dinyatakan lulus akreditasi. Kedelapan RSUD tersebut yakni, RSUD Bengkalis, RSUD Kecamatan Mandau, RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, RSUD Jiwa Tampan, RSUD Petala Bumi Pekanbaru, RSUD Indra Sari Rengat, RSUD Dumai, RSUD Kepulauan Meranti.Dari delapan RSUD yang dinyatakan lulus akreditasi, tiga RSUD dinyatakan lulus dengan predikat RS Paripurna alias bintang lima, yakni RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, RSUD Jiwa Tampan dan RSUD Bengkalis.Yang lebih membanggakan RSUD Bengkalis merupakan rumah sakit kabupaten yang pertama lulus akreditasi paripurna di Provinsi Riau.Tujuan dan manfaat dari akreditasi RS untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, karena RS berorientasi pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien.Kemudian, proses administrasi, biaya dan pengelolaan sumberdaya manusia lebih efisien, menciptakan lingkungan internal RS yang lebih kondusif, mendengarkan pasien dan keluarga, menghormati hak pasien dan melibatkan mereka dalam proses perawatan. Memberikan jaminan, kepuasan dan perlindungan kepada masyarakat atas pelayanan kesehatan.


Image may contain: one or more people and indoor
Fasilitas Penunjang Rumah Sakit

Seperti diketahui, proses penilaian dilaksanakan pada tanggal 24 sampai 26 Oktober 2017 melalui wawancara dengan pemilik rumah sakit, pimpinan rumah sakit, staf, pasien dan keluarga.Kemudian observasi terhadap fasilitas, alat dan prosedur tindakan serta kelengkapan dokumen, SOP dan bukti pelaksanaan. Penilaian akreditasi dilaksanakan oleh surveior dari KARS yaitu dr. Sudasri, MARS selaku ketua tim penilai, dr. Nurhayati, Sp.A dan Ns. Kusnanto, S.Kep, MARS.


Terkait Visi dan Misi Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis dalam “Mewujudkan RSUD Bengkalis Sebagai Rumah Sakit Rujukan yang Paripurna”,salah seorang tokoh masyarakat Drs.Husor Parisan Sitompul menyebutkan Bahwa kita sangat mendukung dan mensuppot serta mengapresiasi atas komitmen Pemkab Bengkalis, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Karena setiap tahun tampak ada peningkatakan pembangunan sarana Pelayanan di RSUD Bengkalis dan sudah semestinya ditingkatkan dan peningkatan mutu serta kulalitas harus  seimbang dengan pelayanan terhadap pasien agar terwujudnya visi misi RSUD Bengkalis “Mewujudkan Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis Sebagai Rumah Sakit Rujukan yang Paripurna”yang bermutu prima kepada seluruh lapisan masyarakat,semoga hal itu dapat menjadi wujud nyata dan dirasakan oleh seluruh masyarakat yang ada di kabupaten bengkalis umumnya.”imbuhnya.

Sementara Terpisah, SAHARI warga Desa Tanjung Damai kecamatan Siak Kecil saat merujuk orang tuanya Zai 68 Tahun warga Desa Lubuk Muda ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bengkalis dengan Keluhan Diabetes dan Asam Lambung, jum’at (1/6/2018) mengatakan, begitu sampai di RSUD Bengkalis Instalasi Gawat Darurat (IGD) tidak menunggu lama langsung ditangani oleh pihak Rumah Sakit (RS) Dengan keluhan yang diderita orang tuanya.

Alhamdulillah sungguh baik Dan Bagus  pelayanan yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit (RS) Instalasi Gawat Darurat (IGD) terhadap Pasien, dari pengecekan jantung terhadap pasien maupun mengambil simple darah, begitu sudah selesai dilakukan pengecekan oleh pihak  Rumah Sakit (RS) Instalasi Gawat Darurat (IGD) lalu pasien dipindahkan ruangan rawat inap lantai dua diruangan anggrek nomor  223. Walaupun pasien tidak memiliki BPJS, hanya Surat  keterangan dari desa Lubuk Muda dalam pengurusan BPJS, pihak Rumah Sakit (RS) tetep bekerja exsra mengkedepankan didalam penanganan terhadap penyakit diderita Pasien.


Image may contain: 1 person, sitting
Anggota Legislatif DPRD Bengkalis Komisi IV, Irmi Syakip Arsalan S.sos yang Membidangi Tentang Kesehatan.


Hal senada juga disampaikan oleh anggota legislatif DPRD Bengkalis komisi IV, Irmi Syakip Arsalan menuturkan kepada awak media beberapa waktu lalu di Masjid Raya Istiqomah Bengkalis mengatakan,Yang pertama kita memberikan Apresiasi atas Terobosan yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis yang telah Terakreditasi dengan RS Paripurna,tapi yang kita harapkan dengan Terakreditasi ini harus berbanding Lurus dengan kondisi,manajemen,peralatan dan pelayanan harus seiring. Jadi ketika kita mendapatkan kredible atau prediket yang baik dengan paripurna bintang Lima harus sesuai dengan kondisi internal RS itu, paling tidak dengan secara pelan-pelan didukung melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pihak menjalankan beberapa ketentuan yang melekat kepada Lebel akreditasi kepada Paripurna itu tadi, terang Anggota DPRD Bengkalis Komisi IV Irmi Syakip Arsalan S.sos. “ Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis harus Menyesesuaikan Predikat Bintang Lima itu Sendiri.Karna ini menjamin menyangkut mutu, baik kualitas pelayanan,kita juga tidak mau hanya sebatas lebel Realiatas tidak demikian,”. Sambung Irmi, Pihak RSUD juga sudah melakukan Rekrutmen terhadap kekurangan tenaga Medis, karena juga menyangkut ketentuan yang harus terpenuhi ketika RSUD ini sudah mendapat Type Rumah Sakit B. jelasnya lagi.

Menurut peraturan Mentri Kesehatan itu satu tempat tidur satu orang Perawat untuk penjaganya, dan juga pihak Rumah Sakit sudah melakukan Rekrutmen itu. Tapi hari ini masih menungguhasil seleksinya, upaya-upaya untuk memenuhi Standar-standar dari Rumah Sakit itu sudah dilakukan, tentu banyak hal lagi yang dilakukan melalui pembenahan. Ingin Irmi Syakip. Berharap “ Pihak manajemen harus bersinergi melakukan kerjasama yang baik, karna kuncinya Leadership,top Leader,middle sampai level Bawahnya,”. Kita dari pihak DPRD Komisi IV Memberi Dukungan Penuh terhadap Pelayanan Kesehatan ini, karna selain ketentuan UU Kewajiban 10 persen itu menyangkut hajat hidup orang banyak kawan kawan di DPRD Memberikan Dukungan yang cukup kuat di pelayanan kesehatan menjadi pelayanan Dasar.


Tentu kita menyesuaikan dengan kondisi keuangan utamanya,sesuai dengan Regulasi selagi itu mendesak dan dibutuhkan prioritas kita akan dorong untuk menjadi sesuatu kebijakan. Lanjutnya lagi, Sebagaimana visi dan misi Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis harus benar-benar terlaksana sesuai dengan apa yang diharapkan bupati Bengkalis belum lama ini dalam kunjungannya ke RSUD Bengkalis terkait pelayanan terhadap masyarakat harus lebih diprioritaskan dan benar-benar dijalankan.ucapnya.

Disamping itu sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang lainnya harus betul betul di maksimalkan demi kenyamanan dan keamana pasien maupun pengunjung sebagaimana visi RSUD Bengkalis Mewujudkan Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis sebagai Rumah Sakit Rujukan Paripurna, saya yakin dan optimis apa yang diharapkan bupati bengkalis dapat dilaksanakan oleh Plt Direktur RSUD Bengkalis. tutup Anggota DPRD Bengkalis Komisi IV ini. (ADV Diskominfo)








 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -