Freeport Nyicil Bayar Pajak Air Papua 1,8 Triliun
Kamis, 02 Agustus 2018 - 17:14:25 WIB
JAKARTA (DetakRiau.com) Jangan menunda nunda membayar pajak jika tidak
ingin mengalami seperti yang dialami perusahaan raksasa PT Freeport
Indonesia penghasil emas terbesar yang diputus membayar  pajak air permukaan selama lima tahun.

Dalam rapat antara  Pemerintah Propinsi Papua, PT Freeport Indonesia. Dirjen ESDM dengan difasilitasi oleh DPD RI yang diwakili Ketua DPD Oesman Sapta Odang.

Rapat berhasil menyepakati pembayaran pajak air permukaan yang akan dibayar dalam tempo 5 hari terhitung sejak  pertemuan tanggal 1 Agustus 2018 di Gedung DPR RI Jakarta.

Putusan tersebut adalah  tindak lanjut atas putusan Pengadilan Pajak Jakarta, yang  memeritahkan pada  Freeport membayar pajak air tanah sebesar Rp 1,8 triliun.

Pihak Direksi Freeport  awalnya telah menemui Pemprop Papua untuk membicarakan pembayaran pajak air  sebesar Rp 800 milyar.

Tapi  Pemprop Papua dan Majelis Rakyat Papua menolak serta meminta agar  putusan pengadilan pajak Jakarta   di jalankan oleh Freeport dalam tempo 14 hari. 

Sebelumnya Pemprop Papua telah memberikan sanksi untuk tidak memberikan izin baru untuk melakukan penambangan dalam baru, serta tidak menerbitkan izin pembuangan limbah agar tidak merusak lingkungan kepada Freeport, ujar Gerzon Jitmau Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Pemprop Papua.

Sebagai jalan tengah kemudian dilakukan lobi dengan para pihak. Dengan kesepakatan Freeport akan membayar dua tahap berturut turur sebesar Rp 1 Triliun pada tahun 2018.  Dan sisanya Rp 800 milyar akan dibayar pada  tahun berikutnya.. Yang akan diikuti kemudian dengan pelayan izin baru untuk Freeport.

"Pembayaran tersebut telah disepekati setelah dilakukan negosiasi bersama", kata OSO. Erwin Kurai


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -