Menerima Demokrasi, UAS Ingatkan MPR Tak Merubah Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Kamis, 30 Agustus 2018 - 17:27:30 WIB
JAKARTA (DetakRiau.com) Ustadz Abdul Somad yang populer dan viral di sosial media dengan akronim UAS 
membuat kejutan terpanas saat diundang tampil menjadi penceramah didalam peringatan 73 tahun MPR RI
di Jakarta rabu malam (29/8/2018) kemarin.

Dengan cara dakwah yang khas  ia mengatakan, mestinya saya yang akan dilantik oleh MPR,  kalau saya ikuti  fatwa Ijtima ulama yang menetapkan Ustadz Abdul Somad sebagai calon wakil Presiden dalam pilpres 2019.

"Namun, akan tetapi karena kemampuan saya dalam mengajar anak anak yang bersekolah di Taman Kanak
Kanak saja, tak bisa, sebab saya bukan ahlinya. Setiap pekerjaan yang baik, sebaiknya diserahkan pada ahlinya.
Dan saya cuma ustadz yang viral karena ummat", kata UAS merendah.

Dikatakan, banyak yang tak tau saya siapa. Saya dalam kesempatan ini minta agar tidak menghapus Pancasila, terutama  sila yang pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena jika  apabila sila ke satu dihapus, akan tumbuh subur Komunis, akan muncul Ateisme,  tegas UAS sambil dua kali
mengingatkan MPR ."Tugas MPR mengamankan Pancasila", tambahnya lagi .

Pria yang mengaku lulusan  Al Azhar di Kairo dan Maroko membikin tambah panas suhu politik karena dirinya sebagai tokoh Islam yang telah menerima demokrasi.

"Demokrasi mengajarkan suara terbanyak suara Tuhan. Oleh karena itu dalam memilih pemimpin jangan sampai jadi golput atau tidak menggunakan hak pilih",  kata  UAS yang mengaku dari Riau Propinsi terkaya tapi banyak warganya yang masih hidup di dalam kemiskinan.

Bachtiar Aly pimpinan Badan Sosialiasi 4 Pilar di MPR dalam kesempatan terpisah menyatakan bangga masih banyak generasi muda yang mempelajari Pancasila.

"Bangsa Indonesia sebenarnya sudah memiliki nilai nilai
luhur yang tertuang di dalam Pancasila,  yang kini sedang diupayakan untuk dikembangkan oleh anak anak muda
kita", kata  guru besar komunikasi yang jadi juri lomba cepat tepat tentang Pancasila. Tampil sebagai juara untuk jenjang
pendidikan tinggi, Universitas Syiah Kuala, dari propinsi Aceh. Dan untuk  tingkat sekolah menengah atas di menangi  oleh  SMAN 1 Kota Metro, Propinsi Lampung.

Tiba merespon telah berangkulannya Jokowi dengan Prabowo saat berlangsung Asian Games. Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan,  kontestasi pilpres adalah antar sesama anak bangsa. Partai boleh beda tetapi tetap merah putih yang di dahulukan. Dan jangan menghalalkan segala cara. Kita tunggu adu gagasannya saja, ujar  Ketua MPR  yang bertugas mengawal Pancasila.

Masarakat suka cita menyambut Jokowi dan  Prabowo berangkulan kembali. Rakyat yang memilih nanti pada pilpres 2019, kata Ace Hasan Syadzily dari Fraksi Partai Golkar. Erwin Kurai   


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -