Politisasi SARA Dilarang, Prabowo Harus Punya Gagasan Besar
Senin, 10 September 2018 - 17:37:26 WIB
JAKARTA (DetakRiau.com) Kubu Prabowo Soebianto akan banyak kehilangan
banyak isu menghadapi kampanye dari Presiden Jokowi di kampanye pilpres
2019, kecuali dalam hal isu ekonomi yang belum banyak berubah seperti kesenjangan  antar ekonomi daerah dan pendapatan antar warga negara.

Ini diutarakan Ray Rangkuti dalam diskusi Kebhinekaan yang di gelar MPR di Jakarta Jumat (7/9/2017).

Namun demikian Jokowi juga akan lebih mudah menyerang balik Prabowo karena selama empat tahun menjadi presiden. Jokowi senyatanya telah kelihatan ada hasilnya dalam membangun Indonesia, walau meski dalam sisi mikro belum semua membaik. 

Jokowi diuntungkan apalagi hari H pilpres masih baru digelar
April  tahun depan. Artinya, tim Jokowi masih punya waktu banyak untuk membalikkan keadaan ekonomi yang lebih baik lagi,kata Ray.

Dia berharap isu SARA yang dilarang dalam UU Pemilu bisa diminimalisir meski delik pidananya belum diatur dengan jelas benar. Didalam UU Pemilu memang diatur sanksi bagi yang melakukan serangan  SARA  dengan hukuman  selama 1 tahun dan denda Rp 1,5 juta, jelasnya.

:Saya berharap adu gagasan visi misi akan dibawa kemana kita dalam lima tahun mendatang oleh masing masing capres Jokowi dan Prabowo akan lebih dominan nantinya", jelasnya.

Dan Prabowo harus punya gagasan besar apabila mau mengimbangi Jokowi  utamanya dalam menghadapi tantangan bangsa di masa yang akan datang, bukan cuma memunculkan tema isu per isu saja, tegasnya.

Isu SARA muncul lagi dalam Pilkada DKI Jakarta pada tahun 2017 yang lalu. Pada masa reformasi 1998 isu SARA sudah hilang,  diganti dengan isu putra daerah, kata Ray. Erwin Kurai.



 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -