Pertemuan IMF dan Bank Dunia Hanya Untuk Memperkuat Ketergantungan Ekonomi
Kamis, 11 Oktober 2018 - 18:13:14 WIB
JAKARTA (DetakRiau.com) Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia yang telah memilih Bali sebagai tempat annual meeting harus disambut baik.

Meski hasilnya nanti belum bisa diharap banyak akan membawa perubahan dalam tata kelola baru pembangunan dan moneter oleh IMF dan Bank Dunia setelah   pertemuan Bali  tanggal 8 - 13 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali.

Hal ini diutarakan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno ekonom lulusan Vreij University  Belanda saat di temui di gedung DPR Jakarta Kamis  (11/10/2018).

Pendekatan IMF dan Bank Dunia dipastikan masih seperti yang di jalankannya selama ini,katanya, apalagi negara besar yang mendirikan IMF dan Bank Dunia masih merasa nyaman dengan keadaan IMF dan Bank Dunia yang saat ini.

Mulai semenjak menginjakkan kakinya di Bali,awalnya  Direktur pelaksana IMF Christine Legarde, sudah mulai mencoba berpihak  dengan berbelanja kepada pedagang kecil  dan menyumbang korban bencana di Lombok dan Palu.

"Namun keputusan yang diambil oleh  Christine Legarde sebagai Direktur IMF tetap tak akan bisa bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat  dan Eropa sebagai penyumbang dana terbesar  di IMF dan Bank Dunia.
Seperti untuk menjadi Direktur IMF, saratnya harus orang yang berkiblat kepada Amerika Serikat meski darahnya  Eropa", ungkap Hendrawan.

Kendatipun pada kenyataanya gap ekonomi dan kemiskinan antar negara semakin besar. Yang merupakan buah langsung dari pada ekonomi  ketergantungan atau yang besar dapat lebih banyak, sedangkan yang kecil mendapat semampunya.

Dengan perkataan lain, artinya, kapitalisme belum mampu  melahirkan kesejahteraan, kapitalisme belum bisa melahirkan stabilitas termasuk dibidang moneter dan mata uang. Termasuk IMF dan Bank Dunia yang berjalan sendiri sendiri apalagi, yang akan jadi  cermin ekonomi atas konstruksi politik, tegas Hendrawan.

"Dimata saya sosok  Presiden Jokowi bukan sosok yang liberal atau pro pasar", kata Juliari Batubara ekonom lulusan Amerika Serikat  sebelumnya.

"Tidak benar kalau Jokowi disebut sudah tak sejalan lagi dengan Trisakti. Jokowi menolak menaikkan harga BBM dan tidak menaikkan iuran BPJS seperti yang di kehendaki oleh pelaku pasar adalah karena Jokowi menjalankan Trisakti", jelas anggota DPR dari dapil Semarang, Propinsi Jawa Tengah.

Dalam siaran persnya Helda Khasmy juru bicara Konferensi Rakyat Global mengatakan pertemuan Bali hanya cuma kedok untuk terus menyabot ekonomi, sumber daya alam dan hak hak masarakat.

Demi untuk keuntungan perusahaan global dan negara adi daya. Dengan pendekatan memaksimalkan pembiayaan pembangunan oleh IMF dan Bank Dunia dengan mempengaruhi kebijakan ekonomi domestik.
Dengan mengutamakan investor besar dari pada ekonomi yang berorientasi pada rakyat. Erwin Kurai


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -