Pemerintah Tak Naikkan Premium Untuk Menjaga Daya Beli Masarakat
Senin, 15 Oktober 2018 - 18:54:02 WIB
JAKARTA (DetakRiau.com) Presiden Joko Widodo sangat mempertimbangkan daya beli masarakat yang telah membaik, dengan tidak menaikkan  harga BBM sejak tahun 2016-2018.

"Tak sependapat saya apabila dikatakan Presiden tidak konsisten. Sepanjang kebijakan belum diputuskan oleh Presiden. Artinya usulan dari Menteri masih dalam proses administrasi biasa".

Penegasan ini diutarakan  Satya Widya Yudha mantan Ketua Komisi Migas DPR saat berlangsung diskusi yang digelar oleh MPR dengan tema : Fluktuasi Harga BBM Yang Mengacu Konstitusi  di Jakarta  senin (15/10/2018).

Lebih lanjut dikatakan, meski kendati walau secara ekonomi Pertamina rugi besar kerena menjual BBM lebih murah dari harga produksi dan harga minyak di pasar.

"Tetapi Pertamina kan sudah mendapat income baru berdasar putusan pemerintah, yang menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam dan Blok Rokan yang sebelumnya dikelola oleh pihak asing", jelasnya.

Dengan demikian secara moneter tidak benar kita akan menuju hiper inflasi dengan melemahnya rupiah atas dolar AS. Sebab, karena, semua negara berkepentingan agar pasarnya semakin membaik, jelasnya.

Makanya, kita tak mau masuk OBOR dengan menggunakan mata uang Tiongkok dan tetap menggunakan dollar Amerika Serikat sebagai mata uang devisa, karena kita tidak mau terikat pada satu mata uang saja, kata Satya. Erwin Kurai.


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -