Elite Pertontonkan Pelanggaran Etika Yang Semakin Memburuk Jelang Pemilu
Selasa, 12 Maret 2019 - 16:17:04 WIB
Jakarta (DetakRiau.com) Etika berpolitik jelang pemilu 17 April 2019
semakin terus memburuk dengan semakin maraknya fitnah, emosi saling
serang dan hoak untuk memproduksi berita bohong. Padahal MPR telah
memiliki ketetapan tentang etika dalam bernegara.

Ini terungkap dalam benang merah Diskusi 4 Pilar oleh MPR yang berjudul : Etika Politik Dalam Pemilu 2019, dengan menghadirkan pembicara anggota MPR Johny Plate dan anggota DPD Ahmad Muqowam di Jakarta pada hari senin (11/3/2019) kemarin.

Oleh karena itu, keduanya kompak berharap pada integritas KPU agar bisa dapat meminimalisir jual beli suara di saat pemilu legislatif berlangsung antara caleg yang tidak terpilih dengan caleg yang kekurangan suara seperti yang lazim sudah terjadi  pada setiap pemilu sebelum sebelumnya.  Apalagi pada sisi lain Bawaslu tak diberikan kewenangan oleh DPR untuk  membatalkan caleg yang terpilih lewat cara membeli suara milik caleg orang lain.
 
Prilaku lainnya adalah masih maraknya money politik untuk mendapatkan nomor kecil untuk jadi caleg atau masuk kedalam daftar antrian nomor besar atau masuk dalam daftar tunggu jika masuk partai politik dengan tanpa biaya mahar.

Apakah masih ada etika dalam perpolitikan pada hari ini, kata Johny Plate.

"Berpolitik memang harus dengan etika yang menjadi konsensus dasar bernegara. Kalau saya disuruh memilih antara negara bubar atau pemilu. Saya akan memilih mempertahankan negara saya", jawabnya.    

Dan walau dalam pada kenyataannya  etika sekarang sudah dilanggar dengan cara cara yang luar biasa di ruang publik, imbuhnya, Erwin  Kurai.


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -