Ahlul Bait Penganut Syiah Luncurkan Buku Manifesto ABI di DPR
Rabu, 13 Maret 2019 - 15:52:04 WIB
Jakarta (DetakRiau.com) Ahlul Bait Indonesia, ABI,  menerbitkan buku
Manifesto ABI yang pertama kalinya bertempat di ruang GBHN Gedung  DPR
RI di Jakarta Rabu siang (13/3/2019).

Buku setebal 48 halaman yang dicetak dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab dirumuskan oleh Dewan Syura ABI dengan cover warna hijau.

Dalam manifestonya ABI menyatakan, Pancasila adalah landasan bernegara yang terdiri dari lima sila sebagai tercantum dalam pembukaan UUD 1945, mengandung prinsip prinsip utama yang menjadi orientasi hidup bernegara atau bintang penuntun dan landasan titik temu dari kebhinekaan Indonesia seperti yang diutarakan oleh penggalinya Ir Soekarno.

ABI meyakini Pancasila adalah dasar negara dan asas berbangsa.

ABI menerima Islam Nusantara sebagai sebuah pola pengamalan ajaran Islam yang sesuai dengan budaya, adat istiadat dan nilai luhur bangsa selama tidak bertentangan dengan prinsip utama ajaran Islam.     

Ummat Islam adalah komponen terbesar bangsa yang memainkan peran utama dalam perjuangan mewujudkan dan mempertahankan  kemerdekaan serta menjaga kesinambungan pembangunan bangsa dan negara.

ABI memandang bahwa istilah umat Islam berlaku bagi seluruh penganut agama Islam tanpa diskriminasi dan percaya bahwa tidak ada satu kelompok atau organisasi manapun dalam Islam yang berhak mengklaim untuk mengatasnamakan seluruh ummat Islam.

Terkait atas isu internasional, ABI melunak kepada Iran dan Syria. Sebaliknya  mengecam Arab Saudi yang telah membuka hubungan diplomatik dengan Israel. ABI juga mengecam Amerika Serikat atas dukungannya kepada koalisi Arab Saudi yang melakukan agresi atas Yaman.    

Selanjutnya agenda dilanjutkan dengan seminar  Kebangsaan NKRI : ber Pancasila atau ber Islam dengan menghadirkan pembicara  Usman Hamid dari Amnesty Internasional untuk Indonesia, Muhsin Labib dari Dewan Dakwa  ABI dan Erlangga Pribadi Kusnan dari The Initiative Institute.

Usman Hamid mengatakan, tak satu penganut agamapun bisa merubah keyakinan orang lain dengan mengusir umat beragama dari kampung halamannya, ujarnya.

Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 saat merumuskan  Pancasila  banyak menjelaskan tentang Islam apabila dibandingkan dengan Muhammad Yamin dan Soepomo.

Pada tanggal 22 Juni 1945 Soekarno setuju Jakarta Charter, dan saat kembali ke UUD 1945 pada tahun 1959, Soekarno yang mengatakan Piagam Jakarta menjiwai UUD 1945. Apabila  masih ada tokoh Islam yang tidak suka dengan Soekarno adalah ahistoris, tegas Erlangga 

Acara berlangsung selama 3 jam dari Pukul 10.00 sampai 13.00 WIB, diakhiri dengan makan siang  bersama dengan menu nasi uduk kuning dengan  ayam bakar, telor dadar dan perkedel khas kuliner nasi bungkus Betawi. Sementara di pintu masuk tampak karangan bunga dari Gubenur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan. Erwin Kurai


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -