RUU Pesantren akan Dikebut 2 Bulan, Setelah 3 Kali Ganti Nama
Jumat, 29 Maret 2019 - 13:51:23 WIB
Jakarta (DetakRiau.com) Rapat Paripurna DPR yang dipimpin Agus Hermanto dari Fraksi Partai Demokrat menyetujui perpanjangan pembahasan 8 Rancangan Undang Undang. 

Yakni meliputi antara lain revisi atas UU Aparatur Sipil Negara, RUU tentang Masarakat Adat, RUU tentang Perkoperasian, RUU tentang Larangan Persaingan Tidak Sehat dan Larangan Praktek Monopoli. 

Selain itu, RUU tentang Ekonomi Kreatif, RUU tentang Wawasan Nusantara, RUU tentang Kewirausahaan Nasional, serta RUU tentang Sistim Nasional  Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, untuk dibahas pada masa sidang yang berikutnya. 

Keputusan tersebut diambil setelah  disetujui oleh 10 Fraksi di DPR pada  Sidang Paripurna yang berlangsung hari kamis (28/3/2019) kemarin.

Di hari selasa yang lalu, wakil Ketua Komisi VIII Marwan menyatakan, Komisi VIII akan membahas RUU Pesantren selama 2 bulan untuk disahkan menjadi Undang Undang.

RUU Pesantren adalah usul inisiatif DPR yang disetujui pada awal tahun ini, setelah bolak balik antar fraksi sejak selama 10 tahun lalu. 

Pada awalnya, RUU nya  bernama RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan dalam rangka mengakomodir pendidikan agama selain Islam.

Akan tetapi didalam perjalanannya setelah pembentukan Panja yang berlangsung hari senin bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin yang dipimpin oleh Ketua Komisi VIII Buya Ali Taher Parasong dari Fraksi PAN, yang juga caleg DPR dari Tanggerang Raya, Propinsi Banten, 

Kemudian kembali muncul wacana, agar nama RUU nya dikembalikan menjadi RUU Pesantren  sebagaimana asal awalnya dahulu. "Soal nama apa yang akan disetujui nanti akan dibahas dengan pemerintah dalam rapat Panjai". kata Marwan Dasopang Ketua Panja RUU Pesantren. Erwin Kurai. foto rol 


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -