Pemerintah Belum Setujui Pembangunan PLTN Nuklir Rusia
Kamis, 25 April 2019 - 13:38:57 WIB
Jakarta (DetakRiau.com) Pemerintah Rusia kembali mengajukan minat yang sangat tinggi untuk dilibatkan dalam pembangunan PLTN Nuklir di Indonesia. Yang rencananya akan dibangun di Pulau Kalimantan untuk memenuhi pasokan industri di wilayah itu.

Untuk diketahui selama ini realisasinya masih terkendala perizinan yang belum disetujui oleh pemerintah Indonesia.

"Hasil pertemuan Ketua DPD Oesman Sapta dengan Duta Besar Rusia salah satunya adalah membicarakan pembangunan PLTN Nuklir tersebut", kata counselor Rusia Veronika Novoseltseva saat mendampingi Duta Besar Rusia Lyudmila Georgievna Vorobiev.

Sejumlah kabupaten di Kalimantan telah membuka kawasan industri baru untuk mempercepat industrialisasi di Pulau Borneo itu.

"Sumber daya alam Kalimantan mengandung uranium dan bauxit. Rusia menyediakan US $ 25 milyar untuk membiayai industrinya", kata Ketua DPD Oesman Sapta Odang setelah bertemu dengan Dubes Rusia di kediaman Ketua DPD di jalan Kuningan Jakarta (24/4/2019).

Irmadi Lubis anggota Komisi Industri DPR RI mengatakan, PLTN adalah energi bersih lingkungan dari pada batubara dan BBM yang berasal dari fosil yang akan habis dan merusak lingkungan.

Kedepan PLTN sudah menjadi kebutuhan semua negara dengan semakin menipisnya bahan bakar minyak kita dan diketemukannya teknologi mobil listrik dan baterai dengan daya simpan energi yang sangat tinggi.

Hanya cuma masarakatnya harus disiapkan lebih dahulu sebelum memasuki era pembangkit listrik tenaga nuklir, ujarnya. Erwin Kurai.


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -