Rohil (DetakRiau.com) - Pilihan untuk hidup di kawasan pesisir tentu sangat relevan mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas sekitar 17.504 pulau dengan panjang garis pantai kurang lebih 81.00">
 
 
Pastikan Proyek Infrastruktur Berjalan Baik, Bupati Suyatno Tinjau Langsung ke Lapangan
Kamis, 16 Mei 2019 - 21:33:18 WIB
Rohil (DetakRiau.com) - Pilihan untuk hidup di kawasan pesisir tentu sangat relevan mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas sekitar 17.504 pulau dengan panjang garis pantai kurang lebih 81.000 km. Sepanjang wilayah pesisir memiliki potensi sumber daya alam hayati maupun non-hayati, sumber daya buatan serta jasa lingkungan yang sangat penting bagi penghidupan masyarakat.

Kabupaten Rokan Hilir yang berada di pesisir pantai berhadapan dengan  Malaysia ( Selat Malaka) melalui pelabuhan- pelabuhan rakyat yang sudah ada, yaitu Pelabuhan Bagan Siapiapi, Pulau Halang, Sinaboi, Panipahan dan Tanjung Lumba-lumba. Pelabuhan tujuan di Malaysia yang pada umumnya menjadi tujuan utama pemasaran.

Sebagai gerbang lintas batas dari ke Sumatera Utara dengan memanfaatkan jalan lintas Sumatera yang melintasi wilayah Kabupaten Rokan Hilir, serta beberapa jaringan jalan lokal yang terdapat di bagian wilayah sebelah Barat yang berbatasan langsung dengan Propinsi Sumatera Utara

Kabupaten Rokan Hilir juga memiliki keunggulan geografis yang lain sehubungan dengan kedeketan dan aksesibilitasnya yang baik ke kota dumai. Dalam PP No.26 Tahun 2008 tentang RTRWN, Kota Dumai telah ditetapkan sebagai salah satu Pusat Kegiatan Nasional (PKN) di Propinsi Riau,yang salah satu fungsi utama pelayanannya adalah sebagai pusat kegiatan dan alih muat angkutan laut nasional dan internasional, termasuk di dalamnya untuk angkutan CPO dan Migas.Hingga saat ini, keberadaan Pelabuhan Dumai sangat membantu dalam proses angkutan CPO yang diproduksi di Kabupaten Rokan Hilir.


Teks Foto : Bupati Rohil Suyatno  sapa warga saat meninjau proyek infrastruktur jalan

Memiliki wilayah perairan pesisir dan laut yang cukup luas, dan memiliki sumberdaya manusia yang cukup besar dan dipersiapkan terampil pada bidang perikanan sesuai aspek perikanan masing-masin, memiliki fasilitas produksi yang sudah memadai (baik perikanan tangkap, budidaya kerang, dan pengolahan hasil perikanan), harga produk perikanan dari Kabupaten Rokan Hilir dapat bersaing sesuai mutu produk yang dihasilkan, memiliki jaringan distribusi yang cukup baik.
   
Pasar lokal yang cukup besar untuk semua aspek komoniti perikanan, memiliki ketersediaan bahan baku yang tidak jauh dangan pusat pengolahan dan pemasaran.

Telah terbuka media sosial untuk membuka jaringan pemasaran untuk pasar domestik dalam negeri dan luar negeri untuk produk berdaya saing. Keberadaan jasa pengumpul yang mudah ditemui dalam memasarkan barang/komoniti perikan. Kondisi geografis yang memiliki garis pantai begitu panjang ditambah besarnya potensi perikanan yang ada, seharusnya mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang mendiaminya.

Berharap kemakmuran hidup dari potensi dan kekayaan alam yang ada tentu bukan keinginan yang muluk-muluk. Kondisi tersebut tentu sebuah ironi, di tengah gemerlapnya kekayaan alam nan melimpah ternyata belum mampu mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat. Besarnya potensi sektor kelautan seharusnya mampu memberi kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Sektor kelautan juga semestinya memberikan kontribusi yang maksimal terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun hingga sekarang, kontribusi yang disumbangkan masih relatif relatif kecil bila dibandingkan dengan negara lain yang secara geografis memiliki garis pantai lebih pendek.Ketertinggalan masyarakat pesisir sejatinya bukan cerita baru di negeri ini.

Kemiskinan yang mereka alami sekan menjelma menjadi kemiskinan yang bersifat struktural. Masyarakat pesisir ditengarai masih berlum terpenuhi hak-hak dasarnya seperti pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan infrastruktur. Akibatnya masih cukup banyak anak nelayan miskin yang ikut terjebak dalam rantai kemiskinan sebagaimana yang dialami orang tuanya.

Semestinya, kita patut berbangga masih ada masyarakat yang rela mencurahkan hidup untuk mengelolah sumberdaya laut yang ada. Mengingat, pembangunan sektor kelautan merupakan salah satu modal dasar pembangunan nasional, sehingga perlu dikelola secara terpadu dan berkelanjutan dengan ditunjang sistem kebijakan yang memadai.

Sektor kelautan juga membuka peluang bagi bangsa ini untuk menuju persaingan ekonomi global.  Oleh karena itu, upaya memberdayakan masyarakat pesisir dan membebaskan mereka dari kemiskinan dan keterbelakangan menjadi keharusan sebagai langkah awal dalam membangunan sektor kelautan.

Untuk itu, kebijakan yang diterapkan pemerintah seharusnya lebih berpihak lagi pada pemangku kepentingan di wilayah pesisir. Menyikapi kondisi perekonomian masyarakat pesisir saat ini Bupati Rokan Hilir H Suyatno telah memerintahkan semua instansi terkait untuk lebih fokus pada pembangunan dan pentataan wilayah yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.

Salah satu bidang yang sangat penting yang akan menjadi Fokus pembangunan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir adalah pembangunan Infrastruktur . Pemerintah Rokan Hilir menyadari peranan infrastruktur sangat menentukan dalam penjualan hasil kerja masyarakat baik hasil laut maupun hasil daratannya.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir sejak bertahuan tahun telah merencanakan untuk membuat satu jalan yang akan menghubungkan wilayah pesisir yakni meliputi Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kecamatan Kubu, Kecamatan Kubu Babussalam, Kecamatan Pekaitan, Kecamatan Bangko dan Kecamatan Sinaboi . Jalan tersebut selalu disebut sebagai JALAN LINTAS PESISIR .

Teks Foto : Bupati Rohil Suyatno memonitor dan tinjau laungsung tiap progres pembangunan jalan.


Pembangunan Jalan sudah dimulai sejak tahun 2012 dengan membuka kawasan kawasan yang belum terjamah pembangunan jalan. Dan saat ini kondisi jalan sebagian telah terbangun dengan baik , ada jalan yang sudah di bangun hot mix maupun rigid.

Namun secara keseluruhan masih ada beberapa jalan yang masih tanah dan bila musim hujan tiba akan akan sangat susah dilewati yang pada akhirnya akan berpengaruh kepada ongkos angkut hasil masyarakat baik hasil laut maupun hasil pertanian dan perkebunan.

Namun pembangunan jalan ini yang sangat memerlukan biaya yang tinggi sempat tersendat sendat saat kondisi keuangan Negara sedang menurun yang tentunya berpengaruh pada kondisi keuangan di daerah.

Namun hal tersebut tidak memadamkan gairah Bupati Rokan Hilir untuk terus melanjutkan pembangunan wilayah Pesisir dan dengan kegigihan Bupati Rokan Hilir H Suyatno serta Dinas PUTR Rohil, akhirnya untuk sejak tahun 2017 ini fokus Pemkab Rokan Hilir untuk membangun infrastruktur  Wilayah Pesisir mulai mendapat perhatian Pemerintah Pusat dengan dikucurkan puluhan milyar untuk pembangunan jalan lintas pesisir melalui program DAK.

Tidak puas dengan anggaran yang ada Bupati Rokan Hilir juga terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Riau dan hasilnya sangat menggembirakan Pemprov Riau juga mengucurkan dana puluhan milyar untuk pembangunan jalan lintas pesisir.
   
Dan bukan itu saja berkat lobi yang dilakukan oleh Bupati Rohil, Bapak Gubernur Riau dalam kunjungan kerjanya ke Rokan Hilir berjanji akan menembuskan jalan lintas Pesisir dari Kecamatan Sinaboi menuju Kota Dumai.

   
Dan untuk anggaran Tahun 2019 ini Sinergi antara APBD Rohil , APBD Riau dan APBN telah mengucurkan dana untuk pembangunan jalan diwilayah pesisir sebesar :
    APBD Kabupaten Rokan Hilir T.A 2019 sebesar    : Rp.       45.060.000.000.-
    APBD Propinsi Riau T. A 2019 sebesar            : Rp.       34.000.000.000.-
    APBN T.A sebesar                        : Rp.       33.247.292.000.-
    ( Sumber Dinas PUTR Kabupaten Rohil )

   
“Jalan Lintas Pesisir adalah janji saya yang harus saya realisasikan “ ini ungkap H. Suyatno Bupati Rokan Hilir akan merupakan kebanggan bagi saya bila saya sudah berhasil membuat jalan Lintas Pesisir dari Panipahan sampai sinaboi sama dengan jalan lintas Timur .

   
Dan Bupati Rokan Hilir H, Suyatno yakin akan terealisasinya program ini bila semua Pihak baik Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir , Pihak swasta mapun masyarakat Pesisir mendukung dan bahu membahu dalan mebangunan Jalan Lintas peisisir .(Advetorial)




 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -