Harga Bawang Putih Melejit, Siapa Yang Main Main di Balik Izin Quota
Jumat, 31 Mei 2019 - 15:47:22 WIB
Jakarta (DetakRiau.com) Viva Yoga Mauladi wakil Ketua Komisi IV DPR mengusulkan agar tata niaga impor bawang putih diserahkan pada swasta secara terbuka atau diserahkan pada Bulog.

"Supaya agar harga bawang putih tidak naik turun dari waktu ke waktu", tegas Viva Yoga Mauladi di Jakarta rabu lalu (29/5/2019)

Harga bawang putih terendah terjadi pada era orde baru pada saat impor bawang putih di monopoli oleh Liem Soei Liong atau Salim Grup dangan harga jual di pasar sebasar Rp 12.000/Kg.

Sebaliknya harga tertinggi terjadi tahun 2018 lalu saat tata niaga impor bawang putih diatur lewat quota yang izinnya di terbitkan oleh Departemen Perdagangan kepada sejumlah perusahaan sampai mencapai harga Rp 70.000 hingga Rp80.000/Kg pada tahun 2018.

Tetapi untuk menghadapi tahun politik sebelum pilpres yang lalu, harga bawang putih sempat menyentuh harga berkisar Rp 20.000/Kg.

Akan tetapi sesudah pilpres atau menjelang ramadhan, kembali naik menjadi Rp 38.000/Kg.

Pada saat berlangsung rapat dengar pendapat dengan Dirjen Perdagangan Luar negeri, Dirjen Hortikultura dan Bulog yang berlangsung pada hari rabu tanggal 29 Mei 2019 lalu.

Pejabat Bulog dengan nada tinggi mempertanyakan izin impor bawang putih yang tidak kunjung diterbitkan oleh Depertemen perdagangan, sebaliknya swasta selalu di prioritaskan, padahal sudah menjadi keputusan rapat koordiansi terbatas antar pemerintah.

Yang diluar dugaan Dirjen Hortikulutra malah ikut memperketatnya dengan dalih dan sarat agar impor bawang putih oleh Bulog dilakukan saat harga bawang putih sedang naik.

Departemen Perdagangan sebelumnya telah menerbitkan quota izin impor bawang putih kepada 11 perusahaan besar yang tinggal menunggu proses administrasi saja.

Tata niaga impor bawang putih diatur oleh pemerintah karena pemerintah belum mampu untuk bisa swasembada bawang putih.

Bawang putih yang beredar di pasar kebanyakan dari hasil impor dari China, yang di negara asalnya dijual dengan harga $ 1/kg. Sedangkan disini dijual Rp 38.000/Kg,
"Importir besar besar sekarang sudah banyak uang. Yang akan datang agar di serahkan saja impor bawang putih kepada perusahaan kecil kecil", ujar Sudin dari Fraksi PDI Perjuangan mantan manajer tambak udang di Lampung ini.

Pemerintah menunjuk Depertemen Perdagangan sebagai pengelola tata quota 500 ribu ton impor bawang putih untuk menstabilkan harga bawang putih di pasar dalam negeri. Erwin Kurai.foto:detik


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -