Bung Karno Prakarsai Halal bi Halal Untuk Perkuat Persatuan Nasional
Selasa, 11 Juni 2019 - 14:02:36 WIB
Jakarta (DetakRiau.com) Tradisi Halal bi Halal merupakan kesepakatan dalam bernegara yang sudah jadi tradisi yang telah diselenggarakan sesudah merayakan Idul Fitri, mulai sejak tahun 1948 silam.

Yang dimaksudkan dan ditujukan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dengan saling maaf memaafkan serta memperkuat persaudaraan yang terkoyak sebelumnya didalam bermasarakat, berbangsa dan bernegara.

Dan momentum ini, sampai sekarang masih relevan, apalagi kita baru saja telah menyelenggarakan pemilihan presiden dan pemilu legislatif yang aman dan damai dengan dinamika politiknya.

Ini diutarakan wakil Ketua MPR Ahmad Basarah di Jakarta selasa (11/6/2019), seiring dengan antusiasnya masarakat dalam menggelar Halal bi Halal di sepanjang bulan Syawal 1440 H atau setelah bulan Ramadhan.

Sehingga dengan demikian, katanya, maka kejayaan bangsa akan mudah dicapai. Dan segala tantangan akan lebih mudah diatasi. Apabila antar anak bangsa saling mengutamakan persatuan nasional, ujar Wasekjen PDI Perjuangan ini.

Ide awal Halal bi Halal bermula dari ketika Presiden Soekarno mengundang tokoh NU Kiai Wahab Chasbulah pada tahun 1948. Usulan Wahab langsung disetujui oleh Bung Karno dengan diselenggarakannya Halal bi Halal di Istana, untuk guna memperkuat persatuan dan kesatuan. Erwin Kurai.


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -