Traveloka dan Tokohpedia Disoal Incar Bisnis Haji - Umrah Bernilai 800 Triliun
Kamis, 18 Juli 2019 - 12:53:13 WIB
Jakarta (DetakRiau.com) Rapat Kerja Komisi VI dengan Menteri Perdagangan, Menteri Koperasi dan KPPU tidak bisa menjawab tuntas dengan atas munculnya usaha digital unicorn yang akan merambah usaha perjalanan haji dan umrah yang di pertanyakan anggota DPR.

Anggota dewan menyoroti kehadiran unicorn Traveloka dan Tokopedia yang diduga akan terjun ke bidang usaha perjalanan haji dan umrah yang selama ini masih dikelola dengan secara konvensional oleh kalangan usaha swasta nasional.

Karuan saja kabar tersebut segera cepat menyebar dikalangan pelaku usaha perjalanan haji dan umrah yang sontak mulai mengkawatirtkan akan kehadiaran Traveloka dan Tokopedia yang akan menjadi ancaman baru.

Traveloka dan Tokopedia kebalikannya sampai sekarang malah belum kunjung dipanggil oleh Komisi I yang membidangi digital, Komisi VI yang membidangi usaha perdagangan dan Komisi VIII yang membidangi Agama.

"Dari pada usaha perjalanan haji dan umrah nanti tak lagi baik, sebaiknya usaha perjalanan haji dan umrah diambil alih oleh negara lewat BUMN saja", kata Melani Leimena Suharli anggota Komisi VI dari Fraksi Partai Demokrat di Jakarta Rabu (17/7/2019).

Dia beralasan pemilik kedua unicorn yakni Tokopedia dan Traveloka. "Saya belum tau dengan jelas siapa pemiliknya dan darimana. Alasan kedua, usaha perjalanan haji dan umrah berbeda dengan entitas usaha lain yang harus dikelola dengan baik" jelasnya.

Sebab paling tidak, katanya lagi, ada sekitar 3.000 usaha perjalanan haji dan umrah yang akan tutup dengan masuknya unicorn digital kedalam usaha haji dan umrah, tambah mantan wakil Ketua MPR ini.

Padahal mereka selama ini telah dengan susah payah agar bisa membuka ribuan lapangan kerja dan uangnya di putar didalam negeri, ungkap Hajah Melani tokoh mualaf anak dari Wakil Perdana Menteri Jo Leimena.

Ia sangat menyayangkan atas sikap Komisi Pengawas Persaingan Usaha,KPPU, yang belum bertindak, hanya cuma baru memantau atas kehadiran unicorn Traveloka dan Tokopedia.

"Saya bertanya kapan KPPU bertindak dan mengapa belum bertindak", tandasnya.

Dikabarkan Traveloka dan Tokopedia sudah mendapat izin dari pemerintah Arab Saudi dan Menteri Komunikasi dan Informasi yang selama ini menangani kegiatan usaha digital. Padahal perizinan usaha perjalanan ibadah haji dan umrah diterbitkan oleh Kementerian Agama, tukasnya.

"Saya mengusulkan usaha perjalanan haji dan umrah diambil oleh negara karena perputaran uangnya telah hingga sampai Rp 800 triliun per tahun dan itu uang ummat", kata Melani. Erwin Kurai.


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -