PEKANBARU (DRC) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau. Karena untuk tahun ini musim ">
 
 
Kemarau di Riau Tahun Ini Lebih Kering Dibanding 2018
Senin, 29 Juli 2019 - 15:04:06 WIB
PEKANBARU (DRC) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau. Karena untuk tahun ini musim kemarau di Riau memang cenderung lebih kering dibandingkan tahun lalu.

Hal itu disampaikan Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki pada acara rapat evaluasi penanggulangan Karhutla di Provinsi Riau di Posko Penanganan Darurat Bencana Karhutla di Komplek Lanud Roesmin Nurjadin, Senin (29/7/2019).

"Dibanding tahun 2018, tahun ini musim kemarau di Riau memang cenderung lebih kering. Untuk itu kita imbau semua pihak untuk waspada Karhutla," ujar Marzuki.

Ia mengatakan, puncak musim kemarau tahun ini di Provinsi Riau adalah bulan Juli-Agustus.

"Khusus di Riau bulan Juli ini hujan masih tetap ada terjadi meski memang sangat kurang. Kalaupun ada hanya hujan ringan saja. Hal ini karena pengaruh tipe iklim kita itu Ekuatorial. Jadi meski musim kemarau tetap hujan walau sedikit," ujar Marzuki.

Lanjut Marzuki, masuk September sebagian wilayah Riau bagian Utara sudah mulai hujan dengan intensitas sedang. Wilayah Utara itu seperti Dumai dan sebagian Bengkalis.

"Pada bulan Oktober sebagian Selatan Riau akan mulai hujan meski masih belum tinggi. Namun di bulan Oktober bagian Utara intensitas hujan sudah sangat udah tinggi," jelasnya, dilansir cakaplah. (rid)




 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -