Jelang Kongres di Bali, Edwin Sukowati Sebut PDI P Tidak Jalankan Ajaran Soekarno
Kamis, 08 Agustus 2019 - 13:49:41 WIB
Jakarta (DetakRiau.com) Edwin Henawan Sukowati putra Ketua Umum DPP PDI Sunawar Sukowati almarhum, tiba tiba muncul dalam diskusi politik di ibukota.

PDI pernah melahirkan Megawati sebagai anggota DPR RI pada era orde baru saat PDI dipimpin oleh Suryadi yang kemudian menjadi rival politik hingga sampai akhir hayatnya .

Sangat bertolak belakang dengan undangan yang dilayangkan langsung oleh Ketua Umum PDI P Megawati kepada Prabowo Soebianto Ketua Umum Gerindra sebagai peserta pembukaan Kongres PDI P yang di gelar hari ini, Kamis di Propinsi Bali dari tanggal 8 - 10 Agustus 2019.

Edwin malah tidak banyak tau dengan agenda PDI P yang akan menggelar Kongres di Bali setelah pemilihan Presiden 7 April yang lalu.

"Biar saja. Saya bukan anggota. (PDI P- red) sudah tak menjalankan idiologi Soekarno. Nanti kita bicara lagi", ujar Edwin Henawan Sukowati singkat dan ringan saat berada di Rumah Guntur, rumah kedaulatan rakyat dikawasan Manggarai, Jakarta Selatan rabu (7/8/2019) kemarin.

Tak ada wajah garang lagi dari aura Edwin. Edwin pada Kongres PDI tahun 1995 di Surabaya adalah berasal dari kubu yang menolak Megawati sebagai Ketua partai terpilih pada saat itu.

Puncaknya pada pemilu 1999, Edwin mendirikan Partai Nasional Demokrat. Sedang Megawati mendirikan PDI Perjuangan sebagai kelanjutan PDI yang pernah dipimpin Sunawar Sukowati ayahnda Edwin.

Di rumah kedaulatan rakyat sebelumnya, Edwin jadi pembicara bersama Sri Bintang Pamungkas "Musuh Suharto" dalam diskusi yang digelar dengan tema : NKRI Mau Kemana.

Idiologi Soekarno muncul kembali dengan gagah berani di pemilu tahun 1982 paad saat pemilu diikuti oleh tiga partai politik PPP, Golkar dan PDI.

Ketika itu simpul simpul suara PDI yang dikenal sebagai tempat basis anak anak idiologis Soekarno. Apabila jika tiba masa kampanye selalu tampil dengan membawa bawa poster raksasa Soekarno almarhum, yang pertama kali pada pemilu 1982 itu.

Untuk diketahui pada pemilu sebelumnya ajaran Soekarno sempat dilarang termasuk fotonya oleh oknum di pemerintahan. Bahkan pada pemilu 1971, PNI sebagai salah satu cikal bakal PDI kemudian jadi PDI P, perolehan suaranya turun anjlok dari hasil pemilu 1955 yang sudah tampil menjadi pemenang pemilu 1955. Erwin Kurai.


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -