Mega Sudah 5 Kali Pimpin PDI Perjuangan Secara Aklamasi
Senin, 12 Agustus 2019 - 12:04:47 WIB
JAKARTA (DetakRiau.com) Megawati Soekarnoputri terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,PDI P, dengan secara aklamasi dalam Kongres PDI P ke V yang dibuka pada tanggal 8 Agustus 2019 di Sanur, Bali.

"Tadi, saya yang menanyakan kepada seluruh utusan Kongres ke V. Apakah menyetujui. Dan langsung dijawab setuju secara aklamasi," ungkap Ketua Sidang Kongres V Suryo Respationo pengurus PDI P dari Kota Batam, setelah sidang yang berlangsung tertutup.

Pada hari pertama sesi pandangan umum seluruh utusan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang berjumlah 514 suara. Semuanya bersikap menyatakan meminta kesediaan Megawati untuk menjadi Ketua Umum PDI P kembali.

Termasuk didalamnya peserta dari perwakilan dari luar negeri dari Belanda dan Malaysia, jelasnya


PDI lalu PDI P
Terpilihnya Megawati sebagai Ketua Umum PDI P dalam Kongres yang ke V. Dapat diartikan termasuk sebagai pemilihan Ketua Umum Partai yang paling tercepat dalam sejarah Kongres PDI P mulai sejak didirikan

Megawati menjadi Ketua Umum PDI P sejak PDI P didirikan pada tahun 1999 yang lalu. Setelah sempat memimpin PDI selama 2 tahun sejak tahun 1995.

Mega juga sempat memimpin PDI ilegal yang tidak diakui oleh pemerintah, setelah Kongres PDI di Medan yang memilih Fatimah Achmad sebagai Ketua PDI.

Pada ketika saat PDI dipimpin Fatimah Achmad menjadi wakil Ketua MPR bersama Harmoko. PDI termasuk yang meminta agar Presiden Suharto berhenti setelah menjabat kembali tak sampai 100 hari di pada tanggal 21 Mei 1998.

Yang kemudian menandai lahirnya era reformasi dan berdirinya multi partai sampai sekarang. Termasuk lahirnya PDI Perjuangan, setelah PDI ilegal yang dipimpin Mega tak ikut serta menjadi paserta pemilu 1997.

Yang didahului dengan mengelar Rakernas PDI di Bumi Wiyata, Depok,Jawa Barat, pada tahun 1999 bersama para militan PDI sempalan.

Puncaknya adalah dengan dibentuknya dan digelarnya Kongres PDI Perjuangan di Bali pada tahun yang sama 1999. Dengan mengandalkan dan menggunakan struktur partai PDI yang pro Mega sebagai cikal bakal struktur partai PDI P pada ketika itu.

Pulau Bali adalah tempat sakti tempat dikuburnya PDI, berubah menjadi PDI Perjuangan yang kemudian berhasil memenangkan pemilu pada tahun 1999 di era demokrasi yang pertama.

Perbedaan Megawati dengan ayahnya Soekarno. Soekarno pada tahun 1927 hanya cuma satu periode memimpin Partai Nasional Indonesia, PNI. Dan satu periode memimpin Partai Indonesia, Partindo.

Sesudah terpilih menjadi Presiden Indonesia yang pertama tahun 1945. Soekarno tidak pernah lagi mau menjadi Ketua Umum partai.

Megawati Soekarno pernah terpilih jadi Presiden RI ke 5 pada periode 2002 sampai 2004, menggantikan Presiden Abdurrahman Wahid yang dicabut mandatnya oleh MPR. Erwin Kurai


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -