Hendak Jual Saham Blok Rokan ke Pihak Asing
Pertamina Jangan 'Bermain-main' dengan Riau
Minggu, 08 September 2019 - 22:27:22 WIB
PEKANBARU (DRC) - Pernyataan Direktur Utama Pertamina yang akan melepas kepemilikan sahamnya ke pihak asing di Blok Rokan ditanggapi serius Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). LAMR bahkan mengingatkan Pertamina supaya jangan mempermainkan masyarakat Riau sebagai pemilik tanah penghasil devisa Indonesia ini.

Sikap tegas sedikit keras ini dilontarkan khusus LAMR setelah muncul berita dimana Pertamina tengah bersiap menawarkan kepemilikan saham mereka di beberapa blok migas raksasa salah satunya adalah blok Rokan yang kini merupakan blok dengan produksi minyak terbesar kedua di Indonesia.

"LAMR ingin Pertamina berdialog dengan kami. Kami ingin Indonesia ini kokoh, karena kami termasuk pendiri republik ini. Kami tidak terima keputusan Pertamina menjual saham Blok Rokan kepada asing," ujar Ketua Umum DPH LAM Riau, Datuk Syahril Abubakar, Ahad (8/9/2019).

Kegerahan LAMR ini kata Syahril, kareena beberapa alasan, pertama, Pertemuan LAMR  dan elemen masyarakat dengan Pertamina/ pusat pada 14 Agustus 2018 lalu, bahwqa Riau diberi kesempatan mengelola Blok Rokan bersama Pertamina. Kedua, pernyataan Presiden RI Joko Widodo saat menerima rombongan LAMR di Istana Negara sebelumnya dan memberi dukungan kepada Riau untuk turut mengelola Blok Rokan. 

Ketiga, saat Presiden RI Joko Widodo menerima gelar adat Datuk Seri Setia Amanah dari LAMR sudah memberi lampu hijau kalau Riau diberi kesempatan mengelola Blok Rokan. Namun, anehnya sejak dukungan dari petinggi negara/ pemerintah pusat tersebut, hingga kini Pertamina terkesan enggan bertemu dengan LAMR sebagai perwakilan masyarakat Riau.

"Jika Pertamina bicara saham kami tak masalah, tapi jika Blok Rokan yang dilelang, kami tidak terima," tegas Datuk Syahril yang diasambut takbir para datuk lain yang hadir saat itu.

Ketua Umum DPH LAM Riau, Datuk Syahril Abubakar, heran dan menyatakan bahwa saat ini Pertamina belum juga bisa dijumpai dan menggelar pertemuan dengan LAM, terkait hak Riau yang diberikan kesempatan mengelola Blok Rokan, malah sudah akan dijual saham ke asing.

Syahril menceritakan, keinginan ini sudah berangkat dari pertemuan dengan Wamen ESDM yang menjanjikan akan mempertemukan LAM dengan Pertamina dari tahun lalu. Kemudian, juga pernyataan presiden Jokowi yang mengatakan diberikan Riau kesempatan seluasnya luasnya untuk turut mengelola Blok Rokan.

"Terakhir kita sudah sampaikan ke Komisi VII, dan mereka akan mengatur jadwal mempertemukan kami dengan Pertamina, tapi itu jika tidak juga, kami ada dua pilihan lagi, yakni mengirim surat baik baik ke Pertamina yang ada di Dumai, kalau tak bisa juga kami akan datangi Pertamina, disikusi secara baik-baik atau di jalan pun akan kami perjuangkan," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Kekerabatan Resam Kerajaan Indragiri, Maizir Mit mengatakan, selama ini Riau hanya menunggu kasihan saja. "Minyak bumi habis kita hanya jadi penonton. Kalau kita tak punya action, kita hanya menunggu. Untuk itu kita tak pernah mundur," tukasnya.

Diketahui, PT Pertamina (Persero) tengah bersiap menawarkan kepemilikan saham mereka di beberapa blok migas raksasa salah satunya adalah Blok Rokan yang kini merupakan blok dengan produksi minyak terbesar kedua di Indonesia.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menuturkan, langkah pelepasan saham atau sharedown ini dipertimbangkan Pertamina untuk meningkatkan produksi di blok-blok tersebut, sekaligus mengukur kemampuan perusahaan dalam hal pendanaan. "Kami akan mengundang dan membuka diri untuk partnership di blok migas kami," ujar Nicke.

Nicke menjelaskan, langkah ini pada dasarnya merupakan praktik wajar yang dilakukan perusahaan migas di dunia. Menurutnya, tidak ada perusahaan migas global yang tidak bermitra. Selama ini, perusahaan migas rata-rata memiliki mitra di 80% dari total blok migas yang dimilikinya. Sementara Pertamina baru bermitra untuk pengelolaan 30% blok migasnya. (ridwan)





 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -