Jakarta (DetakRiau.com) -Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Riau 1, Sayed Abubakar A Assegaf menyayangkan sikap Pemprov Riau menolak bantuan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi bencana asap Karhutla. Penolakan itu mempe"> Jakarta (DetakRiau.com) -Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Riau 1, Sayed Abubakar A Assegaf menyayangkan sikap Pemprov Riau menolak " />
 
 
Tolak Bantuan, Sayed Menilai Pemprov Riau Egois Ditengah Penderitaan Masyarakat
Jumat, 20 September 2019 - 14:43:27 WIB
 
Foto : Sayed Abubakar A Assegaf, Anggota DPR-RI dapil Riau bersama Kapolri JenderalPolisi Tito Karnavian, pada suatu kesempatan
TERKAIT:
Jakarta (DetakRiau.com) -Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Riau 1, Sayed Abubakar A Assegaf menyayangkan sikap Pemprov Riau menolak bantuan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi bencana asap Karhutla. Penolakan itu memperlihatkan Pemprov Riau lebih mementingkan ego ditengah beban penderitaan masyarakat yang terpapar asap sehari-hari, merasa mampu mengatasi namun asap makin pekat dan titik api bertambah banyak.

"Saya menyayangkan penolakan bantuan itu. Kita semua tahu bahwa saat ini asap masih menyelimuti Riau. Korban penderita ISPA dan penyakit lain akibat asap mulai banyak di rawat di rumah sakit. Bantuan dari Pemprov DKI Jakarta itu tujuannya untuk ikut meringankan penderitaan masyarakat Riau. Tapi ini kok malah di tolak! Apa sudah tutup mata dengan penderitaan masyarakat?," ujar Sayed Abubakar A Assegaf ke Media Ini lewat WhatsApp, kamis (19/9/2019).

Sayed mengatakan bencana asap Karhutla telah mengakibatkan gangguan pada semua sendi kehidupan masyarakat sehari-hari. Sebagian besar masyarakat memilih menghindari keluar rumah. Bahkan ada yang memilih mengungsi ke daerah lain. Baik karena alasan tidak ingin terganggu kesehatan maupun alasan lainnya. Penananganan bencana asap Karhutla bukan hanya memadamkan api namun juga membutuhkan tindakan medis terhadap korban yang terpapar asap.

Sayed yang juga putra asli Siak, Riau ini minta jajaran Pemerintah Provinsi Riau membuang ego dan apriori terhadap bantuan untuk mengatasi bencana asap Karhutla. Sayed menyarankan agar jajaran Pemerintah Provinsi Riau justru membuka diri dan menjalin kerja sama dengan semua elemen masyarakat, pemerintah daerah maupun berbagai pihak lainnya untuk bersama-sama mengatasi bencana asap Karhutla guna meminimalisir penderitaan yang dialami masyarakat.

"Pemerintah Daerah saatnya fokus mengatasi bencana asap Karhutla agar penderitaan masyarakat Riau segera berakhir. Sebaiknya membuka diri dan melibatkan secara luas elemen masyarakat yang ingin membantu. Buang jauh-jauh egoisme, karena tujuannya adalah menghilangkan beban penderitaan masyarakat," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger menolak bantuan Pemprov DKI yang hendak mengirim 65 orang tenaga pemadam kebakaran, tim medis dan teknisi ke Riau. Edwar Sanger mengatakan pihaknya tidak membutuhkan bantuan tersebut karena merasa sudah bisa mengatasi sendiri. Tim bantuan Pemprov DKI Jakarta itu akhirnya berangkat ke Kalimantan Tengah yang siap menerima bantuan tersebut.(red)
   
   
   


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -