DUMAI (DRC) - Tim kas keliling Bank Indonesia (BI) yang terdiri 15 orang dan dikawal oleh 75 TNI serta dua awak media resmi dilepas oleh Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Provinsi Riau, Decymus. Turut"> DUMAI (DRC) - Tim kas keliling Bank Indonesia (BI) yang terdiri 15 orang dan dikawal oleh 75 TNI serta dua awak media resmi " />
 
 
Layani Penukaran Uang Rupiah Layak Edar
Tim Kas Keliling Bergerak Kunjungi Tujuh Pulau
Rabu, 09 Oktober 2019 - 15:02:04 WIB
DUMAI (DRC) - Tim kas keliling Bank Indonesia (BI) yang terdiri 15 orang dan dikawal oleh 75 TNI serta dua awak media resmi dilepas oleh Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Provinsi Riau, Decymus. Turut melepas keberangkatan Walikota Dumai Zulkifli AS dan Komandan Lanal Dumai Kolonel Wahyu Dili Yudha Hadiyanto.

Tim Kas Keliling yang didukung TNI AL ini menuju tujuh pulau tertinggal, terluar dan terdepan (3T) tahun 2019.

"Tim kas keliling kami ada 15 orang dan dikawal oleh 75 TNI serta dua awak media," kata Kepala Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia Provinsi Riau, Decymus di Dumai, Rabu (9/10/2019).

Hadir dalam kesempatan tersebut Danlanaltamal Dumai, Letkol Laut (P) Wahyu Dili Yudha Hadianto, Kapolres Dumai AKBP Andri Anata Y SIK, Dandim 0320 Dumai Letkol Inf Irdhan, SE MM, komandan kapal KRI Barakuda 633, Mayor Laut M Soeryo, Kepala Pelindo I, Jonedi Ramli dan Humas Pelindo I Syafei.

Menurut Decymus, pelayanan menukarkan uang lusuh di sejumlah pulau 3T akan dilakukan BI di Sepanjang Pantai Timur Sumatera, Riau, Jambi, Sumsel dan Babel menggunakan KRI Barakuda 633 dengan perjalanannya dimulai pada Rabu (9/10) dari dermaga Pelindo I Dumai dan akan berakhir di Palembang (17/10).

Decymus mengungkapkan salah satu tujuan kegiatan kas keliling guna mengantisipasi tidak lagi terjadi lepasnya pulau terluar ke tangan negara lain dikarenakan rupiah tidak beredar di sana.

"Misalkan sepertib lepasnya Sepadan dan Ligitan atas keputusan Mahkamah Internasional, salah satunya karena di dua pulau tersebut, masyarakat lebih menggunakan ringgit," ujarnya mencontohkan.

Dijelaskannya lewat kas keliling ini nantinya tim akan menandangi tujuh pulau yang masih tergolong 3 T di tiga provinsi. Yakni Pulau Rupat, Pulau Bengkalis (Bengkalis), Pulang Rangsang (Kepulauan Meranti) dan Pulau Kijang (Inhil) Provinsi Riau. Kemudian Pulau Lepas, Pulau Tebali (Bangka Belitung), dan Pulau Sunsang di Provinsi Sumatera Selatan.

Adapun tujuan kas keliling ini agar masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar dan Terpencil memperoleh uang layak edar. Makanya BI berupaya menjamin tersedianya uang rupiah dalam jumlah nominal yang cukup, pecahan yang sesuai, tepat waktu, dalam kondisi yang layak edar dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Hal ini disebabkan terbatasnya jangkauan layanan perbankan setempat dan kendala sarana transportasi umum untuk melakukan distribusi uang ke daerah tersebut.

"Masih banyak masyarakat di Riau dan Jambi belum mengenal uang Rupiah Tahun Emisi 2016 (TE 16) yang sudah dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada 19 Desember 2016," tuturnya. 

Selain itu, masih ada masyarakat belum sepenuhnya memahami ciri-ciri keaslian uang rupiah, dan tata cara memperlakukan uang rupiah dengan baik sehingga berpotensi beredarnya uang yang diragukan keasliannya.

Selain melakukan penukaran uang lusuh, BI juga memberikan bantuan dalam program sosial Bank Indonesia (PSBI) di setiap pulau yang disinggahi. Sejumlah bantuan yang diberikan di antaranya adalah peralatan sekolah, laptop, printer dan kebutuhan sekolah lain. (rid)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -