PEKANBARU (DRC) - Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau gelar seminar bertajuk Merawat Kebangsaan. Kegiatan yang dilaksanakan Senin (11/11/2019) itu dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Penasehat FPK Riau Da"> PEKANBARU (DRC) - Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau gelar seminar bertajuk Merawat Kebangsaan. Kegiatan yang dilaksan" />
 
 
FPK Riau Gelar Seminar Kebangsaan, Diikuti Perwakilan Peserta se-Riau
Senin, 11 November 2019 - 20:37:00 WIB
PEKANBARU (DRC) - Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau gelar seminar bertajuk Merawat Kebangsaan. Kegiatan yang dilaksanakan Senin (11/11/2019) itu dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Penasehat FPK Riau Datuk Sri Drs H Al azhar, MA.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Furaya Pekabaru tersebut menghadirkan Tiga pembicara yakni Kepala Kesbangpol Riau Drs H Chairul Riski  MS MP, Dewan Pengurus FPK Riau H Fahrunnas MA Jabbar MIkom dan Dr Santoso SS MSi.

Datuk Sri Al azhar mengatakan bahwa hubungan keberagaman yang ada di Provinsi Riau saat ini masih tertata dengan baik, artinya tidak ada masalah. Namun demikian suatu waktu kondisi ini bisa saja goncang dengan sesuatu yang tidak diduga.

"Oleh karena itu peran penting FPK sangat diharapkan untuk terus menerus merawan pembauran, karena proses pembauran itu simultan dan itu tidak bisa sama dari waktu ke waktu," kata Ketua MKA LAM Riau ini.

Dengan semakin maju dan terus berkembangnya zaman, kemajuan teknologi informasi. Karena itu FPK harus mampu merespon hal-hal yang bisa merusak pembauaran yang ada ditengah tatanan masyarakat Riau saat ini.

Caranya menurut Al azhar adalah menjaga soliditas antara pengurus, komunikasi internal dan ekternal, terutama dengan konstituen, yakni komponen masyarakat yang diayomi.

"Dengan adanya hal itu, kita berharap tidak akan terjadi perpecahan dan pembauran yang ada saat ini, pembauran yang sangat terjaga sejak dari dahulu," pungkasnya.

Ketua FPK Riau Ir AZ Fachri Yasin M.Agr menjelaskan, FPK adalah wadah informasi, komunikasi, konsultasi dan kerjasama antar warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan.

"Dalam rangka menyelenggarakan otonomi daerah mempunyai kewajiban melestarikan nilai sosial budaya, mengembangkan kehidupan demokrasi, melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Sementara Ketua panitia acara H Fahmijan  MPd menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk menahami rasa cinta tanah air dan pembauran kebangsaan. Meningkatkan pemahaman pada masyatakat tentang nilai-nilai kebangsaan, kebudayaan dan keberagaman suku bangsa yang Bhineka Tunggal Ika.

"Meningkatkan kerukunan antar suku bangsa yang Bhineka Tunggal Ika, saling menghargai, menghindari terjadinya konflik keaukuan dan RAS. Serta meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk berpartisipasi aktif dan berkontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya.

Untuk peserta dalam seminar ini, Pahmijan menjelaskan bahwa keseluruhan peserta berjumlah 270 orang yang terdiri dari utusan Kabupaten/Kota se Riau terdiri dari 3 orang tiap Kabupaten/kota. Dan pengurus dan anggota FPK Provinsi Riau sebanyak 234 peserta. (Mcr/red)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -