Temui Lanyala, Ex Padagang Pasar Turi Banyak Jatuh Miskin dan Bercerai
Rabu, 18 Maret 2020 - 13:42:37 WIB
JAKARTA (DetakRiau.com) Empat perwakilan pedagang Pasar Turi pasar retail terbesar di Kota Surabaya, Propinsi Jawa Timur yakni Abdul Rosid dari Majelis Pedagang, Arwi dari Himpunan Pedagang Pasar, Suhaemi mewakili Himpunan Pedagang Pasar Turi dan Abdul Mu’in dari Paguyuban Pedagang Pasar Turi Baru menemui Lanyala Mataliti Ketua DPD RI yang berasal dari Daerah Pemilihan Propinsi Jawa Timur.

Mereka terusir dari tempatnya berdagang walau telah melunasi kios yang dijual pengelola. Disebabkan karena antara pemilik lahan Pemerintah Kota Surabaya dan investor bersengketa, yang sekarang belum diputus oleh Mahkamah Agung.

Pedagang mengadu pada Ketua DPD dikarenakan negara tidak hadir melindungi rakyat sebab tak satu instansi yang memberikan solusi atas hak hak pedagang Pasar Turi yang sekarang kembali jatuh miskin lagi, malah ada sebagian yang sudah tak mampu membiayai sekolah anak anak mereka, hingga cerai antar suami istri.

Pedagang Pasar Turi adalah korban kebakaran Pasar Turi pada tahun 2007 silam. Kebakaran hebat itu baru bisa dipadamkan 3 hari kemudian. Kerugian pedagang tidak termasuk gedung dan aset lainnya saat itu ditaksir Rp. 1,7 Triliun

Kepada perwakilan pedagang Lanyalla berharap dan minta agar ribuan pedagang untuk menghimpun dalam satu wadah. Tidak perlu banyak himpunan. Sehingga lebih kuat dan bersatu.

“Nanti dibuat satu wadah saja. Dan saya minta Ketua Umum Kadin Jatim ikut membina dan memfasilitasi wadah tersebut agar dapat berkomunikasi dengan efektif. Dari situ nanti DPD RI akan membantu untuk mencarikan solusinya. Nanti kita panggil para pihak yang sengketa,” katanya.

Saya berpendapat semestinya solusinya adalah Pemkot Surabaya harus berani untuk mengambil diskresi, ujarnya.

“Diskresi tersebut tentu harus ada good will dari pemerintah pusat juga. Saya akan memperjuangkan di situ. Sebab ini sudah 13 tahun terkatung-katung. Solusi ini penting sebagai bagian dari mewujudkan kemudahan berusaha di daerah", ujar Lanyala yang menemui pedagang Pasar Turi saat masa reses DPD di Surabaya (15/3/2020)

Pemkot Surabaya mengangap Investor Pasar Turi Baru yakni PT Gala melakukan ingkar janji wanprestasi. Yang perkaranya berlanjut di Pengadilan PN Surabya.

Untuk diketahui proyek Pasar Turi Baru dikelola oleh manajeman PT Gala, PT Lucida Megah Sejahtera dan Centra Asia Investment. PT Gala sendiri merupakan holding dari 2 perusahaan joint operations yang terakhir. Erwin Kurai.


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -