Pensiunan Karyawan Satelit Palapa Telkom Meninggal
Rabu, 06 Mei 2020 - 12:37:44 WIB
JAKARTA (DetakRiau.com) Mimin 93 tahun satu satunya mantan karyawan PT Telkom yang masih hidup, yang pernah dipromosikan di stasiun SKSD Palapa, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Propnsi Jawa Barat.

Saat Indonesia pertama kali meluncurkan satelit Palapa dari Cape Caneveral AmerikaSerikat pada 9 Juli tahun 1976 an. Yang kemudian merubah Indonesia menjadi negara yang bisa berkomunikasi dengan menggunakan transmisi elektro satelit untuk pertama kalinya.

Dimasa orde baru yang kebijakannya dibawah Presiden Suharto sangat ketat untuk bisa lolos dipromosikan untuk berkerja di lembaga tergolong strategis SKSD Palapa yang dibangun ditengah tengah bekas perkebunan karet peninggalan Belanda.

Yang kemudian dipindahkan ke Jalan Daan Mogot Jakarta untuk membangun sistim kendali satelit yang lebih luas dan canggih di tahun 1990 an.

Semua itu kini telah ditinggalkan oleh karyawan yang ikut membangun sistim satelit meski hanya menjadi pegawai biasa dan banyak berkerja dengan diam.

Mimin Djamilah binti Abdurroup yang berdarah Minangkabau dari Nagari Maninjau, Propinsi Sumatera Barat. Kemarin sore berpulang di kediaman pribadinya di Gunung Putri tidak jauh dari Stasiun SKSD Palapa, Cibinong Bogor. Yang dikebumikan pada hari itu juga selasa tanggal 5 Mei 2020 kemarin.

Mimin pensiun pada tahun 1983, dengan nomor induk kepegawaian NIK 270091. Mengawali karirnya di kantor PT Telkom Pusat di Jalan Merdeka Selatan Jakarta . Sebelum terpilih ditempatkan di stasiun setelit Palapa Bogor. Meninggalkan 5 orang putri yang kesemuanya telah berkeluarga dan menetap di Jawa Barat. Beristirahatlah dengan tenang pada zaman revolusi4.0 yang ibu ikut bangunembrionya.

Peluncuran
Tepat tanggal 9 Juli 1976, untuk pertama kali Indonesia meluncurkan , Satelit Palapa Yang didahului penandatanganan kerjasama pada bulan Pebruari tahun 1975 pada saat Menteri Perhubungan dipimpin oleh Emil Salim, untuk mempermudah sistem komunikasi yang mendukung kepentingan dalam dan luar negeri. .

Di bulan Pebruari 1975, Indonesia menandatangani kontrak perjanjian dengan Hughes Space and Communication yang kini menjadi Boeing Satellite System, untuk program peluncuran satelit.

Penandatanganan tersebut berkaitan dengan perencanaan pembangunan 9 stasiun bumi, 1 stasiun kontrol utama. Yang akan mengendalikan pengadaan 2 satelit Palapa A1 dan Palapa A2.

Selain mengadakan kerja sama dengan pihak luar, pemerintah juga mengumpulkan pakar teknologi untuk bekerja sama mengoperasikan teknologi komunikasi sebagai tindak lanjut peluncuran satelit.

Satelit Palapa dirancang khusus untuk memaksimalkan pancaran sinyal di wilayah Indonesia dengan jangkauan sampai negara tetangga Malaysia, Fhilipina, Singapura, dan Thailand.

Satelit Palapa generasi A memiliki 12 transporder dengan kapasitas 6000 sambungan pembicaraan dan 12 kanal televisi. Palapa memiliki tinggi 3,7 meter, termasuk bagian antena. Serta berdiameter 1,9 meter. Antenanya berupa dalam bentuk piringan parabola berdiameter 1,5 meter.

Pada saat tahap peluncuran, Satelit Palapa memiliki bobot 574 kilogram, sedangkan bobot saat di orbit sekitar 135 kilogram. Roket peluncur yang digunakan adalah jenis Delta 2914 buatan McDonnal Douglas dan ditempatkan di orbit geostationer di posisi 83 derajat bujur timur (BT).

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ,NASA, milik Amerika Serikat adalah pihak yang bertanggung jawab dalam peluncuran satelit Palapa. Sebelum diserahkan pengawasannya ke stasiun pengendali di Glenwood, New York.

Hasil dari peluncuran keitka itu juga akan dapat ditangkap oleh stasiun pengendali di ujung Desa Klapa Nunggal,Gunung Putri, Cibinong setelah 45 menit peluncuran.

Selama waktu 3,5 hari setelah peluncuran. Selanjutnya SKSD Cibinong bergantian mengawasi peredaran satelit dan perkembangannya.

Pengawasan sepenuhnya dilakukan oleh Stasiun Cibinong, Jawa Barat. Dengan peluncuran Palapa ke angkasa, Indonesia merupakan negara ketiga di dunia yang mengoperasikan satelit domestik tulis koran Kompas. rwn


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -