PERANAN TEKNOLOGI DALAM MENGATASI PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI COVID-19
Senin, 11 Mei 2020 - 12:02:35 WIB
Oleh: Nurul Annisa  

Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan di Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan sebagai upaya melakukan penyebaran informasi pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara, merupakan wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pendidikan. 
Pemanfaatan telnologi dimulai dengan penggunaan radio dan TV memiliki kekurangan. Selanjutnya pemanfaatan komputer yang mampu mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan movie) memberikan peluang baru untuk mengatasi kekurangan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi.

Kemudian berlanjut lagi pada pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Salah satunya pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan berdasar teknologi Internet yang memungkinkan pembelajaran dapat terjadi di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. 

Peranan teknologi seperti yang telah dijelaskan diatas nampaknya telah kita alami beberapa waktu ini. Adanya wabah virus yang menimpa wilayah Wuhan, China yang menyerang manusia dan menyebabkan kematian merebak ke seluruh dunia. Pemerintahan masing-masing negara mengambil langkah awal untuk mengurangi dan memutus penyebaran virus ini. 
Begitu pula di Indonesia, pemerintah menerapkan Work From Home (WFH) . 

Selain itu, pemerintah juga  memberlakukan aturan PSBB atau pembatasan sosial berskala besar.  Aturan ini dapat diartikan sebagai suatu langkah karantina yang berguna untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus. Pembatasan yang diterapkan juga menimbang pada beberapa  tempat kegiatan seperti pusat kesehatan, klinik, bahan makanan dan juga Bank dan yang dirasakan perlu. 
WHO menyatakan bahwasanya wabah ini telah menjadi pandemi bagi seluruh dunia. Penyebaran virus ini tidak dapat dikenali secara langsung. Biasanya akan menimbulkan gejala selama 14 berikutnya. Mirip demam, namun gejala yang diderita berbeda seperti panas tinggi, gangguan tenggorokan, mual , dan sesak napas. 

Di Indonesia berdasarkan data terbaru menyebutkan bahwa ada 10.118 kasus di Indonesia yang semakin hari semakin meningkat. Penyebaran virus yang sangat cepat ini menyebabkan manusia mudah terkontaminasi. Dari beberapa kasus yang terjadi merenggut cukup banyak nyawa. 
Akibat pandemi inilah, diterapkannya beberapa kebijakan sebagai suatu jalan untuk memerangi dan memutus mata rantai penyebaran virus corona ini. Pemerintah menghimbau masyarakat agar melakukan Physical Distancing yaitu menjaga jarak  antar sesama, mengurangi aktivitas di luar rumah, seperti kerumunan, perkumpulan yang melibatkan banyak orang. 

Demikian juga dampaknya pada pendidikan Indonesia. Sistem pembelajaran tatap muka diubah menjadi sistem pembelajaran online/daring atau melalui TVRI. 
Dalam pelaksanaannya sistem online ini , teknologi  sangat berperan baik dalam pendidikan. Pemanfaataan video conferencee salah satunya. Pembelajaraan tatap muka masih dapat dilaksanakan melalui beberapa aplikasi yang sesuai. Sistem pengumpulan tugas diubah menjadi bentuk file/foto dan dikirim ke guru bersangkutan. Jaringan internet menjadi marak dan sangat dibutuhkan sehari-harinya. Dengan bantuan teknologi yang telah berkembang sekarang ini memudahkan pelaksana pendidikan agar tetap  mampu menjalankan pembelajaran meskipun sedang berperang melawan virus. 
 
Dengan sistem daring ini, tak ayal munculnya beberapa masalah bagi siswa. Misalnya saja mengenai materi pembelajaran yang seharusnya disampaikan guru, diubah menjadi tugas lain yang berhubungan. Walaupun diganti dengan tugas, terkadang pada beberapa poin materi ada yang harus dicapai melalui tatap muka dan menerangkan. 

Selain itu, dengan pemberian tugas yang banyak membuat siswa menjadi malas dan terfokus pada tugas saja. Belum lagi jaringan internet yang pada beberapa tempat tidak terakses internet. Karena di tempat mereka tidak dapat mengakses internet, beberapa siswa harus pergi ke desa lain agar mendapatkan informasi mengenai pembelajaran. 
 
Adanya kebijakan pembelajaran online ini, juga berdampak pada peningkatan  penguasaan teknologi bagi siswa maupun guru sendiri. Mereka menjadi lebih mahir dalam mengikuti perkembangan tegnologi sehingga semoga saja kedepannya diharapkan dengan keterampilan tersebut tidak membuat pelajar ketinggalan teknologi. ***

Penulis : Mahasiswa
FMIPA - Jurusan Biologi
NIM 18031093

Universitas Negeri Padang


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -