Pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Mengatasi Proses Pembelajaran Selama Pandemi Covid
Kamis, 14 Mei 2020 - 22:58:15 WIB
Oleh: Zakia Aulia

Ketika Teknologi Informasi dan Komunikasi lagi gencar-gencarnya, seluruh dunia dikejutkan dengan munculnya wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).  Hal ini menyebabkan  masyarakat dunia menjadi resah,  mereka dipaksa untuk memberhentikan rutinitas yang telah dilakukan sehari-hari.
Tentu hal ini sangat berat dilakukan karena masyarakat telah terbiasa untuk melakukan hubungan sosial terutama untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, namun untuk kebaikan bersama pemerintah menerapkan social distancing atau pembatasan sosial hal ini dapat dilakukan dengan menjaga jarak setidaknya 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain terutama orang yang beresiko tinggi menderita COVID-19. Kebijakan ini bertujuan memutus rantai penyebaran COVID-19 dan juga memiliki tujuan yang positif bagi seluruh masyarakat terutama para pelajar. Hanya saja ada beberapa pihak yang salah mengartikan dan menerapkan kebijakan ini.
Di tengah Pandemi COVID-19, pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi semakin terasa terutama dalam dunia pendidikan. Teknologi informasi dan komunikasi seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk membantu permasalahan dalam proses pembelajaran. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dan sebagainya. Dengan mewabahnya virus ini, Mentri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran No 3 tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan pada 9 Maret 2020.
Sehingga menimbulkan kebijakan dalam satuan pendidikan untuk menonaktifkan kegiatan belajar mengajar baik di lingkungan kampus maupun lingkungan sekolah. Diterangkan juga bahwa penghentian tatap muka secara lansung bukan berarti proses pembelajaran tidak dilakukan. Melainkan melakukan proses pembelajaran secara daring (dalam jaringan) di rumah masing-masing. 
Sebagaimana yang telah kita rasakan adanya Teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap masyarakat luas dan dunia umumnya. Kemajuan dalam bidang teknologi ini sangat pesat dan telah berada dalam semua aspek kehidupan, dan sudah mampu menembus batas-batas budaya, geografi, politik, ekonomi, dan sebagainya, dan hampir tidak membatasi oleh ruang dan waktu. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa pengaruh dan perubahan terutama dalam dunia pendidian.
Untuk mengatasi permasalahan dalam proses pembelajaran, satuan pendidikan mengganti sistem pembelajaran di dalam kelas dengan menggunakan platform secara 

online, dalam proses pembelajaran di perguaruan tinggi. Pihak kampus telah menyediakan E-Learning yang dapat di akses oleh seluruh mahasiswa dan dosen untuk melanjutkan perkulihan. Dalam membantu proses pembelajaran mahasiswa maupun dosen juga telah menggunakan aplikasi WhatApp, Zoom Meeting Room, Google Classroom dan aplikasi lainya yang membantu proses pembelajaran jarak jauh tersebut. 
Dengan kemajuan teknologi ini mahasiswa dapat mencari informasi-informasi penting yang dapat membatu mereka dalam proses pembelajaran, hal ini dapat mereka lakukan dengan membuka situs-situs tentang materi akan mereka bahas dengan menacarinya di dalam google serta mereka juga dapat menonton vidio yang terdapat di dalam youtube. Hanya saja untuk membantu proses pembelajaran daring (dalam jaringan) ini mahasiswa banyak menghabiskan kuota internet. Namun beberapa perguruan tinggi telah memberikan kuota internet sebanyak 10 GB secara gratis kepada seluruh mahasiswa terutama perguruan tinggi negeri salah satunya yaitu Universitas Negeri Padang. ***


Penulis, adalah mahasiswa
Jurusan Biologi - FMIPA
Universitas Negeri Padang
NIM  : 18031051


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -