PEKANBARU (DRC) - Sebelum jatuh, pesawat Hawk Tipe 100-200 yang jatuh di pemukiman padat penduduk di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (15/6/2020) pagi, pilot melaporkan ada keane"> PEKANBARU (DRC) - Sebelum jatuh, pesawat Hawk Tipe 100-200 yang jatuh di pemukiman padat penduduk di Desa Kubang Jaya, Kecam" />
 
 
Sebelum Pesawat Hawk Jatuh, Pilot Lapor Keanehan Mesin
Senin, 15 Juni 2020 - 21:03:43 WIB
PEKANBARU (DRC) - Sebelum jatuh, pesawat Hawk Tipe 100-200 yang jatuh di pemukiman padat penduduk di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (15/6/2020) pagi, pilot melaporkan ada keanehan pada mesin pesawat. Kondisi tersebut berlanjut pada lampu peringatan, ada sesuatu yang tidak benar pada mesinnya.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, mengatakan, sebelum kejadian, pesawat baru selesai melakukan pelatihan di Siabu, Kecamatan Salo. Ada tiga pesawat yang melakukan latihan.

Saat akan mendarat, pesawat terbang secara berjajar. Pesawat yang dipiloti Lettu Pnb Aprianto Ismail dengan register 209 Tail No TT 0209 berada di urutan paling belakang.

"Menjelang mendarat, dua kilometer dari ujung landasan, pilot melapor ada keanehan pada mesin. Diikuti lampu peringatan, ada sesuatu yang tidak benar pada mesinnya," jelas Fadjar saat konferensi pers di Ruang Arjuna, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Pilot melaporkan mesin pesawat kehilangan tenaga dan akan melaksanakan eject atau loncat dari pesawat. "Syukur Alhamdulillah, penerbang selamat dengan menggunakan kursi lontar," kata Fadjar.

Pesawat jatuh menimpa dua unit rumah warga yang tidak ada penghuninya. Sementara kursi lontar menimpa rumah lainnya dan pilot selamat dengan menggunakan parasut.

"Saya juga sampaikanlah permintaan maaf pada pemilik rumah. TNI AU dalam hal ini Roesmin Nurjadin Pekanbaru akan bertanggungjawab. Terima kasih kepada kepada masyarakat sekitar yang telah membantu dan aparat dari Korem, Koramil dan Polsek," tutur Fadjar.

Pilot dalam keadaan sehat. Namun untuk memastikan akan dilakukan tes psikologi. "Secara visual baik taoi akan dilakukan tes psikologis, kesehatan dan lain- lain," tutur Fadjar.

Sementara itu, Eti warga sekitar Perumahan Mutiara, Desa Pandau, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, yang berada di lokasi jatuhnya pesawat mengaku mendengar suara dentuman keras pesawat Hawk milik TNI Angkatan Udara yang jatuh menimpa rumah tetangganya. Ia sempat kaget setelah kejadian pesawat terbakar hebat dan mengeluarkan asap tebal tersebut.

Tak lama pesawat jatuh, ia melihat seseorang melayang di udara menggunakan parasut. Lelaki itu ternyata adalah pilot, yang jatuh sekitar 100 meter dari rumahnya. "Dia sempat berteriak minta tolong kepada kami. Suami saya dan warga lainnya langsung berusaha membantu pilot itu," ujar Eti.

Eti Marni menceritakan sebelum kejadian itu dirinya mendengar suara pesawat terbang rendah. Tak berselang lama, suara ledakan begitu keras hingga mengejutkan dirinya yang saat itu tengah masak di dapur.

Saat berada di luar rumah, dirinya melihat seseorang dengan mengenakan parasut masih berada di atas udara, dan mendarat tak jauh dari kediamannya, sekitar 100 meter dari rumahnya. "Suami saya tadi membantu membuka helm pilot. Wajah dia terlihat sangat pucat. Tak berapa lama anggota TNI datang dan membantu pilot itu," ujarnya.

Setelah pesawat jatuh, pantauan di lokasi terlihat puluhan anggota TNI berada di sekitar lokasi kejadian di Perumahan Mutiara, Jalan Sialang Indah, Desa Kubang, Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Tim Basarnas dan anggota kepolisian juga berada di sekitar kejadian.

Aparat TNI AU dari Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin mulai mengevakuasi bangkai pesawat tempur Hawk dengan nomor ekor 209 TT yang jatuh di pemukiman warga perumahan Mutiara, Desa Pandau, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Senin.

Terlihat satu unit truk crane berwarna dan satu unit mobil bak terbuka dari satuan Paskhas TNI AU berada di lokasi badan pesawat yang hancur itu. Diketahui tidak ada korban jiwa pada warga karena pesawat saat itu jatuh di lahan kosong di tengah permukiman.

Pilot Dirawat

Sementara itu, Kepala Penerangan Lanud Roesmin Nurjadin Letkol Sus M Zukri 
mengatakan pesawat tersebut hanya diterbangkan oleh seorang pilot. Sementara itu, sejumlah warga mengatakan pilot yang belum diketahui identitasnya itu terjatuh sekitar 30 meter dari lokasi jatuhnya pesawat pada Senin sekitar pukul 08.00 WIB pagi.

Pilot dievakuasi menggunakan ambulance ke RS TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Menurut warga, lokasi pesawat dan jatuhnya pilot berbeda. Begitu juga kursi lontar yang digunakan untuk menyelematkan diri.

"Alhamdulillah pilot selamat. Sekarang dirawat di rumah sakit Lanud Roesmin Nurjadin," ujar Letkol Sus M Zukri, Senin (15/6/2020).

TNI AU Ganti Rugi 

Terkait kejadian tersebut, TNI Angkatan Udara meminta maaf kepada warga yang rumahnya rusak akibat tertimpa jet tempur Hawk Skuadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin di Perumahan Mutiara Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Pekanbaru, Senin mengatakan TNI AU akan bertanggung jawab dan mengganti kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada pemilik rumah. TNI AU dalam hal ini Lanud Roesmin Nurjadin akan bertanggung jawab," kata Fadjar.

Dia mengatakan dalam insiden ini ada dua rumah yang rusak akibat dihantam badan pesawat. Satu rumah mengalami kerusakan parah sementara satu rumah lainnya rusak pada bagian halaman dan menghancurkan pagar.

Selain itu, dilansir antarariau, juga terdapat satu rumah lainnya yang rusak akibat tertimpa kursi pelontar pilot. Terlihat atap rumah itu bolong hingga bagian plafon.

Kepala Penerangan Lanud Roesmin Nurjadin Letkol Mhd Zukri menambahkan jika pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemilik rumah untuk mengganti kerugian. "Jelas kita akan ganti kerugian," ujarnya.

Sebelumnya jet tempur buatan Inggris tahun 1990 dan hingga saat ini telah menghabiskan 3.100 jam terbang itu jatuh usai melaksanakan latihan tempur di Siabu, Kampar, sekitar pukul 07.00 WIB. Pesawat jatuh saat akan mendarat dengan ketinggian 500 kaki dan 2 kilometer dari ujung landasan.

TNI AU tengah melakukan investigasi akibat insiden tersebut. Investigasi akan berlangsung dua pekan. Kasau mengatakan dugaan awal pesawat itu kehilangan daya mesin sesaat sebelum jatuh.

Insiden serupa pernah terjadi delapan tahun lalu di Kabupaten Kampar tepatnya pada 16 Oktober 2012. Sebuah pesawat Hawk 200 buatan British Aerospace Inggris milik TNI AU jatuh di sekitar perumahan Pandau Permai, Kabupaten Kampar, Riau sekitar pukul 09.30 WIB.

Saat itu pesawat tersebut dipiloti oleh Letnan Dua Penerbang Reza Yori Prasetyo saat sedang melakukan latihan rutin. Pilotnya sendiri berhasil selamat karena keluar menggunakan kursi lontar sebelum pesawat jatuh. (rid/ant)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -