RENGAT (DRC) - Tercatat sebanyak 64 Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) membuat surat pengunduran diri dari dari jabatannya, untuk kembali menjadi guru biasa. H"> RENGAT (DRC) - Tercatat sebanyak 64 Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu" />
 
 
Tertekan Dana BOS, 64 Kepala Sekolah di Inhu Mundur
Rabu, 15 Juli 2020 - 21:29:22 WIB
RENGAT (DRC) - Tercatat sebanyak 64 Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) membuat surat pengunduran diri dari dari jabatannya, untuk kembali menjadi guru biasa. Hal itu karena tidak sanggup dengan tekanan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pihak tertentu.

"Surat permohonan pengunduran diri dikumpulkan dalam tas, dan diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Inhu," ujar Plt Kepala Disdikbud Indragiri Hulu, Ibrahim Alimin di Rengat, Rabu (15/7/2020).

Ia mengatakan, enam puluhan kepala sekolah tersebut mengajukan permohonan pengunduran diri mereka secara resmi dan ditandatangani di atas materai, ditujukan kepada Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto.

Kepala Sekolah SMP yang menyatakan mundur itu menyerahkan berkas yang sudah dikumpuklan dalam tas pada Selasa 14 Juli 2020 yang diterima langsung oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indargiri Hulu.

"Alasan mereka mengundurkan diri belum bisa disampaikan secara rinci, namun ini berkaitan dengan pengelolaan dana sekolah (BOS)," sebut Plt Kadisbud.

Ibrahim Alimin menambahkan, dirinya masih belum bisa mengungkapkan secara jelas alasan pengunduran diri tersebut, namun sesuai dengan isi surat yang disampaikan bahwa mereka merasa tidak tenang dan nyaman dalam menjalankan tugas sebagaimana yang diamanahkan.

"Mereka juga melampirkan foto copy SK terakhir, intinya ingin kembali mengajar di sekolah," ujarnya, dilansir kompas.com.

Kepala Sekolah SMP ini juga meminta agar ditugaskan kembali sebagai guru biasa, dapat mengajar siswa dengan baik di masing-masing tempat mereka bertugas.

Namun setakat ini, ujar Ibrahim, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum bisa memberikan jawaban karena Bupati Yopi Arianto masih berada di kota, dan Bupati sendiri setelah disampaikan merasa terkejut terkait pengunduran diri ini.

"Apakah disetujui Bupati untuk pembebasan tugas itu tergantung pada Bupati nanti. Makanya saya sampaikan ke mereka jaga kondusifitas. Kemudian, sebelum keluar surat pembebasan tugas, saya mohon kepada mereka agar tetap bekerja, karena kasihan anak-anak kita. Tapi itu tergantung mereka lagi," kata Ibrahim. 
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 64 orang kepala sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, mengundurkan diri. Kabar pengunduran diri 64 kepala sekolah ini dibenarkan oleh Pelaksana tugas (Plt) Dinas Pendidikan Inhu Ibrahim Alimin saat dikonfirmasi kompas.com, Rabu (15/7/2020). "Ya betul, ada 64 kepala sekolah SMP yang mengundurkan diri," ujar Ibrahim. 

Ibrahim mengatakan, pada Selasa kemarin ada 6 orang kepala sekolah SMP yang mewakili datang ke Dinas Pendidikan Inhu. Mereka saat itu membawa map dalam jumlah banyak yang berisi surat pengunduran diri. (rid)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -