PEKANBARU (DRC) - Polsek Lima Puluh berhasil menangkap seorang pelaku penyimpan atau pengguna senjata api. Pelaku berinisial YA ini diketahui beralamat di Jalan Hangtuah, Kecam"> PEKANBARU (DRC) - Polsek Lima Puluh berhasil menangkap seorang pelaku penyimpan atau p" />
 
 
Simpan Senjata Api Ilegal, Polsek Limapuluh Tangkap Seorang Pelaku
Rabu, 29 Juli 2020 - 12:50:18 WIB
PEKANBARU (DRC) - Polsek Lima Puluh berhasil menangkap seorang pelaku penyimpan atau pengguna senjata api. Pelaku berinisial YA ini diketahui beralamat di Jalan Hangtuah, Kecamatan Tenayan Raya,  Pekanbaru, Selasa (28/7/2020).

Aparat Polsek melakukan penangkapan saat pelaku sedang berada di rumahnya, di Jalan Hangtuah,  Kecamatan Tenayan Raya pada Kamis (23/7/2020) pukul 23.30 malam. Penangkapan ini diawali dari adanya laporan masyarakat terhadap YA yang disampaikan kepada Kapolsek Lima Puluh Kapten. Sanny Handityo. Seterusnya Kapolsek Lima Puluh memerintahkan tim Opsnal untuk  menangkap pelaku YA.

Dalam penangkapan, kepolisian melakukan penggeledahan di rumah pelaku YA, dalam penggeledahan itu ditemukan 3 (tiga) unit senjata api yaitu: jenis revolver warna putih crome dan amunisi kaliber 38 sebanyak 4 butir, amunisi kaliber 39 sebanyak 4 butir, 1 (satu) pucuk senjata api jenis sormidt osthem/rhoen kaliber 8mm MOD 5A warna hitam, dan 1 (pucuk) senjata api jenis colt's 5.5 mm warna silver dilengkapi 1(satu) buah magazine, 1 (satu)butir amunisi 5,5 mm 1 (satu) butir selongsong peluru 5,5 mm, dan 1 plastik spare part senjata.

Setelah dilakukan pendalaman kepada pelaku YA ternyata ketiga pucuk senjata api itu bukan milik YA, melainkan milik kliennya yang menggunakan jasa YA untuk memperbaiki senjata api itu. Kemudian senjata api dikembalikan kepada YA, namun pemilik sebenarnya tidak kunjung datang.

"YA sudah lama dalam penyelidikan Polsek Lima Puluh, YA bekerja di perusahaan swasta dan kini sudah di PHK dari pekerjaannya, ada penawaran buat YA untuk memperbaiki senjata dan tawaran itu diterima YA sehingga YA belajar memperbaiki senjata melalui Youtube," ujar Kapolsek.

YA seorang residivis pengguna narkoba Tahun 2019 dan saat ditangkap dilakutan tes urine dengan hasil positif. "Atas perbuatannya, YA dijerat dengan pasal 1 ayat(1) UU darurat No 12 tahun 1951, ancaman pidana selama maksimal 20 tahun penjara," tambah Kapolsek. (bowo)



 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -