PEKANBARU (DRC) - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli, Rabu (29/7/2020). Zulfadli, dipanggil dan diperiksa sebagai saks"> PEKANBARU (DRC) - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Dinas P" />
 
 
Kadis Perkebunan Riau Diperiksa KPK
Rabu, 29 Juli 2020 - 18:42:33 WIB
PEKANBARU (DRC) - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli, Rabu (29/7/2020). Zulfadli, dipanggil dan diperiksa sebagai saksi dalam perkara penyidikan dugaan korupsi dan suap proses pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau tahun 2014 lalu.

Dalam perkara ini, lembaga antirasuah itu telah menetapkan pemilik PT Darmex Group dan PT Duta Palma, Surya Darmadi sebagai tersangka. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai sebagai saksi untuk tersangka SUD (Surya Darmadi)," ujar Plt Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri SH MH, Rabu (29/7/2020) siang.

Dalam pemanggilannya, dilanjutkan Ali Fikri, Zulfadli datang memenuhi panggilan penyidik KPK. "Yang bersangkutan datang memenuhi panggilan penyidik, lanjut Ali.

Diketahui, Surya Darmadi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK bersama Legal Manager PT Duta Palma Group, Suheri Terta. Selain itu, KPK juga menetapkan PT Palma Satu sebagai tersangka korporasi yang ikut terlibat dalam kasus ini.

Perkara ini bermula ketika mantan Menteri Kehutanan yang kini menjabat Wakil Ketua MPR, Zulkifli Hasan (Zulhas) menyerahkan Surat Keputusan Menteri tanggal 8 Agustus 2014 tentang Perubahan Peruntukkan Kawasan Hutan menjadi Bukan Kawasan kepada Gubernur Riau periode 2014-2019, Annas Maamun.

Dalam surat itu, Zulhas membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin mengajukan permohonan revisi bila ada kawasan yang belum terakomodir melalui Pemda. Annas pun memerintahkan SKPD untuk menelaah kawasan hutan.

Kemudian, tersangka Suheri Terta mengirimkan surat kepada Annas untuk mengakomodir perizinan lahan perkebunan milik PT Duta Palma Group? yang diantaranya untuk lokasi perkebunan PT Palma Satu, PT Panca Agro Lestari, PT Banyu Bening, dan PT Seberida Subur di daerah Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Annas Maamun kemudian meminta anak buahnya agar permohonan tersebut dibantu dengan membuat disposisi yang isinya memerintahkan Wagub Riau, untuk melakukan 
rapat bersama. Kemudian, terjadilah pertemuan antara dua tersangka dengan Gulat Medali Emas Manurung untuk membahas permintaan PT Duta Palma Group.

Selanjutnya, Surya Darmadi disinyalir menjanjikan ?fee sebesar Rp8 miliar kepada Annas lewat Gulat Medali Emas agar lahan milik PT Duta Palma Group tidak masuk dalam kawasan hutan. Terjadilah pemberian uang Rp3 miliar dalam bentuk Dollar Singapura dari Suheri Terta kepada Annas lewat Gulat setelah adanya perubahan peta.

Diduga, PT Palma Satu merupakan perusahaan yang mengajukan permintaan kepada Annas Maamun. PT Palma Satu adalah perusahaan bagian dari Duta ?Palma Group 
yang mayoritas dimiliki oleh PT Darmex Agro.

Sementara Surya Darmadi sendiri merupakan beneficial owner PT Darmex Agro dan Duta Palma Group. Sedangkan, Suheri Terta adalah Komisaris PT Darmex Agro sekaligus orang kepercayaan Surya Darmadi.

Surya Darmadi dan Suheri Terta diduga bersama-sama mengurus perizinan lahan perkebunan milik PT Duta Palma Group dan PT Palma Satu sebagai korporasi yang telah memberikan uang Rp3 miliar ke Annas Maamun terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau. (rid)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -