Tantangan Menyiapkan Media Pembelajaran Online
Selasa, 18 Agustus 2020 - 18:14:54 WIB
Oleh: SITI SUMIATI, SPd

Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan deklarasi yang mengatakan dengan resmi bahwa Coronavirus adalah pandemi global, maka banyak dari negara dengan penderita pandemi ini telah mengambil tindakan demi menyelamatkan warga negaranya. Kota- kota ditutup, sekolah, perkantoran dan semua kegiatan juga tempat umum telah ditutup untuk mencegah pandemi ini berkembang lebih lanjut. 
Dampak pendemi COVID -19 dalam dunia pendidikan ini telah diakui oleh organisasi pendidikan UNESCO. Hampir 300 juta perserta didik terganggu kegiatan sekolah mereka di seluruh dunia dan mengancam mereka di masa depan. Pemerintah pusat hingga pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan meluasnya penularan Virus Corona. Hingga saat ini di Indonesia sebagian besar sekolah sampai kampus baik swasta maupun negeri mulai menerapkan kebijakan kegiatan belajar mengajar dari jarak jauh atau pembelajaran berbasis online. Kebijakan ini mengakibatkan proses kegiatan belajar mengajar tidak lagi dilakukan di kelas tetapi dialihkan ke rumah. Kondisi ini memaksa guru harus menyiapkan pembelajaran secara online. Maka seiring dengan kebijakan pembelajaran online, dalam seketika guru “dipaksa” mengubah model pembelajaran yang biasa tatap muka dialihkan dengan pembelajaran online. 
Beralih dari salah satu metode pembelajaran yang satu ke metode pembelajaran yang lain tidaklah mudah karena artinya bersedia keluar dari zona nyaman. Hal ini seperti memberikan shock therapy bagi guru dan siswa. Banyak guru belum mengenal apa itu pembelajaran online dan bagaimana melakukannya, demikian pula dengan peserta didik yang masih belum familiar dengan pembelajaran online. 
Lalu sebagai guru apa yang bisa kita bantu agar peserta didik siap menghadapi proses pembelajaran di era tatanan baru ini ? 
Salah satu solusi yang bisa dilakukan agar proses pembelajaran online berjalan dengan lancar adalah guru harus siap menerima tantangan dalam membuat media pembelajaran online. Misalnya dengan mengikuti pelatihan membuat media pembelajaran online yang difasilitasi oleh sekolah.
Media Pembelajaran Online
Media dalam proses pembelajaran merupakan perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan sehingga terdorong serta terlibat dalam proses pembelajaran. Menurut Gagne and Briggs (1974), media pembelajaran merupakan alat yang digunakan untuk menyampaikan isi materi pembelajaran yang dapat merangsang siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Pembelajaran secara online atau online learning  merupakan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan seperangkat komputer atau gadget, dimana guru dan siswa berkomunikasi secara interaktif dengan memanfaatkan media komunikasi dan informasi. Pembelajaran ini sangat bergantung dengan koneksi jaringan internet yang menghubungkan antarperangkat guru dan siswa. Ada beberapa pilihan media pembelajaran online yang bisa digunakan pada era tatanan baru ini, yaitu:

WhatssApp Group

Media Pembelajaran Online yang pertama dan paling banyak digunakan adalah whatsapp group. Meski bisa dikatakan bahwa aplikasi ini adalah aplikasi pengirim pesan, namun aplikasi ini memiliki fitur untuk membuat grup percakapan. Guru bisa menggunakan fitur ini untuk membentuk grup belajar. Dalam whatssapp group, guru dan peserta didik bisa mengirim berbagai dokumen seperti video, foto bahkan file presentasi. Sehingga anggota grup bisa saling berbagi materi. Selain itu, fitur voice note juga bisa dimanfaatkan untuk menjelaskan materi yang sedang dipelajari.

Google Classroom

Media Pembelajaran Online selanjutnya berasal dari google, yaitu google classroom. Disini guru dapat membuat kelas untuk aktifitas belajar mengajar dan siswa dapat mengikuti kelas tesebut. Dalam classroom ini, guru dapat memberikan tugas, penilaian dan percakapan tertulis. Selain itu, classroom juga mendukung streaming video yang memungkinkan guru memberikan materi secara langsung melalui video.

Zoom Meeting

Media pembelajaran berikutnya adalah aplikasi zoom meeting. Zoom adalah Sebuah layanan konferensi video berbasiskan cloud computing. Aplikasi ini mengizinkan guru dan peserta didik untuk bertemu secara virtual, entah itu dengan panggilan video, suara, atau keduanya. Menariknya, semua percakapan via Zoom bisa direkam untuk dilihat lagi nantinya.
Google Form
Google form adalah salah satu alat yang mudah digunakan bahkan bagi para pemula sekalipun karena tidak menggunakan koding untuk pembuatannya. Google form juga dapat dikolabosarikan dengan situs atau media lain contohnya: google docs, google drive, youtube.

Quizizz

Quizizz merupakan web tool untuk membuat permainan kuis interaktif untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas. Penggunaanya sangat mudah dan bisa dijadikan pilihan untuk merefresh kejenuhan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran online sebenarnya memberikan tantangan tersendiri bagi para guru. Terutama tantangan yang bersifat positif. Tantangan positif yang dirasakan oleh para guru diantaranya adalah pertama, guru dituntut untuk menunjukkan kemampuan dalam memanfaatkan media teknologi dengan presentasi zoom, penugasan via Google Classroom, pre-test atau post-test dengan quizizz, dan pemberian tugas proyek dengan pemanfaatan Google Drive, presentasi interaktif dan lain-lain. Kedua, guru harus bisa menyajikan pembelajaran yang terencana dan efektif dalam keterbatasan waktu. Hal ini bisa dilakukan dengan mengatur langkah-langkah pembelajaran yang detail. Guru dan peserta didik menetapkan tujuan pembelajaran sesuai ketersediaan waktu dan memilih materi yang akan disampaikan dengan langkah-langkah yang tepat dan akurat. Di sini guru dituntut pula untuk mengatur waktu dengan baik. Ketiga, adalah bagaimana guru mampu menyatukan persepsi dan konsentrasi anak-anak didik yang serba berjauhan. Ini hanya bisa dilakukan oleh guru yang memiliki visi yg jelas dalam pembelajaran dan mampu menjalin ikatan batin dengan siswa dengan melakukan perannya sebagai motivator, fasilitator, mediator, dan komunikator. Keempat, menyampaikan pesan untuk menjadi anak yang tangguh mengingat dalam kondisi dimana masyarakat sedang diuji secara fisik dan mental akibat penyebaran COVID -19 yang berdampak kepada pembelajaran menjadi serba terbatas dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan berkreasi, sehingga peserta didik harus mampu beradaptasi dengan hal-hal yang baru. 
Kunci sukses pembelajaran online saat pendemi COVID-19 adalah pilihan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan guru dan peserta didik. bagaimana seorang guru tetap kreatif untuk menyajikan pembelajaran daring secara menyenangkan dan mudah dimengerti sehingga para siswa tidak merasa bosan dan tetap produktif di rumah.***


Penulis adalah: Guru MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -