PEKANBARU (DRC) - Pusat kuliner atau pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar bundaran Tugu Keris, Jalan Diponegoro akhirnya dilegalkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Awalnya akan ditutup, namun Pemko me"> PEKANBARU (DRC) - Pusat kuliner atau pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar bundaran Tugu Keris, Jalan Diponegoro a" />
 
 
Ini Alasan Walikota Pekanbaru, Pertahankan Pusat Kuliner Tugu Keris
Selasa, 08 September 2020 - 16:07:56 WIB
PEKANBARU (DRC) - Pusat kuliner atau pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar bundaran Tugu Keris, Jalan Diponegoro akhirnya dilegalkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Awalnya akan ditutup, namun Pemko memilih untuk mempertahankan tempat tersebut dengan berbagai pertimbangan.

Walikota Pekanbaru Firdaus mengatakan, pihaknya merubah relokasi menjadi penataan kawasan untuk menghindari adanya indikasi hal-hal yang tidak diinginkan akan terjadi. 

"Dari awal pikirannya seperti itu (penataan.red). Cuma bahasa penyampaiannya, jadi relokasi dalam penataan," kata Firdaus, Selasa (8/9). 

Menurutnya, kawasan itu kini telah menjadi salah satu lokasi pusat kuliner di Kota Pekanbaru. Ada sekitar 150 pedagang yang berjualan di lokasi itu. Lokasi itu juga selalu ramai dipadati warga yang berwisata kuliner pada malam hari. 

Dalam kondisi di tengah ancaman pandemi covid-19 tidak ada yang menjamin terkait penerapan protokol kesehatan dilokasi tersebut. Lokasi itu menjadi salah satu sumber kerumunan tanpa memperhatikan penerapan protokol kesehatan. 

Oleh sebab itu, dikatakan Firdaus perlunya penataan ulang. Selama ini di lokasi tersebut menurutnya masih semeraut dan terkait pengelolaan juga yang tidak jelas. 

"Apalagi, pelaku bisnis ini adalah anak-anak milenial yang kita harapkan mereka tumbuh. Tapi kalau kita tutup mati hilang nanti semua. Mereka yang mau naik semangat untuk berusaha jadi mati, dan ini bertentangan dengan keinginan kita untuk menghidupkan ekonomi," terang Firdaus. 

Firdaus menyebut, terkait pengelolaannya yang sebelumnya tidak jelas, kedepan akan mulai dikelola melalui forum RT/RW, LPM, Kelurahan, Kecamatan, dan Dinas Teknis. 

Terkait kepadatan pedagang yang berjualan di lokasi itu, Firdaus menyarankan agar dapat diurai guna memecah kerumunan. Ia menyarankan untuk pedagang dapat bergeser ke Jalan Diponegoro depan MAN 1 atau ke Jalan Ronggowarsito.

"Kalau kita tetap pertahankan sebanyak yang sekarang, itu tidak akan mungkin bisa kita menjaga anak-anak kita dalam menerapkan protokol kesehatan, maka kita kembalikan kepada kapasitas yang mampu ditampung oleh tempat itu," jelasnya.

Firdaus juga mengungkapkan, dengan kondisi tempat yang padat, Ia menilai ada hal-hal yang tidak diinginkan. "Kemudian juga laporan, dengan kapasitas yang sangat padat tadi sulit untuk dijaga. Dan kemudian juga diindikasi adal hal-hal yang tak diinginkan, itu tujuan kita," ungkapnya. (rid)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -