Pekanbaru (DRC) - Kunjungan Sekjen Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) tersebut dalam rangka mensosialisasikan hasil Munas KITA yang dilaksanakan di Bandung,tanggal 28 Oktober 2020 yang bertepatan dengan peringatan "> Pekanbaru (DRC) - Kunjungan Sekjen Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) tersebut dalam rangka mensosialisasikan hasil Munas KITA y" />
 
 
Sekjen KITA Sosialisasikan Hasil Munas ke Pekanbaru
Selasa, 10 November 2020 - 11:47:41 WIB
Pekanbaru (DRC) - Kunjungan Sekjen Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) tersebut dalam rangka mensosialisasikan hasil Munas KITA yang dilaksanakan di Bandung,tanggal 28 Oktober 2020 yang bertepatan dengan peringatan hari sumpah pemuda beberapa hari lalu.

Ketua KITA, KH Maman Imanul Haq pada MUNAS BANDUNG mengatakan momentum Sumpah Pemuda , dipilih sebagai waktu untuk menggelar Munas, tiada lain sebagai ajang mempererat dan mengukuhkan visi misi KITA. Tentu melalui sumpah baru di dalam membangun bangsa Indonesia yang lebih baik di masa depan.


“KITA akan terus mengawal, mendukung dan saling menguatkan program Pemerintah. Karena visi atau tujuan KITA adalah bagaimana cara merawat Indonesia, dengan bermodalkan gagasan pemikiran yang sudah lama serta menyampaikannya secara sopan santun dan berkeadaban”

“Mari kita kritisi Pemerintah, tanpa perlu menebar ketakutan apalagi ancaman. Maka KITA tidak berhadapan dengan KAMI (Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia – red). KITA selalu berhadapan dengan harapan dan cita-cita bangsa Indonesia di masa depan,” urainya.

Menurut *Taufik Rahzen*, saat ini bangsa Indonesia sedang menenun kembali kesadarannya.  Kain sosial yang digunakan selama ini, kian lusuh dan tersobek. Kain budaya yang dirajut turun temurun dari generasi ke generasi, kini terbilas oleh wabah, tercemar oleh kecemasan dan kehilangan asa. Putus asa. Kita membutuhkan pakaian yang baru.

“Kita hadir ditempat ini, sesungguhnya sedang menenun kembali kesadaran baru, dengan corak dan pola yang belum ada bentuknya. Pola yang disusun bersama, mencari corak sambil bekerja, menjahit sambil memakainya. Normalitas baru membutuhkan moralitas baru. Sebagaimana kewajaran baru memerlukan tata-ajar dan ajaran baru,” katanya.

Sebagai gerakan yang lahir karena jiwa zamannya, ujarnya, KITA tercebur untuk mengambil prakarsa dalam apa yang disebut sebagai  Nawakarsa. Ada sembilan karsa yang dipaparkan Taufik Rahzen. Antara lain, karsa untuk  membangun kembali dunia.

Sekjen KITA, H. Ayep zaki dalam kunjungan sosialisasi ke Pekanbaru dan Air Molek menyampaikan bahwa hasil Munas harus segera kita sampaikan kesetiap Dewan Perwakilan Daerah untuk segera di tindak lanjuti, hasil munas harus segera direalisasikan oleh seluruh Dewan Perwakilan Daerah, khususnya KITA Pekanbaru.

Program kerja dari hasil Munas melahirkan 9 program kerja yang terdiri dari Wira Bangsa, Kalyanamitra, Wirajiwa, Gardugaruda, Kewiraan Indonesia, Festival Gagasan Indonesia, Pesantren Melodia Indonesia, Kamulan Koperasi Kriya.

H. Ayep Zaki juga mengutarakan "Pada karsa ekonomi merupakan kehidupan dan jaminan kebutuhan dasar, Zaki menyebutnya sebagai ekonomi yang mampu memberikan rasa aman. adil dan makmur serta mampu memberikan jaminan kesejahteraan bagi masyarakat".

Menjadi suatu kehormatan bagi KITA Pekanbaru setelah kurang dari sepekan dilaksanakannya Munas KITA dibandung, KITA Pekanbaru menjadi Dewan Perwakilan kedua yang mendapatkan kunjungan sosialisasi dari Sekjen KITA setelah sebelumnya Kita Banjarmasin, Ketua KITA Pekanbaru Ridwan Nurbaqin siap berkomitmen melaksanakan seluruh program-program hasil keputusan Munas Bandung. (rls)
    


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -