LUBUK SIKAPING (DRC) -Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Andriansyah SIK MIK mengatakan, partisipasi aktif para timses (tim sukses), relawan, pendukung, dan simpatisan paslon (pasangan calon) merupakan salah satu instrumen pene"> LUBUK SIKAPING (DRC) -Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Andriansyah SIK MIK mengatakan, partisipasi aktif para timses (tim sukses), relawan," />
 
 
Kapolres Pasaman: Penting, Partisipasi Timses Sukseskan Pilkada 2020
Kamis, 03 Desember 2020 - 20:44:15 WIB
LUBUK SIKAPING (DRC) -Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Andriansyah SIK MIK mengatakan, partisipasi aktif para timses (tim sukses), relawan, pendukung, dan simpatisan paslon (pasangan calon) merupakan salah satu instrumen penentu sukses atau tidaknya pelaksanaan ajang Pilkada (pemilihan kepala daerah) serentak 2020 di Kabupaten Pasaman.

Salah satu peran yang sangat diharapkan dari para timses, relawan, pendukung dan simpatisan itu, menurut AKBP Dedi, adalah diminta menempuh mekanisme yang telah digariskan oleh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku bisa menemukan indikasi terjadinya dugaan kecurangan dalam semua tahapan pesta politik tingkat lokal yang dihelat sekali lima tahun itu, terutama pada saat penghitungan suara.

''Kami berharap semua pihak itu membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak, termasuk jajaran kepolisian, bila menemukan indikasi terjadinya kecurangan," ujar AKBO Dedi yang diwawancarai usai Deklarasi Pilkada Damai Tingkat Kabupaten Pasaman yang digelar di Lubuk Sikaping, Kamis (3/12/2020). Selain dihadiri utusan dari para paslon, Deklarasi Damai itu juga dihadiri semua unsur Forkopimda di jajaran Pemkab Pasaman.

Dengan komunikasi yang baik, menurut AKBP Dedi, para pihak dimaksud diharapkan tidak menempuh jalan atau upaya yang dilarang oleh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku bila menemukan persoalan di lapangan, seperti terjadinya dugaan kecurangan. "Mari kita selesaikan semua persoalan yang muncul melalui mekanisme yang ada," tambahnya.

Karena para timses, relawan, pendukung dan simpatisan para paslon jangkauannya sampai ke titik terendah, yaitu ke TPS-TPS (tempat pemungutan suara), menurut AKBP Dedi, partisipasi lain yang diharapkan dari kelompok itu adalah menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait bila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu kelancaran tahapan pilkada.

AKBP Dedi menyebut contoh jika terjadi bencana alam seperti tanah longsor, banjir dan lainnya, terutama ketika hari H pada Rabu (9/12/2020) mendatang,  para timses, relawan, pendukung dan simpatisan diharapkan untuk menginformasikan ke jajaran terkait guna dilakukan langkah penanggulangan yang diperlukan sehingga diharapkan tidak mengganggu pelaksanaan tahapan pilkada.

Yang tidak kalah penting lagi, menurut Kapolres, adalah bagaimana semua pihak itu menerima dengan baik hasil dari pilkada, selama semua proses untuk itu dijalankan sesuai dengan ketentuan perundang-undagan yang berlaku. "Dalam konteks ini memang sangat diperlukan kedewasaan berpolitik semua pihak, terutama mereka yang melibatkan diri sebagai timses, relawan, pendukung dan simpatisan,'' tandasnya.

Kasus Terus Bertambah

AKBP Dedi mengakui, pilkada kali ini dilakukan di tengah kondisi yang berat, yaitu ketika sedang terjadi pandemi Covid-19. "Kita juga melihat, di Pasaman terus terjadi penambahan jumlah anggota masyarakat yang terinfeksi Covid-19," ungkapnya.

Kendati demikian, menurut AKBP Dedi, pihaknya terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan agar ajang pilkada tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Pasaman. "Baik refresif dan yang terutama adalah preventif, kita sudah sejak lama menyiapkan sejumlah langkah agar ajang pilkada di Pasaman tidak menjadi sumber baru bagi penyebaran Covid-19,'' tambahnya.

Sejumlah langkah yang telah dilakukan seauh ini, menurut AKBP Dedi, antara lain sosialisasi intens tentang bahaya Covid-19 ke semua elemen masyarakat. "Kita juga sudah sejak lama menyerukan pentingnya memakai master bila ke luar dari rumah di masa pandemi ini," ungkapnya. Sejumlah kegiatan masyarakat yang berbentuk kerumunan, menurut AKBP Dedi, juga telah dibubarkan pihaknya.

Sejalan dengan itu, imbuh AKBP Dedi, sejumlah personil Mapolres Pasaman yang akan ditugaskan menjadi tenaga pengamanan di TPS-TPS sudah diberi pembekalan yang cukup untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan standar-standar yang ada. "Dengan sejumlah langkah itu, kita berharap angka penyebaran Covid-19 bersebab pilkada di Pasaman bisa ditekan sedemikian rupa,"  tandasnya. (syf)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -