LandX Kenalkan Model Patungan Bisnis Lewat Aplikasi Kepada Anak Muda di ISCFF 2021 Riau
Senin, 13 September 2021 - 14:39:42 WIB
PEKANBARU, detakriau.com - Prinsip hidup anak muda yang biasa disebut dengan kaum milenial adalah menikmati hidup saat ini. Tapi, jangan sampai terlena dengan kehidupan sehingga melupakan keamanan finansial untuk masa depan. 

Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan dari tahun lalu juga memberikan kesadaran untuk berinvestasi guna mencapai kemapanan finansial, karena hidup hanya sekali tetapi jangan membuatnya justru merana. 

Investasi pada dasarnya membuat uang bekerja untuk Anda  Investasi emang terbilang lebih pasti ketimbang berbisnis dan seseorang tidak harus pontang-panting cari klien atau pelanggan. Investasi adalah penanaman modal pada suatu badan/lembaga, barang-barang berharga, atau perusahaan, dengan tujuan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. 

Tetapi, banyak anak muda juga yang terjebak dengan mentality jackpot, yang beranggapan bisa mendapatkan instant return dengan hanya tidur dan bangun lalu dapat keuntungan besar. Tidak semua anak muda paham bagaimana cara berinvestasi yang baik dan mengetahui resikonya.

Untuk memberikan pemahaman tentang investasi serta meningkatkan angka kesadaran inklusi keuangan terus bertumbuh, PT Numex Teknologi Indonesia atau yang populer dengan nama LandX menyelenggarakan Indonesia Security Crowdfunding Forum 2021 (ISCFF 2021) pada rangkaian ke-2 yang diselenggarakan di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (13/9). 

ISCFF 2021 adalah rangkaian kegiatan edukasi inklusi keuangan yang mengundang para pelaku bisnis, pakar investasi dan investor yang sebagian besar anak muda melalui kegiatan webinar, UMKM Clinic serta forum interview yang akan diselenggarakan di 12 kota di Indonesia.

Mengangkat tema “Patungan bisnis di tengah masa pandemi melalui metode Securities Crowdfunding”. LandX menghadirkan beberapa pakar keuangan dan UKM yang akan memberikan anak muda di daerah Pekanbaru, Riau, tips dan trik  model investasi yang sedang menjadi tren saat ini. Dengan adanya ISCFF 2021, diharapkan para anak muda dapat mengenal dan belajar akan finansial, terutama keuangan dan investasi digital serta  dapat melahirkan iklim investasi yang positif bagi anak muda Indonesia.

Romario Sumargo, Co-Founder CMO LandX mengungkapkan ”ISCFF 2021 di Pekanbaru, Riau adalah wujud nyata komitmen LandX dalam meningkatkan literasi anak muda akan investasi digital. Dengan 2.8 juta potensi anak muda yang berada di Riau menurut data yang dikeluarkan BPS pada 2019. "Kami berharap literasi yang kami berikan dapat meningkatkan jumlah anak muda yang melakukan investasi atau menjadi seorang investor," ujar Romario Sumargo. 

Lanjutnya,  permasalahan literasi juga berdampak besar terhadap jumlah masyarakat yang melakukan investasi atau menjadi seorang investor. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, bahwa baru 1,2% atau sebanyak 3,2 juta orang Indonesia yang memiliki saham / investasi di pasar modal
guna mendorong peningkatan minat investasi di Indonesia serta meningkatkan angka kesadaran inklusi keuangan terus bertumbuh.

Selain anak muda, ISCFF 2021 juga mengajak para pelaku UMKM yang berada di Pekanbaru, Riau yang memiliki potensi besar dalam mendorong pembangunan ekonomi di Indonesia maupun daerah.

Menurut data dari Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kepulauan Riau, hingga saat ini sudah tercatat 341.000 pelaku UMKM yang berada di Riau yang telah berhasil menaikan PDRB di Kepulauan Riau dan berkontribusi pada perekonomian nasional dan daerah serta yang paling utama dalam menjaga eksistensi bisnis berkelanjutan.

Disebutkan,  event ISCFF 2021 juga dilakukan untuk mendukung UKM agar dapat bertransformasi ke digital agar dapat bertahan pada kondisi saat ini dan mengikuti perubahan zaman yang serba daring. Data dari asosiasi e-commerce saat ini UMKM yang sudah menggunakan digital  naik cukup signifikan  yakni dari 13 persen pada tahun lalu menjadi 23,9 persen atau 15,2 juta UMKM. 

"Hal ini berbanding lurus dengan event yang diadakan oleh LandX dan menjadi kunci pemulihan ekonomi secara nasional kedepannya," jelas Sumargo. 

LandX adalah platform equity crowdfunding, di mana telah digunakan oleh 44.636 pengguna (Investor) yang berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk pengembangan usaha yang dilakukan oleh bisnis, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan usaha rintisan (startup) secara online, dan mendapatkan saham sebagai imbalannya. 

Sejak berdirinya di tahun 2019, LandX sudah berhasil menyalurkan dana hingga 106,54 miliar rupiah kepada 20 pelaku usaha rintisan dan telah membagikan dividen sebesar 1,94 miliar rupiah kepada para investornya. 

Diketahui,  PT Numex Teknologi Indonesia (LandX) adalah platform equity crowdfunding yang didirikan pada tahun 2019 dan sudah memiliki izin OJK No KEP-68/D.04/2020 tentang Pemberian Izin Usaha Penyelenggara Layanan Equity Crowdfunding. LandX telah mempertemukan lebih dari 55.566 Pemodal dengan pelaku usaha (UMKM), dan telah mencetak 106,54 miliar rupiah untuk nilai investasi yang disalurkan ke penerbit saham. LandX telah membagi 1,94 miliar rupiah nilai dividen yang dibagikan kepada para investor pada kuartal II 2021.

LandX menyediakan cara yang sederhana untuk masyarakat dapat melakukan investasi dengan resiko yang relatif rendah. Seluruh transaksi jual-beli saham dapat dilakukan di platform LandX dengan sangat mudah dan cepat karena investor dapat mengakses seluruh informasi bisnis dan proses secara detail. (rid) 




 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -