Pembobol ATM BRI di Rohul Berhasil Diringkus
Selasa, 14 September 2021 - 20:38:33 WIB
PEKANBARU, detakriau.com - Pelarian empat pelaku perampokan terhadap teknisi mesin ATM Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), akhirnya terhenti. Para pelaku yang berhasil menggasak uang tunai Rp755 juta ditangkap tanpa perlawanan di sejumlah kota berbeda, hingga di Surabaya.

Hal itu diketahui berdasarkan ekspos digelar Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, Senin (13/9). Adapun ke empat pelaku yakni RT alias RS (39), BM alias BY (29), MA alias BB (35) dan HB alias BL (42).

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menyampaikan, kasus pencurian dengan kekerasan itu didalangi oleh RT yang diberhentikan dari pekerjaannya, sebagai pengawal teknisi ATM di PT SSI pada Juni 2021. Kemudian, RT menghubungi MA untuk mencari dua orang lain untuk melakukan pencurian. Sehingga, diajaklah HB dan BM. 

"Setelah terjadi kesepatakan, MA bersama dua rekannya berangkat ke Pasir Pengaraian menggunakan mobil dari Jakarta," ungkap Sunarto didampingi Dirreskrimum, Kombes Pol Teddy Ristiawan didampingi Kapolres Rohul, AKBP Eko Wimpianto Hartijo. 

Setiba di Rantau Berangin, Sabtu (28/8), MA bertemu dengan RT. Selanjutnya, mereka melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Rohul. Tiga hari berselang, HB mendatangi rumah korban Danil Sapta dengan pengaku sebagai utusan dari BRI.

Kepada Sapta, HB menyampaikan, pimpinan BRI ingin bertemu dan disanggupi oleh korban. Mereka bertemu dengan Sapta setelah memperbaiki kerusakan mesin ATM di Pasir Putih. Selanjutnya, pelaku memanggil korban untuk masuk ke mobil dengan alasan ditunggu pimpinan BRI. "Sesampainya korban didekat mobil, pelaku MA langsung menodongkan pisau sangkur ke perut korban dan berkata “Turuti kemauan kami, kau aman”" papar Sunarto. 

Kemudian, mulut korban ditutup dengan lakban putih dan kedua tangan korban diikat tali nilon. Korban pun dibawa oleh para pelaku menuju mesin ATM BRI Jalan Diponegoro Simpang Kumu, Desa Rambah Hilir. Setiba di sana, pelaku menyuruh korban membuka kunci mesin ATM dan setelah terbuka seluruh uang diambil para pelaku serta memasukkannya kedalam mobil.
 
"Para pelaku kabur dengan korban dan menurunkannya di Jembatan Batang Lubuh, Jalan Lingkar Desa Pemartang Berangan, Kecamatan Rambah," jelas mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara. 

Atas kasus itu, Polda Riau bersama Satreskrim Polres Rohul langsung melakukan upaya penyelidikan dengan olah tempat kejadian perkara serta menganalisa rekaman CCTV. Dari hasil rekaman kamera pengintai dikenali seorang pelaku yakni RT yang tengah berada di Lubuk Basung, Sumatera Barat. 

"RT ditangkap hari Minggu, (6/9). Yang bersangkutan berperan sebagai  inisiator sekaligus eksekutor," sebut perwira berpangkat tiga bunga melati. 

Atas penangkapan itu, dilakukan upaya pengembangan. Sehingga, polisi berhasil meringkus  BM berperan sebagai sopir di Jakarta, MA berperan sebagai eksekutor yang juga mengaku sebagai Manager Pimpinan  BRI ditangkap di Surabaya dan HB sebagai eksekutor ditangkap di Banyuwangi Jawa Timur. "Para pelaku ditangkap di empat lokasi berbeda," jelas Narto, dilansir koranriau.co. 

Dari penguasan para tersangka, lanjut Narto, disita uang tunai Rp245 juta, belasan unit handphone, perhiasan, satu unit mobil, lima buku tabungan BCA dan Bank Jatim, serta barang bukti lainnya. "Untuk uang hasil kejahatan dibagi-bagi para pelaku. RT, HB dan MA menerima masing-masing Rp180 juta, BM sebesar Rp130 juta. Dan Rp2 juta digunakan pelaku untuk biaya akomodasi," sebut Narto. 

Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maks 9 tahun penjara.(rid/krc)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -