Senin, 16 Juli 2018 - 21:44:37 WIB
165 Desa di Kuansing Sudah Nikmati Program Pamsimas

Jumat, 13 Juli 2018 - 04:03:47 WIB
Dua Pemuda di Ciduk Sat Resnarkoba Polres Kuansing

Kamis, 12 Juli 2018 - 21:45:51 WIB
Tribune Finish Tepian Tigo Muaro Inuman Sudah Masuk RKPD 2018

Kamis, 12 Juli 2018 - 21:12:39 WIB
Arisan DWP Perdana Setda Kuansing Setelah Lebaran

Kamis, 12 Juli 2018 - 21:07:23 WIB
Bagian Organisasi Setda Kuansing Fasilitasi Bimtek Evaluasi Jabatan ASN

Rabu, 11 Juli 2018 - 04:12:12 WIB
Sadar Pajak Solusi Tingkatkan PAD

Rabu, 11 Juli 2018 - 02:45:05 WIB
Siluncuar Palopah Onau Kuansing Berhasil Meraih Peringkat 8

Rabu, 11 Juli 2018 - 01:37:08 WIB
BKB Ceria Desa Giri Sako Kuansing Juara II Tingkat Nasional Tahun 2018

Senin, 09 Juli 2018 - 02:52:32 WIB
Sekda Dianto Hadiri Pelantikan IKKS Siak

Senin, 09 Juli 2018 - 01:42:54 WIB
14 Juli, IKKS Pekanbaru Gelar Silaturrahim Syawal

 
Sepeda Motor Jadi Angkutan Umum?
Ini Alasan Penolakan Ketua Prodi UNIKS
Senin, 16 April 2018 - 00:21:08 WIB
 
Dian Meliza SHI MA, Ketua Prodi Perbankan Syariah Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) Kabupaten Kuansing
   

Teluk Kuantan (DetakRiau.com) - Rentan dan juga angka kecelakaan terbesar menurut jenis kendaraan adalah salah satu alasan wacana kendaraan roda dua bakal dijadikan angkutan umum ramai-ramai ditolak oleh sejumlah Tokoh Masyarakat.

Demikian dikatakan Dian Meliza SHI MA, Ketua Prodi Perbankan Syariah Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) Kabupaten Kuansing, Minggu (15/4).

"Sebagaimana kita ketahui bersama di seluruh Indonesia, bahwa sepeda motor rata-rata rentan sekali terjadi kecelakaan, bagaimana mungkin sepeda motor bisa dijadikan angkutan umun atau di-plat kuning?," ujarnya.

Angka kecelakaan terbesar di Indonesia, lanjut Dian Meliza, jika dilihat dari jenisnya ialah sepeda motor. Perbandingannya sangat jauh bila dibandingkan dengan kendaraan jenis lainnya.

"Akibatnya pun cukup fatal dan bahkan menyebabkan banyaknya korban jiwa lebih besar terhadap pengguna sepeda motor daripada kendaraan lainnya," jelasnya.

Di sisi lain, ujar Dian yang juga Pengusaha Sukses yang bergelut dibidang Konveksi ini, pelegalan kendaraan roda dua menjadi angkutan umum akan berdampak pada pertumbuhan angkutan umum roda empat, seperti bus, travel dan taxi.

"Seandainya motor dijadikan sebagai angkutan umum dapat menimbulkan dampak yang lain juga, yaitu menghambat efektifitas dan pertumbuhan angkutan umum yang semestinya seperti bus umum, taksi dan yang lainnya," tambahnya.

Selain itu, tambah Dian yang sudah beberapa kali melancong ke beberapa negara luar, di negara-negara lain, dirinya tak pernah melihat atau mendengar adanya sepeda motor dijadikan angkutan umum.

"Jadi ini sangat tidak efektif dan tidak diperlukan. Berkenaan dengan angkutan online/daring hingga saat ini belum ada di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi dan kecil kemungkinan akan ada di sini," lanjutnya.

Untuk diketahui, angkutan online sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 108 Tahun 2017.

"Jadi tidak perlu adanya revisi UU No 22 Tahun 2009," tutup Dian Meliza SHI MA.***(dra)

 
Home | Pemkab Kuantan Singingi
PEMERINTAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI © 2017