TELUK KUANTAN, DetakRiau.Com - Rabu, 10 Oktober 2018 menj">
 
 


Senin, 18 Februari 2019 - 17:36:29 WIB
Bupati Kuansing Terima SK Penetapan Tuan Rumah Porprov 2021

Senin, 18 Februari 2019 - 15:44:03 WIB
BNNK Kuansing Bakal Launching KANS

Minggu, 17 Februari 2019 - 23:55:51 WIB
Fitria Arini SSTP Tutup Usia, Bupati Kuansing Lepas Jenazah Penuh Haru

Sabtu, 16 Februari 2019 - 18:56:18 WIB
Mardius Berharap Seluruh Lapisan Masyarakat Berperan Dalam Pengawasan

Sabtu, 16 Februari 2019 - 08:46:26 WIB
Bupati Mursini Minta Masyarakat Jaga Persatuan

Sabtu, 16 Februari 2019 - 08:22:59 WIB
Wabup Halim Ikuti Apel Tiga Pilar di RTH

Sabtu, 09 Februari 2019 - 20:53:51 WIB
Pemkab Kuansing Lakukan Audiensi Ke Asosiasi Kepariwisataan dan Dinas Pariwisata Riau

Kamis, 07 Februari 2019 - 07:30:19 WIB
Bupati Kuansing Buka Musrenbang Perdana di Singhil

Selasa, 05 Februari 2019 - 22:55:47 WIB
Tabrak Perpres Nomor 15 Tahun 2012, SPBU Sei Jering Layani Pengisian Jerigen

Selasa, 05 Februari 2019 - 19:51:20 WIB
Tingkatkan PAD Kuansing, Jafrinaldi: Kita Tengah Menggesa Perda Sarang Walet

 
Pasutri Bersimbah Darah Diduga Akibat Terkaman Beruang
Rabu, 10 Oktober 2018 - 13:57:08 WIB
 
Abu Hanifah saat diberikan perawatan di RSUD Teluk Kuantan
   

TELUK KUANTAN, DetakRiau.Com - 
Rabu, 10 Oktober 2018 menjadi hari yang kelam bagi pasangan suami istri, Abu Hanifah dan Sulastri. Warga Desa Teratak Baru Kecamatan Kuantan Hilir, Kuansing ini diduga diserang Beruang.

Amri (37) keponakan Abu Hanifah mengatakan, pasutri dengan tiga anak itu sehari-hari bekerja sebagai buruh kebun karet. Pagi hari kejadian, mereka menyadap karet yang berjarak sekitar 3 kilo meter dari rumahnya.

Diperkirakan pukul 09.00 WIB, beruang tiba-tiba menyerang. Tak ada saksi yang melihat. Di Kebun Karet itu hanya ada mereka berdua. Di sekitarnya kebun warga yang lain. Jarak lokasi kejadian masih jauh dari pemukiman.

Amri yang pertama sekali menolong korban, juga tidak tahu kejadian sebenarnya.‎ Dia ketika itu juga sedang berada dikebun memanen getah karet yang jaraknya tidak begitu jauh dari kebun karet korban.

Lanjut diceritakan Amri, saat itu Ia mendengar suara minta tolong, Dia segera mendatangi sumber suara dan mendapati korban sudah tergeletak dengan dibagian wajah luka robek berlumuran darah.

Amri pun lantas memberi pertolongan setelah dibantu warga lain. Namun warga tidak sempat melihat Beruang yang sudah lebih dahulu meninggalkan lokasi kejadian.

Korban sempat di bawa ke Puskesmas Baserah untuk diberikan pertolongan. Namun korban (Abu Hanifah), karena mengalami luka robek yang cukup serius dibagian wajahnya dan keterbatasan alat di puskesmas dilarikan ke RSUD Teluk Kuantan.

Saat ini korban sudah ditangani dokter di RSUD, sedangkan istrinya (Sulastri) yang mengalami luka robek dibagian paha dirawat di Puskesmas Baserah.

"Awalnya dari kejauhan saya mendengar suara orang minta tolong, setelah saya dekati ternyata paman saya sendiri. Beliau sudah tergeletak di bawah pohon dengan luka cukup parah dibagian wajah," tutur Amri saat ditemui media ini di RSUD Teluk Kuantan, Rabu (10/10).

Sementara, Wabup Kuansing H. Halim, ketika diminta tanggapannya terkait peristiwa diatas, menyatakan keprihatinan yang mendalam.

Pasca kejadian yang menimpa pasutri ini, Wabup menghimbau warga setempat untuk selalu waspada saat melakukan aktivitas dikebun. Hal ini untuk menghindari jatuhnya korban lagi. 

"Kami himbau kepada masyarakat yang beraktivitas dikebun, untuk lebih berhati-hati dan lebih waspada. Semoga tidak ada korban lainnya," singkat Wabup.(dra)

 
Home | Pemkab Kuantan Singingi
PEMERINTAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI © 2017