TELUK KUANTAN, DetakRiau.Com - Rabu, 10 Oktober 2018 menj">
 
 


Kamis, 13 Desember 2018 - 22:49:52 WIB
Bagi Apoteker, Penyedia Peningkatan Kapasitas Pelayanan Desa (P2KPD) BUMDes

Kamis, 13 Desember 2018 - 18:17:23 WIB
Kuansing Tampilkan Tema "Mengantar Anak Pancar oleh Induak Bako" Di Pembukaan MTQ Riau

Kamis, 13 Desember 2018 - 13:36:16 WIB
Sekda Dianto: Kita Support RSUD Kuansing Untuk Akreditasi Paripurna

Kamis, 13 Desember 2018 - 13:18:19 WIB
Sekda Dianto: Sudah Disalurkan 30 Ton Beras dan Benih Padi Ke Korban Banjir

Selasa, 11 Desember 2018 - 13:18:03 WIB
Kuansing Dianugerahi Ombudsman Predikat Kepatuhan 2018 Peringkat Ke-7

Selasa, 11 Desember 2018 - 01:21:16 WIB
Staf Ahli Bupati Kuansing Tutup Usia, Selasa Pagi Dimakamkan

Senin, 10 Desember 2018 - 02:42:28 WIB
AKBP Muhammad Mustofa : Warga Di Bantaran Sungai Harus Waspada Buaya

Jumat, 07 Desember 2018 - 21:14:29 WIB
Wandy Menangis Meminta Maaf Ke Bupati Mursini

Jumat, 07 Desember 2018 - 20:57:19 WIB
Diskomfoss Kuansing Kunjungi Diskominfo Siak

Jumat, 07 Desember 2018 - 20:04:54 WIB
Jelang Akhir Tahun 2018, Diskopdagrin Jamin Ketersediaan Sembako Cukup

 
Pasutri Bersimbah Darah Diduga Akibat Terkaman Beruang
Rabu, 10 Oktober 2018 - 13:57:08 WIB
 
Abu Hanifah saat diberikan perawatan di RSUD Teluk Kuantan
   

TELUK KUANTAN, DetakRiau.Com - 
Rabu, 10 Oktober 2018 menjadi hari yang kelam bagi pasangan suami istri, Abu Hanifah dan Sulastri. Warga Desa Teratak Baru Kecamatan Kuantan Hilir, Kuansing ini diduga diserang Beruang.

Amri (37) keponakan Abu Hanifah mengatakan, pasutri dengan tiga anak itu sehari-hari bekerja sebagai buruh kebun karet. Pagi hari kejadian, mereka menyadap karet yang berjarak sekitar 3 kilo meter dari rumahnya.

Diperkirakan pukul 09.00 WIB, beruang tiba-tiba menyerang. Tak ada saksi yang melihat. Di Kebun Karet itu hanya ada mereka berdua. Di sekitarnya kebun warga yang lain. Jarak lokasi kejadian masih jauh dari pemukiman.

Amri yang pertama sekali menolong korban, juga tidak tahu kejadian sebenarnya.‎ Dia ketika itu juga sedang berada dikebun memanen getah karet yang jaraknya tidak begitu jauh dari kebun karet korban.

Lanjut diceritakan Amri, saat itu Ia mendengar suara minta tolong, Dia segera mendatangi sumber suara dan mendapati korban sudah tergeletak dengan dibagian wajah luka robek berlumuran darah.

Amri pun lantas memberi pertolongan setelah dibantu warga lain. Namun warga tidak sempat melihat Beruang yang sudah lebih dahulu meninggalkan lokasi kejadian.

Korban sempat di bawa ke Puskesmas Baserah untuk diberikan pertolongan. Namun korban (Abu Hanifah), karena mengalami luka robek yang cukup serius dibagian wajahnya dan keterbatasan alat di puskesmas dilarikan ke RSUD Teluk Kuantan.

Saat ini korban sudah ditangani dokter di RSUD, sedangkan istrinya (Sulastri) yang mengalami luka robek dibagian paha dirawat di Puskesmas Baserah.

"Awalnya dari kejauhan saya mendengar suara orang minta tolong, setelah saya dekati ternyata paman saya sendiri. Beliau sudah tergeletak di bawah pohon dengan luka cukup parah dibagian wajah," tutur Amri saat ditemui media ini di RSUD Teluk Kuantan, Rabu (10/10).

Sementara, Wabup Kuansing H. Halim, ketika diminta tanggapannya terkait peristiwa diatas, menyatakan keprihatinan yang mendalam.

Pasca kejadian yang menimpa pasutri ini, Wabup menghimbau warga setempat untuk selalu waspada saat melakukan aktivitas dikebun. Hal ini untuk menghindari jatuhnya korban lagi. 

"Kami himbau kepada masyarakat yang beraktivitas dikebun, untuk lebih berhati-hati dan lebih waspada. Semoga tidak ada korban lainnya," singkat Wabup.(dra)

 
Home | Pemkab Kuantan Singingi
PEMERINTAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI © 2017