TELUK KUANTAN, DetakRiau.Com - Rabu, 10 Oktober 2018 menj">
 
 


Rabu, 01 Mei 2019 - 05:18:34 WIB
Selama Ramadhan, Pemerintah Jamin Bahan Pokok Cukup

Rabu, 24 April 2019 - 04:13:59 WIB
Pelatihan Bimtek Penguatan Radio dan Televisi di Era Millenial

Selasa, 16 April 2019 - 19:28:24 WIB
Sekcam Kuantan Hilir Tinjau Kesiapan Pemilu

Selasa, 16 April 2019 - 13:45:13 WIB
Bawaslu Lakukan Monitoring Ke Seluruh Wilayah Kuansing

Selasa, 16 April 2019 - 01:23:18 WIB
Jelang 17 April ADD Tahap I Cair

Rabu, 10 April 2019 - 13:35:10 WIB
Wabup Halim : Alm Jarot Kader Pilihan

Senin, 08 April 2019 - 04:00:53 WIB
Duo Mulyadi Berbincang Hangat Seputar Kuansing

Jumat, 05 April 2019 - 15:34:26 WIB
Wabup Kuansing Sandang Gelar Kanjeng Raden Tumenggung H Halim Adipuro

Senin, 01 April 2019 - 06:03:11 WIB
Bupati Mursini Serahkan LKPD Tahun 2018 Ke BPK RI Perwakilan Riau

Kamis, 28 Maret 2019 - 01:03:44 WIB
Bupati Mursini : Perbup TPP Disosialisasikan, Disipilin dan Kinerja Pegawai Harus Ditingkatkan

 
Pasutri Bersimbah Darah Diduga Akibat Terkaman Beruang
Rabu, 10 Oktober 2018 - 13:57:08 WIB
 
Abu Hanifah saat diberikan perawatan di RSUD Teluk Kuantan
   

TELUK KUANTAN, DetakRiau.Com - 
Rabu, 10 Oktober 2018 menjadi hari yang kelam bagi pasangan suami istri, Abu Hanifah dan Sulastri. Warga Desa Teratak Baru Kecamatan Kuantan Hilir, Kuansing ini diduga diserang Beruang.

Amri (37) keponakan Abu Hanifah mengatakan, pasutri dengan tiga anak itu sehari-hari bekerja sebagai buruh kebun karet. Pagi hari kejadian, mereka menyadap karet yang berjarak sekitar 3 kilo meter dari rumahnya.

Diperkirakan pukul 09.00 WIB, beruang tiba-tiba menyerang. Tak ada saksi yang melihat. Di Kebun Karet itu hanya ada mereka berdua. Di sekitarnya kebun warga yang lain. Jarak lokasi kejadian masih jauh dari pemukiman.

Amri yang pertama sekali menolong korban, juga tidak tahu kejadian sebenarnya.‎ Dia ketika itu juga sedang berada dikebun memanen getah karet yang jaraknya tidak begitu jauh dari kebun karet korban.

Lanjut diceritakan Amri, saat itu Ia mendengar suara minta tolong, Dia segera mendatangi sumber suara dan mendapati korban sudah tergeletak dengan dibagian wajah luka robek berlumuran darah.

Amri pun lantas memberi pertolongan setelah dibantu warga lain. Namun warga tidak sempat melihat Beruang yang sudah lebih dahulu meninggalkan lokasi kejadian.

Korban sempat di bawa ke Puskesmas Baserah untuk diberikan pertolongan. Namun korban (Abu Hanifah), karena mengalami luka robek yang cukup serius dibagian wajahnya dan keterbatasan alat di puskesmas dilarikan ke RSUD Teluk Kuantan.

Saat ini korban sudah ditangani dokter di RSUD, sedangkan istrinya (Sulastri) yang mengalami luka robek dibagian paha dirawat di Puskesmas Baserah.

"Awalnya dari kejauhan saya mendengar suara orang minta tolong, setelah saya dekati ternyata paman saya sendiri. Beliau sudah tergeletak di bawah pohon dengan luka cukup parah dibagian wajah," tutur Amri saat ditemui media ini di RSUD Teluk Kuantan, Rabu (10/10).

Sementara, Wabup Kuansing H. Halim, ketika diminta tanggapannya terkait peristiwa diatas, menyatakan keprihatinan yang mendalam.

Pasca kejadian yang menimpa pasutri ini, Wabup menghimbau warga setempat untuk selalu waspada saat melakukan aktivitas dikebun. Hal ini untuk menghindari jatuhnya korban lagi. 

"Kami himbau kepada masyarakat yang beraktivitas dikebun, untuk lebih berhati-hati dan lebih waspada. Semoga tidak ada korban lainnya," singkat Wabup.(dra)

 
Home | Pemkab Kuantan Singingi
PEMERINTAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI © 2017