PEKANBARU, detakriau.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan selama kegiatan Bulan Inklusi 1-30 Oktober 2021 dapat menjadi solusi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19. Target"> PEKANBARU, detakriau.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan selama kegiatan Bulan Inklusi 1-30 Oktober 2021 dapat m" />
 
 
Selama Bulan Inklusi Keuangan, OJK Targetkan Inklusi Keuangan Capai 90 Persen
Selasa, 05 Oktober 2021 - 19:11:02 WIB
PEKANBARU, detakriau.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan selama kegiatan Bulan Inklusi 1-30 Oktober 2021 dapat menjadi solusi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19. Target diharapkan dengan capaian 90 persen. 

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Riau Muhamad Lutfi mengatakan, OJK bersama Industri Jasa Keuangan (ijk) terus berupaya mendorong akses keuangan kepada masyarakat. "Akses keuangan ini diyakini mampu mendukung pemulihan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan menggelar kegiatan tahunan Bulan Inklusi Keuangan," ujar Muhamad Lutfi 
dalam kegiatan Media Gathering di Pekanbaru, Selasa, 5 Oktober 2021. 

Ditegaskannya, kalau inklusi keuangan memiliki peranan penting dan strategis sehingga diharapkan dapat menjadi solusi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19.

Khusus di Riau, Lutfi juga menilai geliat perekonomian juga sudah mulai berjalan dengan baik, aktivitas mulai ramai, ekonomi bertumbuh, aset perbankan juga naik, seiring dengan menurunnya level PPKM.

Diakuinya biaya mahal sudah dikeluarkan pemerintah untuk mengatasi Pandemi Covid-19, oleh sebab itu diharapkan agar ekonomi bisa kembali pulih karena dampak ekonominya sudah sangat luar biasa.

"Khusus OJK, kami juga kembali membuat kebijakan untuk memperpanjang masa relaksasi restrukturisasi kredit perbankan selama satu tahun dari 31 Maret 2022 menjadi 31 Maret 2023," jelasnya.

Untuk itulah, dia sangat mengharapkan peran dari media dalam mendukung kegiatan BIK 2021 dan mendukung upaya-upaya pemulihan ekonomi nasional.

Sebagai catatan, dikutip dari situs resmi OJK, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 38,03% dan indeks inklusi keuangan 76,19%. Angka tersebut meningkat dibanding hasil survei OJK 2016 yaitu indeks literasi keuangan 29,7% dan indeks inklusi keuangan 67,8%.

Dengan demikian dalam 3 tahun terakhir terdapat peningkatan pemahaman keuangan (literasi) masyarakat sebesar 8,33%, serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan (inklusi keuangan) sebesar 8,39%. (rid)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -