Dosen Faperta UIR Beri Penyuluhan kepada PPL Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai
Jumat, 14 Januari 2022 - 00:56:13 WIB
DUMAI, detakriau.com - Sejumlah Dosen Pertanian memberikan penyuluhan kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai. Saat yang sama dilakukan pula penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan dan dan Pertanian Kota Dumai. 

Penandatangan MoA tersebut langsung dilakukan oleh Dekan Fakultas Pertanian UIR, Dr. Ir. Hj. Siti, Zahrah, MP dan Kepala Dinas Katahanan Pangan dan Pertanian kota Dumai: Nurzerwan, S.E, M.Si di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai, 30 Desember 2021.

Dekan Faperta UIR, Dr. Siti Zahrah menjelaskan, kegiatan penyuluhan pertanian merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh Dosen Pertanian UIR dengan tema “Peningkatan Produktivitas Padi Sawah di Kota Dumai”.  

Di samping itu, menurut Siti Zahrah,  kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dan kerjasama ini bertujuan untuk mengimpplementasikan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) mahasiswa Fakultas Pertanian UIR.  

"Dengan demikian, mahasiswa pertanian dapat menjadi pendamping bagi petani dalam melakukan usaha tani  padi sawah di Kota Dumai. Selanjutnya dosen pertanian akan memberikan penyuluhan dan bimbingan secara berkala kepada petani dalam menerapkan teknologi buidaya padi sawah yang inovatif untuk meningkatkan produktivitas yang maksimal.

Dalam penyuluhan tersebut tampil para pemateri yakni  Dr. Fathurrahman, SP, M.Sc. dengan materi tentang Meningkatkan Produktivitas Tanaman Padi Sawah dengan Metode Konvensional dan SRI (System Rice of Intensification).  

Sementara  Dr. Ujang Paman Ismail, M,Agr dengan materi tentang Peranan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dalam meningkatkan produktivitas padi sawah. 

Pemateri lain adalah  Ir. T. Iskandar Johan, M.Si tentang Pengolahan Ikan Lele.  Pengolahan ikan lele dimaksudkan untuk meningkatkan nilai tambah agar pendapatan petani ikan lebih tinggi dan dalam rangka mempertahankan produk ikan lee agar tahan lebih lama.     
Fathurrahman dan Ujang Paman  sepakat bahwa produktivitas padi sawah harus ditingkatkan dari sekarang yang baru berkisar 3,5 - 4 ton per hektar menjadi 6 ton per hektar seperti yang telah dicapai di banyak temat di Indonesia khusus di Jawa. 

Untuk itu, petani harus menerapkan teknologi budidaya yang inovatif dan aplikasi alat dan mesin pertanian dalam operasi usahatani padi sawah di Kota Dumai. (rls)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -