Gerakan Islam Harus Bersatu Lawan Islamophobia
Minggu, 19 Juni 2022 - 22:54:07 WIB
 
Dr Syahganda Nainggolan
TERKAIT:
   
 

JAKARTA, detakriau - Aktivis penggiat demokrasi dan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Sabang Merauke Circle (SMC), yang juga mantan aktivis Mahasiswa ITB era 80an, Dr Syahganda Nainggolan, mengungkapkan gerakan anti Islamophobia atau anti kebencian terhadap Islam harus diduking secara total di Indonesia serta dengan mengedepankan terjaganya keutuhan umat di masa depan. 

"Gerakan-gerakan ini yang kini dimotori ormas Islam, khususnya Muhammadiyah, harus terus berjuang bagi terciptanya keutuhan umat, guna mampu melihat peluang bahwa negara super power Amerika sedang memotori gerakan anti Islamophobia di dunia," demikian disampaikan Dr H.Syahganda Nainggolan, dalam Pengajian Hari Bermuhammadiyah dengan tema "Islamophobia di Negara Kesatuan Republik Indonesia", di Jakarta, Sabtu (18/6/2022) dilansir mediaindonesia. 

Menurutnya, di masa lalu, Amerika juga memotori gerakan anti Islam dengan isu anti ekstrimisme dan untuk membendung radikalisme "Proyek deradikalisasi di berbagai belahan dunia banyak disponsori Amerika, bersamaan munculnya stigma negatif terhadap Islam. Namun, dengan berputar arahnya Amerika saat ini, dan melalui kepemimpinan Amerika dari kubu Demokrat, tentu saja peluang bagi ummat Islam dalam mendudukkan Islam sebagai ajaran mainstream yang sejajar dengan ajaran Kapitalisme dan termasuk sosialisasi demokrasi di berbagai negara maju, maka peluang ini pun harus ditangkap untuk mendukung gerakan anti Islamophobia yang kita harapkan," ujar penggiat demokrasi yang pernah ditahan oleh rezim Soeharto dan Jokowi ini. 

Di sisi lain, tambah Syahganda, ia juga mendorong agar Muhammadiyah memotori perkembangan gerakani ormas Islam dalam isu anti Islamophobia dan sekaligus menjadi mitra pemerintah di forum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dalam misi tersebut. Syahganda menjelaskan, saat Amerika memotori gerakan anti Islam dengan isu anti ekstrimisme dan radikalisme, sehingga proyek deradikalisasi di berbagai belahan dunia telah disponsori oleh Amerika, bersamaan munculnya stigma negatif terhadap Islam. 

Syahganda juga meminta jajaran ormas Islam mengkaji pikiran Ilham Omar, tokoh anti Islamophobia Amerika, yang telah menyeponsori "UU International Combating  Islamophobia", untuk menjelaskan bahwa isu terorisme yang selama ini dikembangkan Amerika adalah semata-mata berupa kebencian terhadap Islam. 

"Muhammadiyah sebagai ormas yang banyak cendikiawannya harus mampu mengkaji cara Ilham Omar membalikkan diksi terorisme di Amerika, sebagaimana Ilham Omar mengatakan bahwa pemboman 9/11 dilakukan oleh segelintir orang serta bukan dilakukan oleh Islam," tegas Syahganda. Dilan

jutkan, dengan semangat kecendikiawanan di Muhammadiyah pula, ummat Islam dapat mengklaim kembali hak-hak sejarahnya yang paling besar dan gemilang di Indonesia, pungkas Syahganda. (rid/MIC) 


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -