Wujudkan Masyarakat yang Islami, Pemkab Pasaman Luncurkan Program 1.000 Tahfidz
Rabu, 24 Agustus 2022 - 20:50:02 WIB
 

TERKAIT:
   
 

LUBUK SIKAPING - Selain pembangunan fisik di semua sektor, Pemkab Pasaman yang dipimpin duet Bupati Benny Utama dengan Wakil Bupati Sabar AS juga menggenjot pembangunan di bidang non-fisik. 

Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan ajaran agama itu sendiri oleh masyarakat, terutama yang beragama Islam sebagai kelompok mayoritas masyarakat di Pasaman.



Salah satu program yang baru diluncurkan Pemkab Pasaman adalah 1.000 Tahfidz Al-Qur'an, bekerja sama dengan sejumlah stake holter terkait. Salah satu institusi yang dilibatkan adalah Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Pasaman. 

Sebelumnya untuk tujuan yang sama Pemkab Pasaman juga telah melaksanakan program Magrib Mengaji, Subuh Mubarokah, wirid pengajian, wirid Yasin, dan lainnya.



Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Pasaman Linggoman S.Pd. MM melalui Analis Kebijakan Muda Taufiq S.Ag., menjelaskan tujuan utama dari program 1.000 Tahfidz adalah untuk menciptakan hafidz dan hafidzah yang andal, yang kelak diharapkan akan membawa nama baik bagi Pasaman di level yang lebih tinggi.



Merujuk visi dan misi Pemkab Pasaman, menurut Taufiq, yaitu misi pertama untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

"Untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan itu maka dilakukanlah peningkatan dan pemahaman terhadap ajaran agama Islam, di antaranya dengan mencintai Al-Qur'an," terangnya di Lubuk Sikaping, ibukota Kabupaten Pasaman, Kamis (25/8/2022).



Kegiatan tersebut, tambah Taufiq, juga dimaksudkan untuk melahirkan hafidz dan hafidzah yang diharapkan memberi pengaruh yang baik terhadap lingkungannya, terutama dalam konteks pemahaman isi dan kandungan Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam. "Para hafidz dan hafidzah itu kelak diharapkan menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk melahirkan hafidz dan hafidzah yang baru," ungkapnya.



Sudah dimulai pelaksanaannya sejak tahun anggaran 2022 ini, menurut Taufiq, pada tahun 2026 mendatang diharapkan sudah lahir sebanyak 1.000 hafidz dan hafidzah andal dari kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara itu,  yang datang dari 12 kecamatan yang ada.

Taufiq menjelaskan, antusiasme masyarakat untuk mengikuti program itu sangat tinggi. 

Setelah digelar di tingkat kecamatan, menurutnya, dijubeli oleh banyak peminat, yang sampai menyentuh angka 200 orang per kecamatan. "Untuk seleksi tingkat kecamatan sudah selesai, tinggal pelaksanaan babak final yang direncanakan dilakukan di ibukota kabupaten pada 6 September mendatang," tambahnya.



Secara keseluruhan, dijelaskan Taufiq, untuk seleksi di tingkat kecamatan diikuti sebanyak 1.072 peserta, dan yang dinyatakan lulus sebanyak 836 orang peserta. "Yang dinyatakan lulus di tingkat kecamatan ini, nanti akan mengikuti babak final yang akan dipusatkan di Lubuk Sikaping untuk 10 cabang yang diperlombakan," ujar Taufiq.



Untuk menjamin independensi dan netralitas, menurut Taufiq, pihaknya mendatangkan anggota dewan juri dari sejumlah lembaga yang memiliki komptensi untuk itu, seperti dari MUI Pasaman, Baznas, LPTQ, dan lainnya. "Kita juga berkoordinasi dengan jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman," tambahnya lagi.



Dijelaskan Taufiq, terdapat 10 golongan yang diperlombakan, yaitu golongan 1 juz putra/putri, 2 juz putra/putri, 3 juz putra/putri, 4 juz putra/putri, 5 juz putra/putri, 7 juz putra/putri, 10 juz putra/putri, 15 juz putra/putri, 20 juz putra/putri, dan 30 juz putra/putri. (spa)


 

 
Redaksi | RSS | Pedoman Media Siber Copyright © 2017 by detakriau.com. All Rights
 
 
22:52 | WARTAWAN DETAK RIAU DIBEKALI KARTU PERS DALAM PELIPUTANNYA, JIKA MENCURIGAKAN HUB 0813-655-81599 - - - -